Jerman konfirmasi dua lagi kasus demam babi
Elshinta
Sabtu, 26 September 2020 - 11:58 WIB |
Jerman konfirmasi dua lagi kasus demam babi
Ilustrasi. Foto: Antara

Elshinta.com - Dua kasus demam babi Afrika (ASF) lainnya dikonfirmasi pada babi hutan di Negara Bagian Brandenburg, Jerman timur, menurut pemerintah setempat pada Jumat (25/9).

Temuan baru itu menambah jumlah total menjadi 34 kasus sejak pertama kali dikonfirmasi pada 10 September dan terjadi pada satwa liar.

Semua kasus ditemukan di kawasan temuan pertama di daerah Brandenburg.

Lembaga sains Friedrich-Loeffler Jerman membenarkan bahwa hewan terbaru itu mengidap ASF, demikian pemerintah setempat.

Tiongkok dan sejumlah konsumen daging babi lainnya melarang impor daging babi asal Jerman pada September ini setelah kasus pertama terkonfirmasi, sehingga menyebabkan harga daging babi melonjak.

Penyakit tersebut tidak berbahaya bagi manusia namun cukup fatal bagi hewan babi dan menjadi wabah besar di Tiongkok, produsen daging babi terbesar dunia, yang mengakibatkan ratusan juta babi dimusnahkan.

Pemerintah Jerman sedang mempertimbangkan bantuan bagi para peternak setelah terjadi penurunan nilai jual akibat penemuan ASF di hewan liar, menurut Menteri Pertanian Federal Julia Kloeckner.

Pemerintah negara bagian Brandenburg juga mengatakan akan melonggarkan beberapa panen dan pembatasan lapangan di area terdampak, asalkan ladang telah diperiksa.

Pelonggaran ini mencakup kegiatan panen gula, kentang dan buah-buahan serta penaburan biji-bijian. Kegiatan panen dihentikan lantaran khawatir babi hutan yang bersembunyi di ladang akan kabur dan menyebarkan bencana lebih cepat, demikian Antara.  (Anj) 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ledakan pipa gas di Irak sebabkan dua tewas, 51 lainnya terluka
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 19:12 WIB
Sedikitnya dua orang tewas dan 51 orang mengalami luka-luka akibat sebuah ledakan pipa gas di Irak b...
Pria yang tabrakkan mobilnya ke Masjidil Haram telah ditangkap polisi 
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 13:11 WIB
Kepolisian Arab Saudi telah menangkap pria yang menabrakkan mobilnya ke Masjidil Haram pada Jumat (3...
Korban tewas gempa Turki dan kepulauan Yunani jadi 19 orang
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 11:07 WIB
Sebanyak 19 orang tewas di Turki dan Yunani setelah gempa yang kuat melanda Laut Aegean, pada Jumat ...
Harga emas `rebound`, saat reli dolar AS terhenti dan kasus virus meningkat
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 09:39 WIB
Harga emas naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound dari penurunan dua hari berun...
Uni Eropa desak WHO lebih transparan dalam penanganan pandemi
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 09:21 WIB
Uni Eropa (EU) mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) segera dirombak, agar lebih kuat menangani ...
Enam tewas dan 202 luka-luka akibat gempa Turki
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 07:20 WIB
Sebanyak enam orang meninggal dunia dan 202 orang terluka dalam gempa kuat yang mengguncang Laut Aeg...
Diduga berkaitan dengan penyerang Nice, satu orang ditahan
Jumat, 30 Oktober 2020 - 20:56 WIB
Seorang pria berusia 47 tahun ditahan karena dicurigai telah melakukan kontak dengan pelaku serangan...
Saham Hong Kong rugi empat hari beruntun, indeks HSI turun 1,95 persen
Jumat, 30 Oktober 2020 - 18:47 WIB
Saham-saham Hong Kong kembali ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat, mencatat kerugian untuk h...
AS pecahkan rekor penularan dengan 91.000 lebih kasus baru COVID-19
Jumat, 30 Oktober 2020 - 14:05 WIB
Amerika Serikat memecahkan rekor kasus harian COVID-19 pada Kamis, dengan 91.000 lebih kasus baru, s...
KBRI Bangkok fasilitasi pemulangan ABK Indonesia
Jumat, 30 Oktober 2020 - 12:36 WIB
KBRI Bangkok pada 29 Oktober 2020  memfasilitasi pemulangan empat orang anak buah kapal (ABK) asal ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV