Mengapa pria bisa terkena infeksi saluran kemih?
Elshinta
Rabu, 23 September 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Mengapa pria bisa terkena infeksi saluran kemih?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/35ZELrV

Elshinta.com - Ternyata infeksi saluran kemih atau infeksi saluran kencing juga bisa dialami oleh pria. Saat seorang pria mengidap infeksi saluran kencing, akan muncul gejala seperti jadi lebih sering buang air kecil, sakit saat buang air kecil, sakit pada perut bagian bawah, urin keruh, urin mengandung darah, hingga demam. Pada beberapa kasus, infeksi saluran kencing juga bisa menyebabkan pembengkakan pada penis. 

ISK yang diidap laki-laki jarang disebabkan oleh hubungan intim. Penyebab infeksi saluran kencing pada pria adanya bakteri seperti Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan Staphylococcus yang masuk ke saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih melalui penis. 

Normalnya, bakteri keluar bersama urine saat buang air kecil, tetapi bakteri yang tersisa menimbulkan infeksi. Dihimpun dari berbagai sumber, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko pria mengalaminya, yaitu: 

Berusia di atas 50 tahun
ISK pada laki-laki lebih sering terjadi pada usia yang lebih tua. Salah satu alasannya adalah laki-laki yang lebih tua berisiko mengembangkan pembesaran kelenjar non-kanker di prostat yang disebut benign prostatic hyperplasia. 

Masalah prostat
Kelenjar prostat adalah kelenjar sebesar buah kenari yang berada di bawah kandung kemih, mengelilingi uretra. Adanya infeksi saluran kemih dapat terjadi bila kelenjar prostat membesar dan menekan uretra, sehingga kandung kemih tidak bisa kosong total. Endapan urin yang tertinggal bisa menjadi tempat subur bagi bakteri untuk berkembang biak. 

Tidak disunat 
Infeksi saluran kencing juga rentan terjadi pada pria yang tidak disunat dan pria yang tidak menjaga kebersihan organ intimnya. 

Operasi saluran kemih
Pria yang pernah melakukan operasi saluran kemih maka akan rawan terkena infeksi saluran kencing.

Seks anal
Pria yang melakukan hubungan seks anal akan membuat uretra mudah dimasuki bakteri. Sehingga risiko terkena infeksi saluran kencing pun tinggi.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3hS7aCl

Menggunakan kateter
Dimasukkannya kateter ke dalam uretra bisa saja membawa bakteri, terutama jika kateter dibiarkan selama beberapa hari.

Uretra yang menyempit
Sering terjadinya peradangan pada uretra (uretritis) dapat menimbulkan parut pada uretra (penyempitan uretra). Dulu, penyempitan biasanya lebih sering diakibatkan oleh penyakit akibat hubungan seksual, seperti gonore. Sekarang ini, lebih banyak diakibatkan oleh trauma dari kateter atau peralatan yang digunakan untuk mengevaluasi atau menangani masalah urologi.

Dehidrasi
Tidak minum cukup cairan atau kurangnya asupan cairan bisa mengakibatkan tingginya konsentrasi urin (pekat) yang memungkinkan timbulnya infeksi saluran kemih.

Selain itu, pria yang mengidap batu ginjal, diabetes, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit HIV atau kemoterapi,tidak bergerak untuk waktu yang lama, mengidap inkontinensia tinja, terjadi iritasi akibat zat kimia yang terkandung di dalam sabun atau spermisida (metode kontrasepsi) juga termasuk yang rawan terkena risiko infeksi saluran kencing.

Bila pria merasakan gejala yang mengganggu saat buang air kecil, sebaiknya diskusikan saat gejalanya baru muncul beberapa hari. Sebab penyakit yang dilakukan penanganan lebih awal biasanya lebih mudah untuk diobati. 

Infeksi saluran kemih pada pria bisa terjadi berulang jika penyebab dan faktor risikonya tidak segera diatasi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah pencegahan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
SAS Institute minta ormas Islam bantu sosialisasi vaksin COVID-19
Kamis, 22 Oktober 2020 - 15:27 WIB
Said Aqil Siroj Institute meminta ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membantu pemer...
Ini, gaya hidup sehat dan aktif untuk anak muda
Kamis, 22 Oktober 2020 - 12:50 WIB
Selain untuk memperbaiki suasana hati, gaya hidup sehat dan aktif juga dapat menjaga kesehatan tubuh...
Pemerintah rencanakan vaksinasi COVID-19 bagi 9,1 juta orang pada November
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:25 WIB
Pemerintah berencana melakukan vaksinasi COVID-19 pada 9,1 juta orang dengan kategori berisiko ting...
Presiden: Cegah kasus COVID-19 naik di libur panjang akhir Oktober
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:12 WIB
Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk mencegah terjadinya lonjakan kenaikan kasus penularan ...
Waspadai infeksi usus akibat Norovirus
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:57 WIB
Otoritas Kesehatan Tiongkok baru-baru ini menyampaikan terjadi kejadian luar biasa (KLB) baru yang ...
Cara pakai masker yang baik saat berolahraga di luar ruangan
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:24 WIB
Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) telah mengeluarkan rekomendasi tentang ting...
Total 19.921 pasien COVID-19 di Wisma Atlet sembuh
Minggu, 18 Oktober 2020 - 19:45 WIB
Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, mencatat jumlah pasien COVID-19 yang semb...
Kasus positif COVID-19 bertambah 4.105 dan sembuh 3.732 kasus
Minggu, 18 Oktober 2020 - 17:11 WIB
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi hingga A...
Penelitian: Orang berdarah O dan B lebih tahan COVID-19
Minggu, 18 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Dua penelitian terbaru menemukan bahwa orang dengan golongan darah O atau B memiliki risiko lebih re...
Kota Bandung sempat zona merah, camat ini gencar sosialisasi protokol kesehatan
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:27 WIB
Camat Sukajadi Agus Tb, Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/10) mengatakan penetapan Kota Bandung zona m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV