MemoRI 24 September
24 September, sejarah singkat Hari Tani Nasional
Elshinta
Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
24 September, sejarah singkat Hari Tani Nasional
Sumber Foto: https://bit.ly/3h5uX1s

Elshinta.com - Hari Tani Nasional diperingati setiap tanggal 24 September. Penetapan Hari Tani Nasional juga telah diatur dalam Keputusan Presiden Soekarno tanggal 26 Agustus 1963 No 169/1963.

Meski baru disahkan pada 1962, sebenarnya peringatan Hari Tani Nasional sudah dimulai sejak 24 September 1960, ketika Presiden Soekarno menetapkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria atau UUPA 1960.

Pada tahun 1948, Ibu Kota negara Indonesia masih berkedudukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat itu pula, terbentuk juga Panitia Agraria Yogya yang menggodok program program serta rancangan dari UUPA tersebut.

Seiring berjalannya waktu, 12 tahun setelah Panitia Agraria Yogya terbentuk program ini masih banyak mengalami dinamika serta banyak terhenti di pertengahan. 

Pada tahun 1951, Panitia Agraria Yogya berubah menjadi Panitia Agraria Jakarta dan terus berubah nama hingga menjadi Rancangan Sadjarwo pada tahun 1960. Tepat pada tahun 1960, Undang-Undang Pokok Agraria diterima oleh DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat-Gotong Royong) dibawah pimpinan Haji Zainul Arifin.

UUPA sendiri diciptakan untuk mewujudkan gagasan yang terkandung dalam Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi “ Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Selain itu, dibentuknya UUPA bertujuan untuk mengganti aturan hukum agraria kolonial yang berlaku menjadi hukum agraria nasional yang bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak. 

Adapun, maksud dan tujuan dibentuknya UUPA antara lain adalah:

  1. Hukum agraria nasional adalah alat untuk membawa kesejahteraan dan keadilan bagi negara serta petani.
  2. Meletakan dasar-dasar untuk mengadakan kesatuan dan kesederhanaan dalam hukum pertanahan.
  3. Meletakan dasar-dasar untuk mengelola hak tanah bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hingga pada akhirnya, melalui Keppres Nomor 169 tahun 1963 Presiden Soekarno meresmikan bahwa tiap tanggal 24 September merupakan Hari Tani Nasional. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
20 Oktober 1968, Peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW ditetapkan sebagai hari libur nasional
Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:28 WIB
Peristiwa Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW selalu diperingati oleh umat Islam. Peristiwa perjalanan rit...
 Jaga kondusifitas wilayah, elemen masyarakat Kudus tandatangani deklarasi cinta damai
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:56 WIB
Menyikapi kejadian adanya unjuk rasa di berbagai daerah yang berujung anarkis, Forkopimda bersama se...
Polres dan elemen masyarakat Klaten deklarasi tolak anarkisme
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:58 WIB
Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten melaksanakan Deklarasi Bersama Menolak Unjuk Ras...
Bupati dan Polres klarifikasi buruh tak diundang dalam deklarasi damai
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:56 WIB
Deklarasi Subang Cinta Damai yang diselenggarakan di Aula Pemda banyak dipertanyakan karena tidak me...
 Alami kekerasan, jurnalis Malang raya gelar demo diam 
Senin, 19 Oktober 2020 - 12:58 WIB
Wartawan yang tergabung dalam berbagai lembaga seperti PWI, AJI, IJTI dan PFI melakukan aksi demo di...
Polsek Megamendung gelar Operasi Yustisi sasar pelanggar prokes
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:46 WIB
Tim gabungan pendisiplinan protokol kesehatan (Prokes) Polsek Megamendung, Koramil, dan Sat Pol PP ...
19 Oktober 1999, Lepasnya provinsi termuda dari Ibu Pertiwi
Senin, 19 Oktober 2020 - 08:34 WIB
Timor Timur merupakan sebuah wilayah bekas koloni Portugis yang dianeksasi oleh militer Indonesia me...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore hingga malam hari ini
Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:35 WIB
Wilayah Jabodetabek masih berpeluang diguyur hujan pada sore hingga malam hari nanti.
Warga Jember temukan mayat di hutan Gunung Manggar
Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:10 WIB
Dua orang warga menemukan sesosok mayat lelaki tanpa identitas di di hutan Gunung Manggar, Dusun Dem...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat sore hingga petang hari ini
Minggu, 18 Oktober 2020 - 15:55 WIB
Wilayah Jawa Barat berpeluang diguyur hujan pada sore hingga petang hari nanti.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV