Dinkes DKI: Alasan pelarangan makan di tempat adalah penggunaan masker
Elshinta
Sabtu, 26 September 2020 - 10:39 WIB |
Dinkes DKI: Alasan pelarangan makan di tempat adalah penggunaan masker
Petugas Satpol PP menutup restoran yang menyediakan layanan makan di tempat saat razia PSBB Jakarta di kawasan Sunter Agung, Jakarta, Kamis (24/9/2020). Foto: Antara

Elshinta.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut alasan pelarangan makan di tempat pada restoran atau kafe selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta jilid II seperti dalam Pergub Nomor 88 Tahun 2020, adalah penggunaan masker.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan alasan tersebut karena saat orang makan akan melepas masker yang berpotensi menyebabkan penularan COVID-19.

"Pada saat makan, masa makan pakai masker, buka masker kan, pada saat buka masker kadang-kadang tingkat disiplinnya berkurang mungkin katakanlah restonya sudah menyiapkan setting kursi dengan berjarak, tetapi masih ada yang berhadap muka, mejanya satu, berhadapan muka, buka masker, satu keluarga makan bersama. Nah, itu yang menyebabkan risiko pada saat makan bersama dengan membuka masker, dengan jarak yang relatif dekat, itu bisa berisiko saling menularkan," ujar Widyastuti dalam rekaman video Pemprov DKI yang dipantau di Jakarta, Sabtu (26/9).

Lebih lanjut, Widyastuti menyebutkan bahwa kebanyakan orang merasa aman, akhirnya abai untuk menerapkan protokol kesehatan ketika bersama dengan orang yang dikenalnya, meski fakta  memperlihatkan 50 persen kasus positif di Jakarta merupakan orang tanpa gejala (OTG).

"Jadi, merasa aman, 'oh, makan dengan keluarga sendiri nih, makan dengan teman kantor sendiri nih', Nggak tahu kalau teman kantornya itu belum pernah diperiksa dan tidak ada gejala. Kan pernah kita bahas, di Jakarta sekitar 50 persen tanpa gejala. Pada saat tanpa gejala, makan bersama, buka masker, duduk bersama, makan. Biasanya orang makan ngobrol nggak? Makan, sambil cerita, pasti buka masker. Di situlah risikonya," ujarnya.

Widyastuti menyebutkan bahwa saat makan bersama risiko droplet atau percikan liur akan  meningkatkan risiko penularan virus.

"Iya, droplet-nya itu akan keluar saat makan bersama ketika kita cerita dan sebagainya, inilah yang jadi alasan Pemprov meminta untuk makanan dibawa pulang saja," ujar Widyastuti.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memutuskan kembali menerapkan PSBB ketat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dalam kondisi tersebut, restoran hingga kafe masih diperbolehkan beroperasi, tapi tak boleh makan di lokasi.

"Kegiatan usaha makanan, rumah makan, restoran, kafe, diperbolehkan untuk tetap beroperasi, tetapi tidak diperbolehkan untuk menerima pengunjung makan di lokasi," ujar Anies dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Restoran hingga kafe hanya diizinkan menerima pesanan take away atau dibawa pulang. Anies menyebut tempat-tempat usaha makanan ini mungkin menjadi perantara penularan COVID-19.

"Jadi pesanan diambil, pesanan diantar, tapi tidak makan di lokasi. Karena kita menemukan di tempat inilah terjadi interaksi yang mengantarkan terjadinya penularan," kata Anies, demikian Antara.  (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waspadai, BPBD DKI sebut ada potensi hujan lebat hingga 27 Oktober
Senin, 26 Oktober 2020 - 09:49 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca berupa pot...
Polisi : Operasi Zebra 2020 juga fokus penindakan protokol kesehatan
Senin, 26 Oktober 2020 - 09:07 WIB
Operasi Zebra 2020 fokus penindakan protokol kesehatan
 Kebakaran di Lapangan Parkir Mal Senayan City, Jakarta Pusat
Senin, 26 Oktober 2020 - 08:55 WIB
 Kebakaran di Lapangan Parkir Mal Senayan City, Jakarta Pusat
Polda Metro Jaya perpanjang peniadaan ganjil-genap hingga 8 November
Minggu, 25 Oktober 2020 - 18:26 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali memperpanjang peniadaan pembatasan kendaraan berbasi...
Genangan di 24 RT Wilayah Jaksel dan Jaktim telah surut 
Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:26 WIB
Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat penurunan jumlah RT yang tergenang ai...
Pemprov DKI perpanjang masa PSBB Transisi
Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:58 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PS...
Cegah Covid-19, Polsek Parung, Bogor gencar razia masker
Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Polsek Parung, Bogor, Jawa Barat beserta Koramil dan Instansi terkait melaksanakan kegiatan Operasi ...
Wilayah 86 RT di Jakarta tergenang air 
Minggu, 25 Oktober 2020 - 13:47 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 86 RT yang tersebar di du...
Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran berkurang
Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:20 WIB
Pasien konfirmasi positif COVID-19 bergejala ringan hingga sedang yang dirawat inap di Rumah Sakit D...
Warga Jakarta diimbau waspadai fenomena awal La Nina dan MJO
Minggu, 25 Oktober 2020 - 08:56 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta warga di lima wilayah Jakarta  untuk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV