Indonesia dinilai perlu segera terapkan BBM ramah lingkungan
Elshinta
Kamis, 24 September 2020 - 19:46 WIB |
Indonesia dinilai perlu segera terapkan BBM ramah lingkungan
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Pengamat otomotif Mukiat Sutikno mengingatkan bahwa Indonesia perlu segera menerapkan bahan bakar minyak (BBM) yang ramah lingkungan karena negara-negara tetangga termasuk di kawasan Asia Tenggara sudah menggunakannya.

"Kebanyakan negara lain sudah Euro 4. Bahkan Singapura sudah Euro 5 ke Euro 6. Di Indonesia sendiri Euro 2 dan 3 masih ada," kata Mukiat di Jakarta, Rabu (23/9).

Oleh karena itu, lanjutnya, Indonesia perlu segera mengikuti karena akan semakin ketinggalan jika tidak menerapkan BBM ramah lingkungan, yakni BBM yang memiliki RON di atas 90.

Menurut dia, Indonesia mau tidak mau harus segera beralih menggunakan BBM dengan oktan tinggi karena perpindahan dari RON rendah ke RON tinggi ini sangat penting.

"Hal ini, untuk memastikan kita comply dengan negara-negara tetangga, karena Indonesia memang paling ketinggalan. Dibandingkan Thailand, kita juga ketinggalan sekali," ujarnya.

Dari perspektif industri otomotif, desakan peningkatan angka oktan BBM tersebut mendesak, karena hampir semua merk kendaraan bermotor di Indonesia juga dijual di luar negeri.

Dengan demikian, lanjut Mukiat, industri otomotif mau tidak mau memang harus melakukan penyesuaian kondisi mesin, sebelum melakukan penjualan ke mancanegara. Dan hal itu, lanjut dia, tentu berdampak terhadap biaya produksi.

"Tetapi kalau BBM kita sudah serentak pakai RON tinggi, tentu industri tak perlu melakukan adjusment," katanya.

Jika dilihat dari sudut pandang konsumen, BBM oktan rendah memang berpengaruh buruk terhadap performa kendaraan dan bahkan kondisi mesin.

Secara teknis, lanjutnya, BBM dengan oktan rendah berdampak jelek terhadap kendaraan. Selain menurunkan performa, juga bisa berpengaruh terhadap keawetan mesin.

"Bisa mengelitik, bikin ruang bakar dan gas buang, serta memperpendek umur mesin," jelas Mukiat.

Apalagi saat ini, spesifikasi mesin kendaraan bermotor keluaran terbaru sebenarnya sudah disesuaikan untuk BBM dengan angka oktan tinggi.

"Dan jika diisi dengan BBM yang tidak sesuai, yaitu yang lebih rendah, tentu berpengaruh terhadap mesin. Karena harusnya dikasih minuman sehat, tetapi diberikan agak kotor, bisa sakit perut tuh mobil. Jadi intinya memang jelek untuk kendaraan," ujarnya.(Sik) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pertamina MOR VIII gelontorkan Rp2 miliar dana kemitraan UMKM di Papua
Rabu, 28 Oktober 2020 - 19:15 WIB
Pertamina (Persero) MOR VIII Papua Maluku menggelontorkan dana kemitraan dengan total Rp2.600.000.00...
Pasar rakyat online Depok berdayakan ojek pangkalan
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:50 WIB
Program Pasar Rakyat Online Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Depok Jawa Barat ...
Presiden: Ekonomi syariah miliki potensi besar untuk dikembangkan
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:07 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ekonomi dan keuangan syariah masih memiliki potensi besar u...
Rel jalur ganda kereta api Jombang-Mojokerto beroperasi
Rabu, 28 Oktober 2020 - 17:56 WIB
Rel jalur ganda (double track) perlintasan kereta api dari Stasiun Kereta Api Mojokerto hingga Stasi...
Dispar Mataram peroleh Rp7,902 miliar untuk bantuan hotel dan restoran
Rabu, 28 Oktober 2020 - 17:45 WIB
Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mendapatkan dana hibah sebesar Rp7,902 miliar un...
Wamendes PDTT Budi Arie katakan bangsa ini terancam krisis petani
Rabu, 28 Oktober 2020 - 15:07 WIB
Desa, Pemuda, Organik adalah tiga kata kunci yang diutarakan Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri Desa P...
Menteri Erick siap dukung UMKM dalam infrastruktur hingga akses pasar
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:06 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir siap mendukung para pelaku UMKM dalam tiga aspek utama yakni infrastruktu...
Pemerintah kembangkan lumbung pangan kentang dan bawang di Humbang Hasundutan
Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:56 WIB
Presiden Jokowi didamping Mentan Syahrul Yasin Limpo,Gubernur Sumut,Edy Rahmayadi meninjau kawasan l...
Bansos Tahap III Provinsi Jabar di Subang disalurkan
Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:55 WIB
Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Tahap III Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi disalurkan un...
Unjani peduli pemulihan UMKM di masa pandemi Covid-19
Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Kebijakan social distancing yang diterapkan pemerintah sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV