Google akan blokir iklan pemilu AS setelah pemungutan suara ditutup
Elshinta
Minggu, 27 September 2020 - 10:29 WIB |
Google akan blokir iklan pemilu AS setelah pemungutan suara ditutup
Ilustrasi Google. Foto: Antara

Elshinta.com - Google memutuskan akan memblokir iklan terkait pemilu di platformnya setelah pemungutan suara ditutup dalam pemilu Amerika Serikat pada 3 November.

Raksasa teknologi itu menyampaikan hal tersebut kepada pengiklan melalui email. Dalam email tersebut, dikutip dari Reuters, Minggu (27/9), Google mengatakan bahwa "pengiklan tidak akan dapat menjalankan iklan yang mereferensikan kandidat, pemilu atau hasilnya, mengingat jumlah suara akan dihitung setelah hari pemilihan tahun ini."

Para ahli memperingatkan bahwa hasil pemilu bisa saja ditunda mengingat peningkatan pemungutan suara lewat email di tengah pandemi COVID-19.

Email tersebut mengatakan bahwa Google akan melarang iklan pemilu, termasuk yang menyebutkan pejabat negara bagian atau federal, kandidat atau partai politik, serta iklan yang berjalan pada daftar penelusuran terkait pemilu.

Perusahaan media sosial telah menghadapi tekanan yang semakin besar terhadap informasi yang salah dalam iklan politik.

Facebook baru-baru ini mengatakan akan berhenti menerima iklan politik baru dalam seminggu sebelum pemilu dan akan menolak iklan yang berusaha mengklaim kemenangan sebelum hasil pemilu diumumkan.

Juru bicara Google, kepada Reuters, mengatakan larangan tersebut diharapkan akan diberlakukan minimal seminggu, namun belum diputuskan kapan larangan itu akan dicabut.

Google akan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti waktu yang dibutuhkan untuk menghitung suara atau apakah ada kerusuhan sipil.

Larangan tersebut merupakan bagian kebijakan "peristiwa sensitif" dari Google, menurut juru bicara. Google telah memblokir beberapa iklan terkait COVID-19 dengan kebijakan yang sama, berupaya melarang konten yang berpotensi memanfaatkan atau kurang sensitif terhadap peristiwa.

Larangan tersebut akan berlaku untuk semua iklan di platform penayangan iklan Google, termasuk layanan streaming videonya, Youtube dan Google Ads.

Twitter telah melarang iklan politik tahun lalu, sementara Google sebelumnya telah membatasi cara pengiklan pemilu untuk dapat menargetkan pemilih secara mikro, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS pecahkan rekor penularan dengan 91.000 lebih kasus baru COVID-19
Jumat, 30 Oktober 2020 - 14:05 WIB
Amerika Serikat memecahkan rekor kasus harian COVID-19 pada Kamis, dengan 91.000 lebih kasus baru, s...
KBRI Bangkok fasilitasi pemulangan ABK Indonesia
Jumat, 30 Oktober 2020 - 12:36 WIB
KBRI Bangkok pada 29 Oktober 2020  memfasilitasi pemulangan empat orang anak buah kapal (ABK) asal ...
Korut: Tembak mati warga Korsel merupakan tindakan bela diri
Jumat, 30 Oktober 2020 - 12:22 WIB
Korea Utara menyatakan bahwa menembak mati  warga Korea Selatan di perairannya bulan lalu merupakan...
WHO siapkan skema asuransi vaksin untuk negara miskin
Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Skema vaksin yang dipimpin bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang menyiapkan dana komp...
Moderna akan laporkan data uji akhir vaksin COVID-19 pada November
Jumat, 30 Oktober 2020 - 08:39 WIB
Perusahaan bioteknologi Moderna akan melaporkan data hasil uji klinis tahap akhir vaksin COVID-19 bu...
Harga emas jatuh lagi, catat rugi dua hari beruntun
Jumat, 30 Oktober 2020 - 07:57 WIB
Harga emas jatuh lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan oleh dolar yang lebih ...
Shionogi Jepang siapkan vaksin COVID-19 untuk uji coba Desember
Kamis, 29 Oktober 2020 - 17:55 WIB
Shionogi & Co sedang merencanakan uji klinis pada akhir tahun untuk menjadi salah satu vaksin COVID-...
Mahasiswa Iran gelar aksi protes di depan Kedubes Prancis
Kamis, 29 Oktober 2020 - 16:37 WIB
Sejumlah besar mahasiswa berkumpul di depan Kedutaan Besar Prancis di ibu kota Iran pada Rabu guna m...
Presiden Meksiko kecam `lockdown` oleh Eropa
Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:11 WIB
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, Rabu (28/10), mengecam negara-negara Eropa karena mene...
KBRI Praha gelar diskusi kerja sama perdagangan dan industri RI - Ceko
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:27 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Praha bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV