Apa saja penyebab kerutan di wajah pria?
Elshinta
Senin, 21 September 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Apa saja penyebab kerutan di wajah pria?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ZSHpf0

Elshinta.com - Kulit kendur dan berkerut akan muncul seiring dengan bertambahnya usia. Meskipun pria memiliki kulit yang lebih tebal dari wanita, bukan berarti pria akan terbebas dari kerutan. 

Keriput lebih banyak menyerang pria. Banyak pria yang memiliki kerutan pada wajah di usia muda. Kerutan wajah ditandai dengan munculnya garis-garis halus, misalnya di area dahi, bawah mata, atau dagu. 

Pria yang memiliki wajah keriput sebelum waktunya akan membuat rasa percaya diri menurun, penampilan maksimal pun menjadi terasa biasa-biasa saja. 

Untuk mencegah dan memperlambat munculnya kerutan, harus tahu berbagai hal yang menyebabkan kondisi kulit yang mengendur ini. Dihimpun dari berbagai sumber, berbagai hal yang menjadi penyebabnya:

Terpapar sinar matahari
Sinar matahari adalah penyebab wajah berkerut nomor satu. Sinar ultraviolet UVA dan UVB dapat merusak kulit sama seperti luka bakar. Jika terus terpapar sinar matahari, serat kolagen yang ada di bawah kulit akan pecah dan tidak dapat menjaga kekenyalan kulit. Akibatnya, kulit jadi mengendur dan memunculkan garis-garis halus.

Merokok
Merokok tidak hanya merusak organ vital, seperti paru-paru atau jantung, tapi juga merusak kulit. Pria yang merokok, pasti memiliki garis wajah yang lebih banyak dan lebih dalam dibanding pria yang tidak merokok. Asap rokok dan zat kimia yang terkandung pada rokok bisa membuat kulit kering, berubah warna, dan memperparah kerutan pada wajah.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Hk0D6Y

Hormon
Perubahan hormon memainkan peran penting pada kondisi kulit. Semakin bertambah tua, hormon di dalam tubuh mengalami perlambatan produksi, salah satunya hormon testosteron.Berkurangnya jumlah hormon testosteron mengakibatkan berkurangnya elastisitas kulit. Kulit jadi mengendur dan memunculkan garis-garis halus di wajah.

Warna kulit
Melanin adalah pigmen yang memberi warna kulit. Selain itu, pigmen ini juga membantu melindungi kulit dari sinar matahari. Orang yang berkulit gelap memiliki lebih banyak melanin, menandakan mereka lebih terlindungi dari sinar matahari dibandingkan orang yang berkulit terang.

Kehilangan lemak wajah
Lemak subkutan terletak di bawah permukaan kulit. Orang yang memiliki lebih banyak lemak di bagian wajahnya, lebih terlihat baby face dibandingkan orang yang kurus. 

Seiring bertambahnya usia, jumlah lemak subkutan di bawah permukaan kulit akan berkurang. Kehilangan lemak wajah ini bisa membuat kulit mengendur dan keriput.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3cp1Qp6

Ekspresi wajah
Di sekitar wajah ada banyak otot yang menahan kekencangan kulit. Selain faktor usia, ekspresi wajah juga memengaruhi otot wajah. Ekspresi wajah membuat otot harus berkontraksi dan menarik kulit. Jika sering memasang wajah cemberut atau mengerutkan dahi, garis halus pada wajah akan lebih cepat muncul.

Keturunan
Selain faktor umur, kerutan kulit juga bisa diwariskan dari keluarga. Jika keluarga cenderung memiliki kerutan di usia yang lebih muda, juga memiliki risiko besar dengan kondisi kulit ini. Meskipun tidak dapat mengubah gen atau warna kulit, kerutan pada wajah bisa diperlambat dengan perawatan kulit dan menerapkan gaya hidup sehat.


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
SAS Institute minta ormas Islam bantu sosialisasi vaksin COVID-19
Kamis, 22 Oktober 2020 - 15:27 WIB
Said Aqil Siroj Institute meminta ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membantu pemer...
Ini, gaya hidup sehat dan aktif untuk anak muda
Kamis, 22 Oktober 2020 - 12:50 WIB
Selain untuk memperbaiki suasana hati, gaya hidup sehat dan aktif juga dapat menjaga kesehatan tubuh...
Pemerintah rencanakan vaksinasi COVID-19 bagi 9,1 juta orang pada November
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:25 WIB
Pemerintah berencana melakukan vaksinasi COVID-19 pada 9,1 juta orang dengan kategori berisiko ting...
Presiden: Cegah kasus COVID-19 naik di libur panjang akhir Oktober
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:12 WIB
Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk mencegah terjadinya lonjakan kenaikan kasus penularan ...
Waspadai infeksi usus akibat Norovirus
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:57 WIB
Otoritas Kesehatan Tiongkok baru-baru ini menyampaikan terjadi kejadian luar biasa (KLB) baru yang ...
Cara pakai masker yang baik saat berolahraga di luar ruangan
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:24 WIB
Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) telah mengeluarkan rekomendasi tentang ting...
Total 19.921 pasien COVID-19 di Wisma Atlet sembuh
Minggu, 18 Oktober 2020 - 19:45 WIB
Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, mencatat jumlah pasien COVID-19 yang semb...
Kasus positif COVID-19 bertambah 4.105 dan sembuh 3.732 kasus
Minggu, 18 Oktober 2020 - 17:11 WIB
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi hingga A...
Penelitian: Orang berdarah O dan B lebih tahan COVID-19
Minggu, 18 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Dua penelitian terbaru menemukan bahwa orang dengan golongan darah O atau B memiliki risiko lebih re...
Kota Bandung sempat zona merah, camat ini gencar sosialisasi protokol kesehatan
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:27 WIB
Camat Sukajadi Agus Tb, Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/10) mengatakan penetapan Kota Bandung zona m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV