Bermasalah, penyederhanaan kurikulum dinilai belum jadi solusi
Elshinta
Jumat, 25 September 2020 - 20:37 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Bermasalah, penyederhanaan kurikulum dinilai belum jadi solusi
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Penyederhanaan Kurikulum dinilai sebagai hal yang tergesa-gesa dan tidak urgen sama sekali, seharusnya pemerintah lebih fokus membenahi persoalan PJJ yang banyak ditemukan selama masa pandemi ini. 

Demikian dikatakan Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim dalam diskusi publik bertema `Penyederhanaan Kurikulum Ambisi atau Solusi?` yang digelar Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) secara daring, Jumat (25/9).

Satriwan juga mengingatkan pemerintah mengenai implementasi Kurikulum 2013 yang dirasa sudah berjalan baik dan mulai dipahami guru, namun mendadak berubah.

"Ini, tiba-tiba harus berubah tanpa ada kajian yang jelas," cetus Satriawan. 

Sementara, Presiden AGSI, Sumardiansyah Perdana Kusuma melihat penyederhanaan kurikulum menjadi masalah dalam konteks perubahan struktur kurikulum, ketika pemerintah tidak mampu menjelaskan secara utuh dan detail alasan-alasan dari perubahan tersebut. 

Sumardiansyah mengkritik pemerintah yang hanya menjalankan politik bahasa atau bahasa politik dengan menghindarkan dari masalah yang sebenarnya. Ia mencontohkan, tidak terjawabnya pertanyaan para guru sejarah mengenai pergeseran posisi mata pelajaran sejarah Indonesia dari wajib menjadi pilihan di Kelas XI dan XII, tereduksinya mata pelajaran sejarah menjadi bagian dari IPS di Kelas X, serta hilangnya mata pelajaran sejarah Indonesia di SMK.

“Jangan sampai pengambilan kebijakan diingat dalam memori guru sejarah dan tercatat dalam sejarah, bahwa pernah ada dalam satu periode Menteri Pendidikan (Nadiem Anwar Makarim) telah melakukan tindakan keliru dengan memarginalkan mata pelajaran sejarah”, tegas Sumardiansyah. 

Pembicara lain, Anggi Afriansyah, peneliti pendidikan LIPI mengatakan bahwa penyusunan kebijakan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari ideologi politik Negara. Pemerintah memiliki alasan untuk mempersiapkan generasi masa depan.

"Hal utamanya adalah dalam penyederhanaan kurikulum ini pemerintah harus terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, termasuk di dalamnya para pakar pendidikan, guru, dan organisasi-organisasi profesi," ucapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-92, Satgas Yonif 642 ajarkan PBB kepada anak-anak perbatasan
Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:25 WIB
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020, personel TNI dari Yonif 642/Kapuas...
Indonesia tawarkan kerja sama pendidikan kejuruan dengan Huangshi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:43 WIB
Pemerintah Indonesia menawarkan program pendidikan kejuruan kepada Pemerintah Kota Huangshi, Provins...
Bantuan Program Indonesia Pintar sudah disalurkan ke 18,1 juta siswa
Rabu, 28 Oktober 2020 - 17:34 WIB
Pemerintah dalam satu tahun terakhir sudah menyalurkan bantuan dalam Program Indonesia Pintar (PIP) ...
 Mbabar Mushaf Menara geliatkan kaligrafi di kalangan anak-anak
Rabu, 28 Oktober 2020 - 13:26 WIB
Ajang gores kaligrafi yang diselenggarakan Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) menj...
 UB Malang kembali kukuhkan dua profesor di masa pandemi Covid-19
Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:48 WIB
Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur kembali  mengukuhkan dua profesor baru di masa pande...
Direktur WAMY Indonesia minta guru kreatif jalankan pembelajaran daring
Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:36 WIB
Pandemi Covid 19 yang hingga kini belum berakhir hal ini berdampak pembelajaran jarak jauh masih tet...
 Satgas Pamtas Yonif 125 ajarkan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi SD YPK Toray
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:11 WIB
Pentingnya mengajarkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air kepada anak-anak sejak dini, Satg...
Dapat ijin Satgas Covid 19, Universitas Majalengka gelar wisuda secara luring
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:27 WIB
Lebih dari 700 Mahasiswa Universitas Majalengka mengikuti proseai wisuda Sarjana dan Magister tahun ...
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITN Malang gelar Semsima 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 15:28 WIB
Untuk kali ke tiga Institut Tehnologi Nasional (ITN) Malang, Fakultas Tehnik Sipil dan Perencanaan k...
Inovasi serius ditengah pandemi, Pesantren Darul Falah produksi masker
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:37 WIB
Ditengah pandemi Covid-19 Pesantren Darul Falah Cisalak Subang, Jawa Barat berinovasi serius mengemb...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV