IKASA UNJ: Pelajaran sejarah disampaikan atas nama NKRI, jangan diotak-atik 
Elshinta
Minggu, 20 September 2020 - 14:10 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
IKASA UNJ: Pelajaran sejarah disampaikan atas nama NKRI, jangan diotak-atik 
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Polemik terus bergulir terkait rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan melakukan menyederhanaan Kurikulum 2013 yang berimbas pada Mata Pelajaran (Mapel) Sejarah di jenjang SMA dan SMK. Ikatan Alumni Sejarah dan Antropologi (IKASA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pun bersuara menyatakan penolakan rencana kementerian yang dipimpin Nadiem Makarim tersebut.

IKASA UNJ sebagai organisasi yang mewadahi sebagian besar guru-guru sejarah Alumni UNJ menolak dengan tegas mata pelajaran sejarah hanya sebagai mata pelajaran pilihan.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi elshinta.com, Minggu (20/9), Ketua IKASA Nicolo Machia Fely, S.Pd menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk tidak mengotak-atik Mapel Sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah dan diberlakukan sebagai Mata Pelajaran “wajib’ jenjang SMA dan SMK.

"Sejarah disampaikan kepada setiap generasi bangsa ini untuk dan atas nama Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai dan pertahankan,” ujar Nicolo. 

Menurutnya, Sejarah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat dipisahkan. Sejarah adalah akarnya Republik Indonesia dan merupakan dalil dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Lahirnya NKRI diilhami munculnya kesadaran sejarah dan kesadaran kebangsaan dari Para Pendiri Republik, disamping romantisme kejayaan masa lalu seperti era Sriwijaya dan Majapahit.

“Betapa pentingnya sejarah, bisa dicermati dari dua pidato tokoh besar Republik ini yang sangat fundamental dan fenomenal,” jelasnya.

Ia menambahkan, mempelajari sejarah adalah kewajiban setiap generasi di Republik ini tanpa terkecuali. Tidak ada alasan dengan dalil apapun yang dapat diterima Mapel Sejarah digeser menjadi Mapel “pilihan” di SMA dan “dihapuskan” di SMK, sebab mempelajari sejarah Indonesia adalah kewajiban setiap generasi sebagai pembentukan karakter bangsa, persatuan nasional, dan nilai-nilai kebangsaan.

“Mengesampingkan Mapel Sejarah di kurikulum pendidikan nasional, tanpa disadari justru mengoyak akarnya NKRI (seperti hendak meruntuhkan NKRI),” tandasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Direktur WAMY Indonesia minta guru kreatif jalankan pembelajaran daring
Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:36 WIB
Pandemi Covid 19 yang hingga kini belum berakhir hal ini berdampak pembelajaran jarak jauh masih tet...
 Satgas Pamtas Yonif 125 ajarkan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi SD YPK Toray
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:11 WIB
Pentingnya mengajarkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air kepada anak-anak sejak dini, Satg...
Dapat ijin Satgas Covid 19, Universitas Majalengka gelar wisuda secara luring
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:27 WIB
Lebih dari 700 Mahasiswa Universitas Majalengka mengikuti proseai wisuda Sarjana dan Magister tahun ...
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITN Malang gelar Semsima 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 15:28 WIB
Untuk kali ke tiga Institut Tehnologi Nasional (ITN) Malang, Fakultas Tehnik Sipil dan Perencanaan k...
Inovasi serius ditengah pandemi, Pesantren Darul Falah produksi masker
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:37 WIB
Ditengah pandemi Covid-19 Pesantren Darul Falah Cisalak Subang, Jawa Barat berinovasi serius mengemb...
Kemenag siapkan bantuan Rp1,178 triliun untuk PJJ Pendidikan Agama
Jumat, 23 Oktober 2020 - 17:27 WIB
Kementerian Agama akan segera menyalurkan bantuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk Pendidikan Aga...
Menaker: Perguruan tinggi bisa dampingi para pencari kerja 
Jumat, 23 Oktober 2020 - 13:57 WIB
Perguruan tinggi diharapkan dapat berperan secara aktif dalam memberikan pendampingan bagi masyaraka...
Kepala sekolah harus miliki inisiatif dalam pengelolaan sekolah
Jumat, 23 Oktober 2020 - 12:53 WIB
Kepala sekolah harus memiliki inisiatif dalam mengelola sekolah. Karena kepala sekolah mempunyai f...
Peringati Hari Santri, Pemprov Jateng berikan penghargaan 15 duta ponpes 
Jumat, 23 Oktober 2020 - 11:58 WIB
Sebanyak 15 duta pondok pesantren di Jawa Jawa Tengah mendapat penghargaan dari Wakil Gubernur Jawa ...
Santri berperan besar dalam menekan penyebaran Covid-19
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:55 WIB
Pondok pesantren memiliki budaya sendiri. Oleh sebab itu dalam menangani sebaran Covid-19 di pondok ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV