Kemendikbud: Dana BOS bukan sekadar layanan tapi tingkatkan kualitas
Elshinta
Kamis, 27 Agustus 2020 - 12:25 WIB |
Kemendikbud: Dana BOS bukan sekadar layanan tapi tingkatkan kualitas
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Sutanto, dalam webinar `Percepatan Penyaluran Dana BOS Reguler Tahap III Tahun 2020` di Jakarta, Kamis (27/8). Foto: Antara.

Elshinta.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bukan sekadar digunakan untuk memberikan layanan pendidikan tapi juga dituntut untuk bisa berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

"Tentunya pemberian BOS tidak hanya sekadar memberikan layanan pendidikan tetapi juga dituntut untuk bisa memberikan kontribusi meningkatkan kualitas pendidikan," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Sutanto, dalam webinar "Percepatan Penyaluran Dana BOS Reguler Tahap III Tahun 2020" di Jakarta, Kamis (27/8).

Sekolah dapat menggunakan dana BOS untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah itu, tidak hanya untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK). Dia mengatakan anggaran dana BOS tidaklah sedikit yakni mencapai Rp54 triliun.

"Dengan anggaran yang cukup besar itu, kita punya beban moral bagaimana penyaluran, penggunaan dan pelaporannya dengan sebaik mungkin," imbuh dia.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 9/PMK.07/2020 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 48/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan DAK Nonfisik, penyaluran dana BOS ditransfer langsung ke rekening sekolah. Melalui skema tersebut dapat mempercepat penyaluran dana BOS, yang mana pada tahun sebelumnya disalurkan melalui pemerintah daerah.

"Dengan penyaluran langsung ke rekening sekolah, kegiatan operasional mengajar dapat dilaksanakan dan didanai lebih cepat. Begitu juga dengan pelaporannya, tidak lagi perlu menunggu sekolah lain di wilayah yang sama," terang dia.

Sutanto menjelaskan pihak Kemendikbud bertugas menyiapkan perangkat dalam mengelola dana BOS. Kemudian Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten/Kota (Pemkab/Pemkot) bertugas memantau pengelolaan dana BOS. Sementara sekolah bertanggung jawab menggunakan dana BOS dengan sebaik-baiknya dengan merujuk pada skala prioritas.

Penyaluran dana BOS tahap satu dan dua telah dilakukan. Dalam waktu dekat, Kemenkeu akan menyalurkan dana BOS tahap tiga.

Sejumlah kendala pada penyaluran tahap pertama dan kedua yakni kesalahan nomor rekening dan adanya sekolah yang gabung dengan sekolah namun tidak dilaporkan. Akibatnya penyaluran dana BOS menjadi terlambat di sekolah itu.

"Kami berharap dengan adanya webinar ini, pengelolaan dana BOS tahap tiga ini lebih baik dari sebelumnya," harap Sutanto.

Sebelumnya, Kemendikbud melakukan relaksasi dana BOS selama pandemi COVID-19 yang dapat digunakan untuk menunjang pendidikan jarak jauhh (PJJ) dan juga keleluasaan menggunakan dana BOS untuk membayar gaji guru honorer, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Direktur WAMY Indonesia minta guru kreatif jalankan pembelajaran daring
Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:36 WIB
Pandemi Covid 19 yang hingga kini belum berakhir hal ini berdampak pembelajaran jarak jauh masih tet...
 Satgas Pamtas Yonif 125 ajarkan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi SD YPK Toray
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:11 WIB
Pentingnya mengajarkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air kepada anak-anak sejak dini, Satg...
Dapat ijin Satgas Covid 19, Universitas Majalengka gelar wisuda secara luring
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:27 WIB
Lebih dari 700 Mahasiswa Universitas Majalengka mengikuti proseai wisuda Sarjana dan Magister tahun ...
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITN Malang gelar Semsima 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 15:28 WIB
Untuk kali ke tiga Institut Tehnologi Nasional (ITN) Malang, Fakultas Tehnik Sipil dan Perencanaan k...
Inovasi serius ditengah pandemi, Pesantren Darul Falah produksi masker
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:37 WIB
Ditengah pandemi Covid-19 Pesantren Darul Falah Cisalak Subang, Jawa Barat berinovasi serius mengemb...
Kemenag siapkan bantuan Rp1,178 triliun untuk PJJ Pendidikan Agama
Jumat, 23 Oktober 2020 - 17:27 WIB
Kementerian Agama akan segera menyalurkan bantuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk Pendidikan Aga...
Menaker: Perguruan tinggi bisa dampingi para pencari kerja 
Jumat, 23 Oktober 2020 - 13:57 WIB
Perguruan tinggi diharapkan dapat berperan secara aktif dalam memberikan pendampingan bagi masyaraka...
Kepala sekolah harus miliki inisiatif dalam pengelolaan sekolah
Jumat, 23 Oktober 2020 - 12:53 WIB
Kepala sekolah harus memiliki inisiatif dalam mengelola sekolah. Karena kepala sekolah mempunyai f...
Peringati Hari Santri, Pemprov Jateng berikan penghargaan 15 duta ponpes 
Jumat, 23 Oktober 2020 - 11:58 WIB
Sebanyak 15 duta pondok pesantren di Jawa Jawa Tengah mendapat penghargaan dari Wakil Gubernur Jawa ...
Santri berperan besar dalam menekan penyebaran Covid-19
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:55 WIB
Pondok pesantren memiliki budaya sendiri. Oleh sebab itu dalam menangani sebaran Covid-19 di pondok ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV