Menunggu kepastian, mahasiswa Tiongkok asal Indonesia
Elshinta
Sabtu, 05 September 2020 - 17:28 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Menunggu kepastian, mahasiswa Tiongkok asal Indonesia
Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - Menunggu kepastian untuk kembali ke kampusnya Mahasiswa Mahasiswi Tiongkok asal negara Indonesia dikatakan Laila Fakhriyatuz Zakiyah yang belajar di kampus Hubei Polytechnic University, Huangshi, Hubei, Tiongkok dari hasil koordinasinya agar menunggu informasi lanjutan dan sabar terlebih dulu. 

Potensi gelombang ketiga penyebaran virus Corona (COVID-19) menjadi kewaspadaan negara tersebut untuk menjadikan negara Tiongkok kembali normal beraktivitas.

"Pihak kampus menyarankan untuk bersabar lebih dulu, karena antisipasi gelombang ke tiga wabah COVID-19 ini," kata alumi pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur, Sabtu (5/9), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

Kegiatan kampus hingga kini masih menggunakan sistem daring untuk luring sendiri belum ada informasi resmi dari lembaga pendidikan di Tiongkok, namun dengan adanya studi jurusan berbeda yang harus di tuntut dengan praktek terasa tidak nyaman dengan keadaan ini. Tapi setelah negara Tiongkok memperbolehkan belajar tatap muka kembali praktek yang jadi program mata kuliah akan dijalaninya.

Laila dalam pandangan pribadinya penanganan bencana non alam berupa COVID-19 di tempatnya belajar lebih cepat melewati masa puncak pandemi karena sejak awal pemerintahan Tiongkok telah menekankan pada isolasi mandiri kepada warganya, cara tersebut mempercil dan mempercepat menuju new normal atau normal baru.

"Sistem pemerintahan pun berbeda dan sistimnya pengetrapan pun berbeda," kata warga desa Kalipenggung kecamatan Randuagung Lumajang.

Pihaknya berharap wabah COVID-19 ini berlalu cepat, sehingga aktivitas belajar dan lainnya berjalan normal kembali.

Dari data yang dihimpun awal terjadinya pemulangan pelajar dari Tiongkok asal Kabupaten Lumajang jumlahnya 19 orang dari berbagai jurusan.

Laila Fakhriyatuz Zakiyah kampus: Hubei Polytechnic University, Kota di Cina Huangshi, Hubei. Irma Putri Nuraini kampus Hubei Polytechnic University, Kota di Tiongkok, Huangshi, Hubei. Suargita Rediana Madasari kampus Changzhou Vocational Institute Mechatronic Technology, Kota di Tiongkok, Changzhou, Jiangsu. Sania Shafie Rahanie kampus Jiangsu University of Science and Technology Kota di Tiongkok, Zhenjiang, Jiangsu.

Virda Izzah Permatasari kampus Hubei Polytechnic University, Kota di Tiongkok, Huangshi, Hubei. Esti wulan Wijayanti Kampus Hubei University of Science and Technology, Kota di Tiongkok Xianning, Hubei. Intishar Kohardian Lazuardini kampus Hubei Polytechnic University, Kota di Tiongkok, Huangshi, Hubei. Nur Afifatul Khioroh kampus Jiangsu Food and Phatmaceutical Science College Kota di Tiongkok, Qingjiangpu, Huai'an.

Mohammad Latif Kampus Hubei Polytechnic University, Kota di Tiongkok, Huangshi, Hubei. Nadhliyah Alfin Rochmati Kampus Yangzhou university, Kota di Tiongkok, Yangzhou. Muhammad Wagiyanto kampus Jiangsu Agri-animal husbandery vocational college, Kota di Tiongkok, Taizhou, jiangsu. Solehatul Mukarromah kampus Hubei polytechnic university, Kota di Tiongkok Huangshi, Hubei.

Salwa Setyaningrum Santoso kampus Jiangsu Normal University, Kota di Tiongkok, Xuzhou, Jiangsu. Arif Rifan Dwi Hariyanto kampus Wuxi Institute of Technology, Jiangsu. Mohammad Arif Hidayat kampus Yangzhou Polytechnic Institute. Isma Nur Fadilah kampus Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College. Siti Aminah kampus Hubei Polytechnic University Kota di Tiongkok, Huangshi, Hubei. Eriamudita Sutikno kampus Jiangsu University of Science and Technology, Kota di Tiongkok Zhenjiang, Jiangsu dan Fazaria Harima kampus Xiamen University of Technology, Kota di Tiongkok, Xiamen, Fujitsu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WHO tangkal informasi menyesatkan COVID-19 lewat Wikipedia
Senin, 26 Oktober 2020 - 14:31 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupaya menangkal informasi menyesatkan tentang COVID-19 lewat Wik...
552 pekerja migran ilegal dipulangkan dari Malaysia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:19 WIB
Sebanyak 552 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dipulangkan dengan menggunakan pesawat carter dar...
137 OTG teridentifikasi positif COVID-19 di Xinjiang
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:31 WIB
Sedikitnya 137 orang tanpa gejala teridentifikasi positif COVID-19 di Daerah Otonomi Xinjiang pada M...
Bom bunuh diri di pusat pendidikan Kabul tewaskan 24 orang
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:47 WIB
ebuah bom bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di ibu kota Afghanistan, Kabul, menewaskan 24 orang ...
Infeksi corona meningkat, Jerman ingatkan lagi agar hindari kontak
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:23 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel pada Sabtu mengingatkan kembali masyarakat Jerman agar membatasi konta...
Lembaga Brazil impor vaksin COVID-19 China yang ditolak Bolsonaro
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:48 WIB
Badan pengawas kesehatan Brazil, Anvisa, pada Jumat (23/10) mengizinkan lembaga biomedis Butantan...
Emas naik tipis
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 07:53 WIB
Emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound tipis dari penuruna...
Kasus COVID-19 harian Eropa berlipat ganda dalam 10 hari
Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:47 WIB
Kasus virus corona yang dilaporkan di Eropa lebih dari dua kali lipat dalam 10 hari, melewati 200.00...
Meksiko akan bayar efek samping vaksin COVID-19
Rabu, 21 Oktober 2020 - 16:30 WIB
Pemerintah Meksiko akan membayar untuk menutupi semua kewajiban yang timbul jika terdapat efek sampi...
Emas menguat didorong pelemahan dolar dan spekulasi stimulus AS
Rabu, 21 Oktober 2020 - 09:57 WIB
Emas naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencatat kenaikan untuk hari kedua be...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV