Erdogan dan Macron bahas ketegangan Mediterania Timur
Elshinta
Rabu, 23 September 2020 - 16:09 WIB |
Erdogan dan Macron bahas ketegangan Mediterania Timur
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: Antara.

Elshinta.com - Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Selasa (22/9) bahwa mereka telah mengadakan percakapan pertama mereka dalam beberapa bulan setelah kebuntuan antara dua sekutu NATO atas meningkatnya ketegangan di Mediterania Timur.

Dalam sebuah pernyataan setelah sambungan telepon antara kedua pemimpin, kepresidenan Turki mengatakan Erdogan menekankan perlunya menggunakan peluang diplomatik untuk meredakan situasi dan mencapai negosiasi yang berkelanjutan.

Kementerian luar negeri Prancis mengatakan setelah seruan, yang berlangsung lebih dari satu jam, berharap dialog antara Turki dan Yunani dapat berlanjut, dan mengatakan Macron telah menyerukan pendekatan serupa dengan Siprus.

"Dia (Macron) mendesak Turki untuk sepenuhnya menghormati kedaulatan negara anggota Uni Eropa serta hukum internasional, dan menahan diri dari tindakan sepihak lebih lanjut yang dapat memicu ketegangan," kata kantor luar negeri Prancis, menambahkan bahwa Macron dan Erdogan telah setuju. untuk tetap berhubungan.

Hubungan antara Uni Eropa dan Turki sangat tegang pada sejumlah masalah, termasuk eksplorasi hidrokarbon di Mediterania Timur, tempat Ankara berselisih dengan negara anggota Uni Eropa, Siprus dan Yunani, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KBRI Praha gelar diskusi kerja sama perdagangan dan industri RI - Ceko
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:27 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Praha bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa...
Pandemi virus corona tingkatkan krisis demografi Jepang
Selasa, 27 Oktober 2020 - 21:16 WIB
 Jatuhnya angka kehamilan dan pernikahan di Jepang selama pandemi virus corona cenderung meningkatk...
Malaysia laporkan 1.240 kasus COVID-19 dengan tujuh kematian
Senin, 26 Oktober 2020 - 20:19 WIB
ementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan pada Senin hingga pukul 12.30 waktu setempat bahwa te...
Vaksin COVID-19 buatan Oxford ciptakan respons imun pada lansia
Senin, 26 Oktober 2020 - 19:48 WIB
 Calon vaksin COVID-19 buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca Plc mampu memproduksi kekebalan t...
Google kucurkan  Rp11,7 miliar berantas hoaks di Indonesia
Senin, 26 Oktober 2020 - 18:18 WIB
Google melalui lembaga filantropis Google.org mengumumkan hibah 800.000 dolar AS atau sekitar Rp11,7...
WHO tangkal informasi menyesatkan COVID-19 lewat Wikipedia
Senin, 26 Oktober 2020 - 14:31 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupaya menangkal informasi menyesatkan tentang COVID-19 lewat Wik...
552 pekerja migran ilegal dipulangkan dari Malaysia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:19 WIB
Sebanyak 552 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dipulangkan dengan menggunakan pesawat carter dar...
137 OTG teridentifikasi positif COVID-19 di Xinjiang
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:31 WIB
Sedikitnya 137 orang tanpa gejala teridentifikasi positif COVID-19 di Daerah Otonomi Xinjiang pada M...
Bom bunuh diri di pusat pendidikan Kabul tewaskan 24 orang
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:47 WIB
ebuah bom bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di ibu kota Afghanistan, Kabul, menewaskan 24 orang ...
Infeksi corona meningkat, Jerman ingatkan lagi agar hindari kontak
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:23 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel pada Sabtu mengingatkan kembali masyarakat Jerman agar membatasi konta...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV