Fakta tentang kesuburan wanita yang perlu diketahui
Elshinta
Rabu, 09 September 2020 - 10:06 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Fakta tentang kesuburan wanita yang perlu diketahui
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/35pHTN8

Elshinta.com - Mendapatkan anak berhubungan dengan kesuburan atau fertilitas seseorang. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kesuburan seseorang, mulai dari gaya hidup hingga genetika. Ada banyak kesalahpahaman tentang kesuburan dan pembuahan.

Banyaknya kabar tentang kesuburan dan kehamilan terkadang sulit dibedakan, mana yang benar-benar fakta dan mana yang hanya mitos belaka. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini fakta seputar kesuburan wanita:

Hamil di atas usia 30
Faktanya, kesuburan mulai menurun dengan cepat di usia 27 atau 28 tahun. Menjelang usia 35 tahun, semakin kecil pula peluang seseorang untuk hamil. Peluangnya hanya lima persen per siklus. 

Rata-rata wanita sehat yang berusia 40 tahun hanya memiliki 5% kesempatan untuk hamil. Jadi, jika wanita sudah berusia di atas 36 dan sudah mencoba selama 6 bulan, maka perlu saran medis dari dokter. Namun, tidak bisa ditarik kesimpulan yang sama pada semua orang, sebab kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda.

Peluang kehamilan semakin kecil karena berbagai faktor, termasuk konsumsi alkohol, kafein, dan nikotin, serta gangguan organ reproduksi seperti endometriosis dan sindrom ovarium polikistik. 

Siklus haid lancar berarti subur
Siklus haid normal berlangsung selama 28 hari. Jika terlambat 1-2 hari, masih normal. Tetapi jika berbeda-beda setiap bulannya, keadaan menstruasi dapat menunjukkan apa yang sedang terjadi dengan Kesehatan seseorang. 

Bila perubahan siklus ini tergolong ringan, mungkin hanya kekurangan estrogen. Tetapi jika sangat berat, bisa jadi tidak cukup progesteron untuk menyeimbang estrogen. Selain itu, menstruasi yang menyakitkan mungkin merupakan tanda endometriosis yang menyebabkan pembuahan terjadi lebih sulit.
 
Vitamin D dan dampak pada kesuburan
Kekurangan vitamin tertentu dapat mengurangi peluang terjadinya pembuahan. Idealnya, orang dewasa memerlukan 600 IU vitamin D per hari. Tetapi jumlah ini bervariasi, tergantung kondisi kesehatan seseorang. Lebih baik konsultasi dengan dokter agar mendapatkan dosis vitamin D yang tepat.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3ibwPHj

Orgasme berarti sperma berhasil mencapai sel telur
Orgasme tidak memengaruhi peluang terjadinya pembuahan. Teori bahwa orgasme membantu menarik sperma ke dalam rahim yang berkrontraksi, telah dibantah oleh berbagai penelitian. 

Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara orgasme dan pembuahan. Sebenarnya sperma bisa hidup dalam saluran reproduksi selama berhari-hari, baik itu wanita mengalami orgasme ataupun tidak.

Bercinta tiap hari tingkatkan peluang kehamilan
Memaksakan hubungan seks setiap hari, justru bisa menimbulkan rasa tertekan bagi kedua belah pihak. Bukannya menikmati, justru jadi siksaan. 

Bercinta tiap hari tidak meningkatkan peluang kehamilan, bahkan beberapa penelitian mengatakan bercinta tiap hari malah memperkecil peluang. Sebabnya, sperma butuh waktu minimal 2 hari agar matang setelah diproduksi.

Ovulasi terjadi kira-kira 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya. Jadi, manfaatkan masa subur ini dengan berhubungan seks setiap dua atau tiga hari sekali dimulai pada 18 hari sebelum menstruasi berikutnya.

Pil KB membuat kurang subur
Banyak wanita berpikir bahwa ketika mereka menghentikan mengonsumsi pil KB, akan memakan waktu 6 sampai 12 bulan agar siklus menstruasi menjadi normal kembali. Ketika siklus menstruasi belum kembali, mereka berpikir bahwa kehamilan pun kecil kemungkinan untuk terjadi.

Pil KB memang dapat mencegah kehamilan. Namun, ketika wanita menghentikan mengonsumsi pil KB, siklus menstruasinya pun perlahan-lahan akan kembali normal.Pada penelitian yang melibatkan 200 wanita yang mengonsumsi pil KB selama setahun, 40% mengalami menstruasi dan hamil setelah satu bulan mereka berhenti mengonsumsi pil KB. 

Wanita yang belum mengalami siklus menstruasi dalam 3 bulan setelah berhenti mengonsumsi pil KB akan dievaluasi terlebih dahulu apakah ada masalah yang mempengaruhi produksi telur.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2R3MkVM

Hamil itu mudah
Faktanya, untuk terjadi pembuahan tidak semudah itu. Pada pasangan yang subur, peluang terjadinya pembuahan hanya sekitar 25% setiap siklusnya, dan mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. 

Proses sperma yang harus melewati tuba fallopi untuk sampai pada sel telur memang tidak mudah. Faktor lain yang memengaruhi proses pembuahan adalah waktu saat melakukan hubungan seksual, atau pengobatan tertentu yang sedang dijalani.

Melakukan pengobatan kesuburan setelah setahun menikah 
Berdasarkan pendapat dokter-dokter di Amerika, ketidaksuburan bukan didefinisikan dengan tidak terjadi pembuahan selama setahun meski telah berhubungan seksual terus-menerus. Sepasang suami-istri tidak perlu menunggu setahun untuk mendapat evaluasi atas kehamilan yang belum juga terjadi.

Suhu tubuh dan peluang kehamilan
Memonitor suhu tubuh memang menjadi cara wanita untuk mengetahui kesuburan. Namun, untuk melakukan hubungan seksual tidaklah harus menunggu sampai tubuh naik. 

Peluang terbaik wanita untuk hamil adalah ketika melakukan hubungan seksual sebelum masa ovulasi, proses ketika sel telur matang dilepaskan.

Obat penyubur yang mahal dapat membantu kesuburan
Menurut penelitian, bukti yang mendukung vitamin mahal dapat memberikan kesuburan masih lemah. Berkonsultasi ke dokter menjadi saran utama setelah mencoba berbagai cara. Dokter akan tahu apa akar permasalahannya, sehingga bisa diobati.

Dapat anak kembar dari pengobatan kesuburan
Pada umumnya wanita yang berhasil melakukan pengobatan kesuburan memiliki anak satu. Namun, memang ada kemungkinan terjadi anak kembar, bahkan kembar tiga. Hal ini disebabkan karena pemindahan beberapa embrio ke rahim untuk meningkatkan kesuksesan pengobatan.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3i7fxeh

Obesitas mempersulit hamil
Obesitas membuat kemungkinan hamil berkurang. Pada wanita, obesitas mengganggu sistem metabolik yang membuat hormon terganggu, dan menyebabkan terjadinya gangguan ovulasi.

Kehamilan tak akan datang setelah 5 tahun pernikahan
Penelitian membuktikan setiap pasangan memiliki kemungkinan 1 hingga 3 persen memiliki anak, meskipun sudah melewati 5 tahun masa pernikahan. Hal yang sama juga berlaku pada pasangan yang infertil dan tidak pernah melakukan pengobatan.

Statistik menunjukkan 30 persen pasangan akan berhasil hamil pada bulan pertama pernikahan. Persentase akan semakin menurun namun dihitung secara akumulatif yang membuat persentase tetap pada angka 3 persen setelah melewati 24 bulan pernikahan.

Sel telur wanita semakin berkurang seiring usia
Penelitian membuktikan wanita memiliki kurang lebih 700.000 sel telur ketika baru lahir. Jumlah sel telur akan berkurang seiring bertambahnya umur, terutama setelah pubertas. Setiap haid, wanita membuang 1.000 sel telur dan di usia 35 tahun, hanya ada kurang lebih 25.000 sel telur yang tersisa.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pendidikan kesehatan seksual reproduksi di keluarga pondasi pemenuhan HKSR
Senin, 06 September 2021 - 21:11 WIB
Hampir dua tahun, Indonesia masih terus berjuang mengakhiri pandemi Covid-19.
YKI harapkan wanita di Langkat ikut iva test 
Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:13 WIB
Ketua Pengurus  Cabang Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Tiorita, m...
Julie Sutrisno: PMT di Desa Model tidak hanya ibu hamil
Rabu, 18 Agustus 2021 - 16:47 WIB
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Model yang ada di NTT tidak hanya pada ibu hamil, tetapi di...
Seluk beluk vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil
Minggu, 08 Agustus 2021 - 12:46 WIB
 Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah merekomendasikan pemberian vaksin COVID...
POGI: Ibu hamil jangan ragu vaksinasi COVID-19
Selasa, 03 Agustus 2021 - 18:23 WIB
 Sekretaris Jenderal Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. DR. Dr. Budi Wiweko...
Kini sudah ada mesin Mammomat Revelation untuk deteksi kanker payudara
Minggu, 04 Juli 2021 - 09:36 WIB
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) telah menginstalasi mesin mamografi terbaru, bernama Mammomat Revelat...
Dokter sarankan wanita hamil trimester awal hindari sauna
Selasa, 04 Mei 2021 - 15:05 WIB
Dokter spesialis kandungan dari RS Dr Soetomo Surabaya, dr Manggala Pasca Wardhana, SpOG(K), menyata...
Kenali tanda nyeri haid tak normal
Selasa, 27 April 2021 - 12:52 WIB
Sebagian wanita merasakan nyeri atau kram selama periode menstruasinya, baik itu menjelang atau sela...
 TMMD KE-110 Kodim 1711/BVD sosialisasikan tentang pencegahan bahaya stunting
Kamis, 11 Maret 2021 - 21:23 WIB
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-110 Kodim 1711/BVD menggelar kegiatan non fisik bers...
Tekan stunting, Pemerintah gandeng berbagai elemen hingga ke desa
Jumat, 19 Februari 2021 - 21:38 WIB
Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sangat serius melakuka...
Live Streaming Radio Network