Bagaimana mengenali jika hubungan suami istri sudah mulai tidak sehat?
Elshinta
Jumat, 28 Agustus 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Bagaimana mengenali jika hubungan suami istri sudah mulai tidak sehat?
Ilustrasi. Sumber foto: http://dailym.ai/3joWcWm

Elshinta.com - Ketika rumah tangga sudah tidak sehat lagi, bisa ditandai dengan kondisi yang terlihat jelas. Misalnya terjadi kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, dan pelecehan verbal. 

Namun, ada juga tanda-tanda halus rumah tangga sudah tidak sehat yang tidak kalah berbahaya. Dalam sebuah pernikahan yang tak memuaskan kedua belah pihak, bisa meningkatkan level stres dan memperburuk kesehatan salah satu atau kedua pihak. 

Pernikahan yang hubungan suami istrinya buruk, tidak akan berdampak baik. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut tanda-tanda bahwa hubungan pasangan suami istri mulai tidak sehat:

Terlalu mengontrol
Salah satu tanda dari hubungan yang tidak sehat adalah ketika salah satu pasangan sangat mengontrol atau superior. Mengontrol tidak selalu berarti mengancam secara fisik atau kekerasan. 

Bisa saja seperti merasa takut untuk membagikan pendapat karena pasangan yang terlalu pengendali akan mengabaikan atau menolak pendapat.

Bertengkar
Jika pasangan sering bertengkar perkara hal kecil, ini berarti sudah memasuki area waspada. Apalagi jika salah satu pasangan tidak dapat menerima masukan yang benar tapi justru menyalahkan dengan menyakiti perasaan.

Pertengkaran bisa dikatakan tidak sehat jika hanya ada argumen dan tidak terselesaikan. Terkadang masih tersisa dendam jika pasangan tidak benar-benar mengerti permasalahannya. 

Seringkali masalah yang tidak dibicarakan dapat membunuh suatu hubungan. Ada beberapa alasan orang tidak ingin membicarakan masalahnya antara lain takut dengan reaksi pasangannya atau menghindari topik yang serius.

Kurang menghargai 
Salah satu pasangan tidak merasa dirinya dihargai oleh pasangannya dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan, maka kualitas pernikahannya tidak baik. 

Suami atau istri tidak peduli saat pasangan mengalami kesulitan dan stres. Padahal manusia butuh apresiasi dan afeksi. Tanpa kedua hal itu, kita akan merasa kesepian, tak dihargai, dan diabaikan. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2EBv5bw

Berbohong
Mungkin kebohongan kecil tidak terlalu bermasalah apalagi demi melindungi orang yang disayang. Tapi motivasi kebohongan ini patut dipertanyakan karena akan menjadi masalah besar kalau terus ditutupi. Apapun alasannya, ketidakjujuran tidak bisa ditoleransi dalam suatu hubungan apalagi kalau berulang. 

Dipendam 
Setiap pasangan pasti akan mengalami tantangan dan hambatan. Namun, jika tantangan tersebut tidak dibicarakan dan dihadapi bersama, ketegangan tersebut hanya akan menjadi jarak di antara keduanya.

Tak ada yang mau jadi pendengar 
Ketika seseorang tak merasa didengarkan, ia akan sulit untuk membagi rahasia terdalamnya kepada siapa pun, karena mereka tak ingin merasa rentan. Apalagi jika salah satu pasangan tidak mau bergantian mendengarkan atau sering menyela. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/31AEYPF

Tidak menjadi diri sendiri
Terkadang pasangan ingin menuruti kemauan pasangan meski itu membuat diri sendiri tidak cocok. Hubungan jadi tidak sehat ketika seseorang tidak bisa jadi diri sendiri. Akan jadi sesuatu yang membuat tak nyaman ketika memakai topeng di depan pasangan. 

Masalah keuangan
Tidak jujur mengenai kondisi keuangan bisa menyebabkan masalah hubungan serius. Menurut para peneliti, ketidaksepakatan keuangan di awal hubungan secara signifikan berkorelasi dengan ketidakpuasan hubungan secara keseluruhan.

Tidak nyaman 
Hubungan yang terlalu dekat memiliki dua sisi koin. Sisi lainnya baik untuk menjalin hubungan yang serius dan saling mendukung. Namun, jika kedekatan itu menimbulkan rasa tidak nyaman justru akan menimbulkan masalah atau pertanda kalau hubungan suami istri tidak sehat. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3hEPY4a

Saling menyalahkan 
Jika hubungan pernikahan yang tak bahagia memiliki argumen yang tak terselesaikan, maka penyalurannya dalam bentuk saling menyalahkan. 

Tidak berkomunikasi secara baik 
Salah satu tanda ada masalah komunikasi yang kurang tepat adalah sering bertengkar karena masalah yang sama. Pertengkarkaan dengan frekuensi yang terlalu sering bisa disebabkan oleh perbedaan prinsip dasar atau karena komunikasi yang tidak tersampaikan dengan baik. 

Tidak saling mendukung
Hubungan interdependen adalah hubungan yang saling bergantungan, misalnya setiap pasangan selalu saling mendukung satu sama lain. Tapi ketika dukungan ini hilang maka pertanda bahwa hubungan mulai memburuk.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3ltmJTZ

Malas menjaga penampilan
Seiring waktu bertambahnya usia pernikahan, tingkat kenyamanan untuk terlihat sempurna di depan pasangan biasanya tanpa disadari akan menurun. Hati-hati, karena hal seperti ini juga bisa dianggap sebagai tanda bahwa ia tak lagi berharga di mata pasangan.

Tidak percaya dan selalu curiga
Tidak percaya dan menuduh pasangan karena curiga berlebihan seringkali bisa memicu pertengkaran, sekaligus membuat pasangan tidak nyaman. Hal tersebut bisa menganggu hubungan suami istri. 

Jarang bersentuhan secara fisik
Hubungan fisik tak selalu identik dengan melakukan hubungan intim, meskipun ini juga menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Tidak adanya sentuhan seperti saling bergandengan tangan, merangkul atau berpelukan bisa membuat keintiman justru semakin terasa jauh.

Ketika beberapa tanda ini sudah muncul, coba bicarakan dengan pasangan atau bisa dikonsultasikan ke psikolog agar masalahnya tidak berlanjut dan berlarut-larut. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hari ini Sumatera Barat keluar dari Zona Merah Covid-19
Jumat, 30 Oktober 2020 - 16:17 WIB
Kabar gembira datang dari Sumatera Barat (Sumbar). Melalui siaran tertulisnya, Juru bicara Gugus Tug...
Stres bisa picu demam? Ini kata dokter
Jumat, 30 Oktober 2020 - 12:49 WIB
Stres bisa merugikan tubuh, mulai dari mengganggu pola tidur Anda, pencernaan, siklus menstruasi wan...
Gubernur Kalbar bantu 23 unit ventilator dan non invasive untuk pasien Covid-19
Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:37 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, menyerahkan bantuan sebanyak 23 unit ventilator dan non invasi...
Wabup Subang sarankan bentuk Satgas Covid-19 sampai tingkat RT
Rabu, 28 Oktober 2020 - 10:56 WIB
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur (Kang Akur) berharap dibentuk Satgas Penanganan Covid-19 di tingka...
IDI: Peningkatan penyakit tidak menular mengancam Indonesia
Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:39 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng Mohammad Faqih mengemukakan, Indon...
Hari Dokter Nasional, momentum warga bantu paramedis tangani COVID-19 
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin menyatakan peringata...
Osteoporosis bukan hanya disebabkan kekurangan kalsium
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:54 WIB
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk dr Karina Besinga SpO...
Cegah Covid-19, manajemen dirikan tenda darurat di halaman parkir RSUD dr Soedarso
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:47 WIB
Mengantisipasi membludaknya pasien di ruang IGD dan mencegah penularan Covid-19 di lingkungan rumah ...
Bupati Lebak tutup lokasi wisata saat liburan panjang
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:38 WIB
Bupati Lebak, Provinsi Banten Iti Octavia Jayabaya menyatakan menutup seluruh lokasi tujuan wisata...
Luncurkan Program \
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:37 WIB
Luncurkan Program \"Manuto Yo Mas\", RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus diminta tak hanya pamer di medsos.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV