Kemenkes minta masyarakat waspadai leptospirosis, DBD dan malaria
Elshinta
Rabu, 23 September 2020 - 13:34 WIB |
Kemenkes minta masyarakat waspadai leptospirosis, DBD dan malaria
Nyamuk Aedes aegypti jantan pembawa bakteri Wolbachia dilepas di area percobaan kawasan perumahan di Singapura, Kamis (27/8/2020). Foto: Antara.

Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk waspada dengan munculnya penyakit malaria dan demam berdarah (DBD) yang dibawa oleh nyamuk dan leptospirosis yang ditularkan oleh tikus saat ancaman banjir selama musim penghujan serta dapat memunculkan berbagai penyakit.

"Yang sering diwaspadai (di Direktorat) Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (Kemenkes) itu ada tiga biasanya, yang utama biasanya setelah banjir, yaitu penyakit leptospirosis, kemudian yang jelas DBD itu meningkat ketika musim hujan. Kemudian malaria," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Direktorat Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Didik Budijanto melalui sambungan telepon kepada Kantor Berita Antara, Jakarta, Rabu (23/9).

Ia mengatakan, selama musim penghujan atau musim pancaroba datang, ada banyak penyakit yang dibawa oleh berbagai macam hewan. Dan tiga yang menjadi perhatian adalah penyakit demam berdarah (DBD) dan penyakit malaria yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti dan nyamuk anopheles betina, serta penyakit leptospirosis yang ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus.

"Ini yang semuanya tular vektor. Yang pertama vektor nyamuk, kedua leptospirosis ini adalah dari tikus. Ketiga itu yang kemungkinan sering terjadi," katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kemenkes berupaya terjun langsung ke lapangan bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat untuk mengingatkan masyarakat tentang perlunya melaksanakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup dan mendaur ulang tempat atau benda-benda yang dapat berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk-nyamuk.

"Plusnya adalah bisa dengan memberi abatisasi atau memberikan ikan kepala perak," katanya.

Kemudian, Kemenkes juga mengingatkan perlunya melaksanakan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) untuk memutus mata rantai hidup nyamuk-nyamuk tersebut.

"Itu untuk yang DBD dan juga malaria. Kenapa? Supaya tidak memberatkan kondisi pandemi kalau ada kasus COVID-19 di (daerah) situ," katanya.

Kemudian, untuk mengantisipasi kasus leptospirosis pascabanjir, Kemenkes tetap melaksanakan pemeriksaan kasus, mencoba menemukan kasus secara dini baik melalui laboratorium atau melalui penemuan atau penyelidikan epidemiologi.

Pemerintah melalui Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menghindari kemungkinan munculnya penyakit yang ditularkan oleh kencing tikus.

Selain dinilai penting untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit COVID-19, perilaku hidup bersih dan sehat, terutama dengan sering mencuci tangan dengan sabun, juga dianggap penting untuk mencegah penularan penyakit leptospirosis.

"Kalau harus bersih-bersih gorong-gorong atau got itu harus pakai sepatu bot supaya tidak terinfeksi. Apalagi kalau ada luka. Nah, itu yang harus hati-hati," demikian kata Didik. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
SAS Institute minta ormas Islam bantu sosialisasi vaksin COVID-19
Kamis, 22 Oktober 2020 - 15:27 WIB
Said Aqil Siroj Institute meminta ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membantu pemer...
Ini, gaya hidup sehat dan aktif untuk anak muda
Kamis, 22 Oktober 2020 - 12:50 WIB
Selain untuk memperbaiki suasana hati, gaya hidup sehat dan aktif juga dapat menjaga kesehatan tubuh...
Pemerintah rencanakan vaksinasi COVID-19 bagi 9,1 juta orang pada November
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:25 WIB
Pemerintah berencana melakukan vaksinasi COVID-19 pada 9,1 juta orang dengan kategori berisiko ting...
Presiden: Cegah kasus COVID-19 naik di libur panjang akhir Oktober
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:12 WIB
Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk mencegah terjadinya lonjakan kenaikan kasus penularan ...
Waspadai infeksi usus akibat Norovirus
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:57 WIB
Otoritas Kesehatan Tiongkok baru-baru ini menyampaikan terjadi kejadian luar biasa (KLB) baru yang ...
Cara pakai masker yang baik saat berolahraga di luar ruangan
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:24 WIB
Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) telah mengeluarkan rekomendasi tentang ting...
Total 19.921 pasien COVID-19 di Wisma Atlet sembuh
Minggu, 18 Oktober 2020 - 19:45 WIB
Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, mencatat jumlah pasien COVID-19 yang semb...
Kasus positif COVID-19 bertambah 4.105 dan sembuh 3.732 kasus
Minggu, 18 Oktober 2020 - 17:11 WIB
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi hingga A...
Penelitian: Orang berdarah O dan B lebih tahan COVID-19
Minggu, 18 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Dua penelitian terbaru menemukan bahwa orang dengan golongan darah O atau B memiliki risiko lebih re...
Kota Bandung sempat zona merah, camat ini gencar sosialisasi protokol kesehatan
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:27 WIB
Camat Sukajadi Agus Tb, Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/10) mengatakan penetapan Kota Bandung zona m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV