Mengapa pria bisa meninggalkan wanita meskipun masih cinta? Ini alasannya
Elshinta
Jumat, 18 September 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Mengapa pria bisa meninggalkan wanita meskipun masih cinta? Ini alasannya
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RCAouf

Elshinta.com - Tidak hanya wanita, pria juga termasuk makhluk yang susah ditebak. Meskipun banyak yang bilang bahwa pria itu lebih simpel dibanding wanita, tapi untuk urusan cinta, pria sama misteriusnya dengan wanita. Tidak bisa mengetahui apa isi pikiran dan hatinya.

Cinta bukan satu-satunya alasan yang bisa membuat seorang pria bertahan.Terkadang pria menyimpan sendiri alasan mengapa meninggalkan wanita yang masih dicintainya. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut alasannya: 

Tidak dihargai
Salah satu insting dasar seorang pria adalah pencarian akan harga diri dan apresiasi. Apresiasi merupakan alasan terpenting seorang pria untuk tinggal, bukan semata karena faktor fisik.

Apresiasi yang diinginkan pria tidak hanya ucapan terima kasih saat berbuat baik pada pasanganya. Tapi juga dalam bentuk menghargai setiap mimpi, misi,visi hidup, dan bagaimana caranya menjalani hidup. 

Saat seorang pria merasa tidak dihargai, dikritisi dan diremehkan, maka ia akan merasa gagal dan memutuskan untuk pergi meskipun masih cinta.

Tidak bisa membahagiakan pasangannya
Saat seorang pria bisa membuat kekasihnya bahagia, perasaan tersebut mampu menaikkan harga dirinya. Poin ini berhubungan dengan insting dasar pria yang haus akan apresiasi. Saat pasangannya tidak menghargai usahanya tersebut, pria menjadi kecewa dan merasa tidak cukup baik bagi pasangannya.

Tertekan
Sebuah hubungan memang tidak selalu berjalan mulus. Ada kecemburuan, berbeda pendapat, berdebat karena suatu hal adalah hal yang wajar terjadi. 

Namun jika berhubungan dengan pasangannya malah membuat pria merasa tertekan, bisa jadi hal itu akan menjadi alasan untuk pergi untuk menghindari emosi dan suasana negatif.

Berhenti memperbaiki diri 
Hidup terus berputar, sudah wajar jika mengalami perubahan baik fisik, mental, dan spiritual. Pria sebenarnya tidak mempermasalahkan kerutan di wajah pasangannya atau tubuh yang melar setelah melahirkan, dan lain-lain. 

Pria hanya ingin pasangannya terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, dari segi fisik, mental, dan spiritual. Jika pasangannya berhenti memperbaiki diri, maka bisa jadi ia memilih pergi.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ZOInZG

Perbedaan tujuan hidup
Pria cenderung melihat ke depan untuk menjalani hubungan asmara. Cinta saja tidak cukup kalau tidak memiliki visi dan misi yang sesuai dengan tujuannya. 

Meskipun berbeda karakter, tapi jika ingin hubungan langgeng maka tujuan hidup harus disamakan dan dilebur menjadi satu visi. Jika di tengah jalan, berbeda arah kemungkinan besar pria akan meninggalkan pasangannya walau masih mencintai.

Tidak dipedulikan
Seperti halnya wanita, pria juga tidak suka bila diacuhkan atau tidak dipedulikan pasangannya. Saat wanita terlalu sibuk dan tidak mempedulikan pasangannya, maka ia akan berpikir untuk apa kehadirannya jika sudah tidak dipedulikan lagi. Maka pria pun akan pergi meninggalkannya.

Terkurung
Biasanya dalam menjalankan hubungan, banyak melakukan segalanya bersama, dan kebebasan  pun menjadi berkurang. Menjaga kebebasan masing-masing juga penting untuk hubungan yang sehat.

Banyak pria yang tidak suka jika kebebasannya dibatasi. 
Jika wanita selalu mengatur hidup pasangannya dan membatasi keinginannya, maka pria akan merasa terpenjara atau terkurung.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3hJpk9t

Berubah
Seiring berjalan waktu kebersamaan, karakter asli masing-masing akan mulai terlihat dan pasangannya mulai berubah. Walaupun tidak ada manusia yang sempurna, tidak semua pria bisa menerima perubahan yang terjadi pada pasangannya.

Dibanding-bandingkan
Saat wanita terlalu banyak berbicara tentang hubungan masa lalunya, itu akan menghancurkan hubungan yang dijalin saat ini. Pria akan jengkel jika wanita membandingkannya dengan pria lain. 

Pria akan merasa pasangan tak menghargainya jika membandingkan dengan pria lain, apalagi dengan mantan. Masa lalu tidak bisa bersaing dengan masa depan sebab ego laki-laki itu sangat sensitif. 

Terintimidasi
Terkadang, pria merasa mereka harus berkuasa dan memiliki kekuatan dalam suatu hubungan. Jika wanita mereka memiliki kekuasaan yang lebih besar, pria terkadang merasa seolah peran mereka tidak cukup memadai dalam hubungan itu, dan merasa terintimidasi oleh peran wanitanya.

Bosan
Pria biasanya bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Pria biasanya suka kejutan dan ingin kehidupan yang lebih berwarna.

Kehilangan jati diri
Cinta memang bisa membawa seseorang pada perubahan yang lebih baik. Namun, bukan berarti pria harus berpura-pura menjadi orang lain hanya untuk tetap bersama wanita pujaannya. 

Pria ingin menjadi dirinya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain yang mengubahnya. Pria akan segera meninggalkan pasangannya karena merasa bahwa ia tidak akan pernah jadi sosok yang diinginkan.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3mrmOrQ

Terlalu mengatur 
Bukan berarti pria tak bisa menerima kritik, tapi pria tak akan suka dengan wanita yang terlalu banyak omong dan mengatur banyak hal. Menghadapi wanita cerewet membuatnya tak nyaman, dan merasa tak dihargai. Apalagi jika pasangannya posesif dan tidak memberikannya ruang untuk bergerak.

Kurangnya kemesraan
Sama seperti wanita, pria menginginkan keintiman, kemesraan dan kedekatan. Selain komunikasi, ikatan cinta juga bisa terjalin karena adanya keintiman di antara kedua pasangan. 

Bila intimasi tersebut hilang, pria tidak memiliki alasan untuk tetap mempertahankan hubungannya. Pria akan mudah meninggalkan wanita yang dicintainya jika ia tak merasa ada chemistry.

Pasrah dengan hubungan
Hubungan yang sehat membutuhkan komitmen dan perjuangan. Tidak bisa bisa hanya mengandalkan satu orang saja untuk berusaha menjalani hubungan disaat pihak lainnya hanya diam menunggu.

Bila pasangannya tidak lagi menunjukan usaha untuk tetap bersama, pria akan berpikir untuk mencari wanita lain yang akan memperjuangkannya pula.

Banyak berkorban
Menjalani hubungan dengan orang yang dicintai tentu saja menjadi kebahagiaan setiap orang. Tapi jika harus mengorbankan banyak hal untuk tetap bersama, akan membawa dampak negatif bagi hubungan. Hubungan yang tidak sehat, bila dipaksakan bisa jadi masing-masing hanya saling menyakiti.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
IDI: Peningkatan penyakit tidak menular mengancam Indonesia
Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:39 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng Mohammad Faqih mengemukakan, Indon...
Hari Dokter Nasional, momentum warga bantu paramedis tangani COVID-19 
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin menyatakan peringata...
Osteoporosis bukan hanya disebabkan kekurangan kalsium
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:54 WIB
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk dr Karina Besinga SpO...
Cegah Covid-19, manajemen dirikan tenda darurat di halaman parkir RSUD dr Soedarso
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:47 WIB
Mengantisipasi membludaknya pasien di ruang IGD dan mencegah penularan Covid-19 di lingkungan rumah ...
Bupati Lebak tutup lokasi wisata saat liburan panjang
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:38 WIB
Bupati Lebak, Provinsi Banten Iti Octavia Jayabaya menyatakan menutup seluruh lokasi tujuan wisata...
Luncurkan Program \
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:37 WIB
Luncurkan Program \"Manuto Yo Mas\", RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus diminta tak hanya pamer di medsos.
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang gencar sasar hingga Puskesmas
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:28 WIB
Untuk mencegah penyebaran kasus Covid 19 di Kabupaten Subang, Jawa Barat dilakukan penyisiran sampai...
Ustadz Yusuf Mansur: Hadapi pandemi COVID-19 bukan sebagai beban
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 10:52 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur`an, Ustadz Yusuf Mansur mengatakan, para santri dan pengurus di...
Satgas COVID-19: Patuh 3M bisa akhiri pandemi!
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 08:45 WIB
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Dr Sonny B. Harmadi mengatakan, patuh memakai maske...
Anggota DPR dorong Kemenkes beri vaksin COVID-19 gratis
Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:27 WIB
Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar mendorong Kementerian Kesehatan untuk membiayai vaksin COVID-19 a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV