Sri Mulyani perkirakan ekonomi 2020 tumbuh minus 1,7-minus 0,6 persen
Elshinta
Selasa, 22 September 2020 - 14:47 WIB |
Sri Mulyani perkirakan ekonomi 2020 tumbuh minus 1,7-minus 0,6 persen
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto: Antara.

Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan pihaknya melakukan revisi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2020 dari semula minus 1,1 persen hingga 0,2 persen menjadi minus 1,7 persen sampai minus 0,6 persen.

“Kementerian Keuangan melakukan revisi forecast pada September ini yang sebelumnya kita memperkirakan untuk tahun ini minus 1,1 hingga positif 0,2 kemudian forecast terbaru kita adalah kisaran minus 1,7 hingga minus 0,6 persen,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (22/9).

Sri Mulyani menyatakan hal itu menandakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III mendatang akan berada dalam teritori negatif sedangkan kuartal IV mendekati nol persen.

“Kita upayakan kuartal IV untuk bisa mendekati nol persen atau positif,” ujar Sri Mulyani, dikutip Antara.

Ia menjelaskan pada kuartal III dari sisi konsumsi RT dan LNPRT masih diperkirakan berada di zona kontraksi yaitu minus 3 hingga 1,5 persen dengan total outlook 2020 di kisaran kontraksi 2,1 hingga minus 1 persen.

Kemudian untuk konsumsi pemerintah pada kuartal III diperkirakan mengalami mengalami pertumbuhan positif yang sangat tinggi yaitu 9,8 persen hingga 17 persen karena adanya akselerasi belanja.

“Untuk keseluruhan tahun kita ada antara di positif 0,6 persen hingga 4,8 persen untuk konsumsi pemerintah. Jadi pemerintah sudah melakukan all out melalui kebijakan belanja atau ekspansi fiskalnya untuk counter cyclical,” katanya.

Di sisi lain, PMTB pada kuartal III diperkirakan masih dalam posisi yang cukup berat yaitu minus 8,5 persen hingga minus 6,6 persen sehingga untuk keseluruhan tahun diprediksikan minus 5,6 persen hingga minus 4,4 persen.

Untuk ekspor pada kuartal III masih dalam kisaran antara negatif 13,9 persen hingga negatif 8,7 persen sehingga secara keseluruhan tahun akan kontraksi antara minus 9 persen hingga minus 5,5 persen.

Kemudian dari sisi impor pada kuartal III diperkirakan berada dalam zona negatif antara 26,8 persen hingga 16 persen sehingga untuk keseluruhan tahun akan terkontraksi lebih dalam yaitu minus 17,2 persen hingga sampai minus 11,7 persen.

“Keseluruhan tahun 2020 proyeksi kami di Kementerian Keuangan adalah antara minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen. Kalau kita lihat kontribusi dari negatif dua-duanya ini terbesar adalah dari investasi konsumsi dan ekspor kita,” kata Sri Mulyani.

Sementara untuk tahun depan, Sri Mulyani menuturkan tetap menggunakan prediksi sesuai dengan RAPBN 2021 yakni antara 4,5 persen hingga 5,5 persen dengan forecast titiknya di 5 persen.

Meski demikian Sri Mulyani menekankan bahwa realisasi terhadap semua proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut akan bergantung pada perkembangan kasus COVID-19.

“Sangat tergantung bagaimana perkembangan kasus COVID-19 dan bagaimana ini akan mempengaruhi aktivitas ekonomi,” tegasnya. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wapres jelaskan PEN dan UU Ciptaker bukti keberpihakan Pemerintah pada UMKM
Selasa, 20 Oktober 2020 - 13:26 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengatakan, Pemerintah berkomitmen pada pemberdayaan usaha mikro, kecil d...
Rupiah hari ini diprediksi bergerak datar cenderung melemah
Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:36 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (20/10), diprediksi berge...
IHSG berpotensi melemah, pelaku pasar masih `wait and see`
Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/10) pagi berpotensi melema...
Hari ini, IHSG ditutup menguat 0,45% ke 5.126 
Senin, 19 Oktober 2020 - 17:11 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 22,91 poin atau naik 0,45% ke 5.126.330 pada penutupan pe...
Senin sore, rupiah ditutup melemah 0,07% ke Rp14.708 per dolar AS 
Senin, 19 Oktober 2020 - 16:27 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot tak mampu keluar dari tekanan hingga akhir perdagangan hari ini. Se...
Tengah hari, rupiah spot melemah 0,16% ke Rp14.722 per dolar AS
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:48 WIB
Rupiah spot terus melemah pada siang hari ini, Senin (19/10). Pukul 11.48 WIB, rupiah spot ada di Rp...
PT Len selesaikan pembangunan sistem persinyalan KA jalur lintas Makassar-Parepare
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:12 WIB
PT Len Industri (Persero) tengah menyelesaikan pembangunan sistem persinyalan dan telekomunikasi jal...
Pendapatan negara hingga September 2020 capai Rp1.159 triliun
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:47 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan realisasi pendapatan negara hingga 31 September 2...
IHSG menguat 0,14% ke 5.110 pada sesi I hari ini 
Senin, 19 Oktober 2020 - 12:25 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 7,27 poin atau 0,14% ke 5.110,63 pada akhir perdagangan s...
Rupiah berpeluang menguat seiring optimisme terhadap stimulus AS
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:11 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menguat seiring o...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV