Apa saja penyebab menurunnya libido pria?
Elshinta
Rabu, 26 Agustus 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Apa saja penyebab menurunnya libido pria?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3gpQ4Lj

Elshinta.com - Gairah seks pada pria lebih tinggi jika dibandingkan wanita. Libido sangat diperlukan untuk melakukan aktivitas seksual. Tingkatan libido bisa berubah-ubah di sepanjang hidup seseorang. Penurunan libido diartikan sebagai penurunan minat dalam aktivitas seksual.

Namun, libido rendah untuk jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang. Terkadang, libido rendah juga bisa menjadi indikator kondisi kesehatan yang mendasarinya. 

Sayangnya, tak sedikit laki-laki yang mengalami penurunan hasrat seksual. Mengetahui penyebab libido rendah pada pria sangat penting, agar tidak mengganggu aktivitas tersebut. Lalu, apa saja penyebab dari kondisi ini? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut antara lain penyebabnya:

Kadar testosteron menurun
Faktor utama penyebab libido rendah pada pria adalah menurunnya atau ketidakstabilan kadar testosteron, hormon yang diproduksi testis. Hormon ini berperan dalam merangsang produksi sperma dan memacu dorongan seksual.

Kadar testosteron antar satu pria dengan yang lain bervariasi, tergantung kesehatan dan kondisi tubuh masing-masing. Menurut American Urological Association, testosteron dikategorikan menurun jika jumlahnya di bawah 300 nanogram per desiliter (ng/dL). Saat kadar testosteron menurun, hasrat untuk melakukan aktivitas seksual akan berkurang. 

Begadang
Begadang juga bisa menurunkan kadar testosteron pria. Sebuah penelitian mengatakan adanya penurunan kadar testosteron pria sebanyak 10–15 persen pada pria dewasa sehat yang membatasi tidur atau kurang tidur (5 jam per hari) selama seminggu berturut-turut dibandingkan dengan tidur selama 8–10 jam pada orang yang sama. Penurunan kadar testosteron tersebut sangat jelas antara pukul 14:00 dan 22:00 pada hari berikutnya setelah membatasi tidur.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2YvLZ28

Sering stres
Ketika seseorang stres, umumnya hasrat seksual dapat menurun karena stres dapat mempersempit arteri dan mengganggu kadar hormon seseorang. Stres memang sulit dihindari.

Sebuah riset menjelaskan, gangguan emosi bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi, bahkan lebih dari tiga kali lipat. Adanya berbagai masalah dan peristiwa kehidupan juga bisa sebabkan stres yang bisa memengaruhi hasrat seks. 

Oleh karenanya, manajemen stres sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan, terutama menghindari penurunan libido. Teknik manajemen stres, seperti latihan pernapasan, meditasi, dan berbicara dengan terapis mungkin dapat membantu.

Minder
Kepercayaan diri yang rendah dan citra tubuh yang kurang dapat merusak kesehatan dan emosional seseorang. Saat seseorang merasa tidak menarik atau tidak diinginkan, kemungkinan besar bisa memengaruhi tingkat libido. 

Tidak menyukai bentuk tubuh bahkan dapat membuat seseorang menghindari berhubungan intim sama sekali. Tidak hanya menurunkan libido, masalah harga diri dapat mengakibatkan masalah kesehatan mental yang lebih besar, seperti depresi, kecemasan, dan penyalahgunaan narkoba atau alkohol.

Konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan atau lebih dari 14 jenis minuman beralkohol dalam seminggu dikaitkan dengan penurunan produksi testosteron. Konsumsi alkohol berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan enzim yang dibutuhkan untuk pembentukan testosteron akan diarahkan kembali menuju hati, sehingga mengurangi kadar testosteron. 

Selama periode waktu yang lama, alkohol dalam jumlah berlebihan dapat mengurangi gairah seks pria. Rata-rata pria sebaiknya hanya mengonsumsi dua atau lebih sedikit minuman beralkohol setiap hari. Tidak hanya penurunan libido, melebihi angka ini berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan jangka panjang.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/31tWODW

Merokok
Selain alkohol, konsumsi tembakau juga bisa menurunkan kadar testosteron pada pria yang mengakibatkan kurangnya hasrat seksual. Merokok juga telah terbukti menimbulkan dampak negatif pada produksi sperma dan pergerakan sperma.

Olahraga
Terlalu sedikit atau terlalu banyak berolahraga juga bisa menyebabkan dorongan seks yang rendah pada pria. Terlalu sedikit olahraga bahkan tidak sama sekali dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi hasrat dan gairah seksual.

Melakukan olahraga teratur dapat mengurangi risiko untuk kondisi kronis seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2 yang semuanya berhubungan dengan libido rendah.

Olahraga ringan diketahui dapat menurunkan kadar kortisol di malam hari dan mengurangi stres  yang dapat membantu meningkatkan gairah seks. 

Namun berolahraga berlebihan juga terbukti memengaruhi kesehatan seksual. Dalam satu studi, pelatihan daya tahan yang intens sangat terkait dengan penurunan skor libido pada pria.

Gangguan tidur
Libido pada pria juga bisa menurun akibat adanya masalah pada tidur, seperti sleep apnea, gangguan pernapasan saat terlelap. Hampir sepertiga dari pria yang mengidap sleep apnea juga mengalami penurunan pada testosteron.

Pria yang membatasi jam tidurnya berpotensi mengalami pengurangan kadar testosteron hingga 15 persen dalam seminggu. Idealnya, orang dewasa menghabiskan enam hingga delapan jam untuk beristirahat di malam hari.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ECiPqU

Gangguan endokrin
Gangguan pada sistem endokrin akan memengaruhi produksi hormon, termasuk hormon-hormon seks. Hal ini akan menyebabkan sistem reproduksi ikut terganggu, termasuk juga penurunan libido pada pria.

Penuaan
Kadar testosteron yang berkaitan dengan libido ada di tingkat tertinggi pada masa akhir remaja, namun penurunan kadar testosteron akan terlihat pada usia 60-65 tahun. Ketika menginjak usia paruh baya akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terangsang, ejakulasi, dan orgasme.

Gejala penyakit serius
Saat ada penyakit serius menyerang, produksi hormon akan ikut terdampak. Penyakit yang dapat memengaruhi libido pria umumnya telah pada tahap kronis atau akut.

Penyakit-penyakit tersebut meliputi diabetes tipe 2, obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, hingga gangguan pada organ dalam seperti jantung, hati, paru-paru dan ginjal. Penyakit tertentu seperti kanker misalnya, bahkan bisa mengurangi produksi sperma.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3huaGnh

Penggunaan obat-obatan tertentu
Konsumsi obat tertentu dapat menurunkan kadar testosteron yang dapat menyebabkan libido rendah. Obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah, seperti golongan ACE inhibitor dan beta-blocker dapat mencegah ejakulasi dan ereksi. 

Jenis obat lain yang dapat menurunkan kadar testosteron antara lain kemoterapi atau perawatan radiasi untuk kanker, hormon yang digunakan untuk mengobati kanker prostat.Penggunaan ganja, narkoba, dan obat-obatan terlarang lainnya juga telah dikaitkan dengan penurunan produksi testosteron.

Hubungan terlalu intim
Keintiman dalam hubungan tidak selalu membuat seks menjadi lebih baik. Terkadang terlalu banyak keintiman malah menghambat gairah seksual. Jadi, ketika seseorang memiliki gairah yang rendah, bukan berarti ia memiliki jarak dalam hubungan yang ia jalani, justru hubungan yang terlalu intimlah yang dapat menghambat gairah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hari ini Sumatera Barat keluar dari Zona Merah Covid-19
Jumat, 30 Oktober 2020 - 16:17 WIB
Kabar gembira datang dari Sumatera Barat (Sumbar). Melalui siaran tertulisnya, Juru bicara Gugus Tug...
Stres bisa picu demam? Ini kata dokter
Jumat, 30 Oktober 2020 - 12:49 WIB
Stres bisa merugikan tubuh, mulai dari mengganggu pola tidur Anda, pencernaan, siklus menstruasi wan...
Gubernur Kalbar bantu 23 unit ventilator dan non invasive untuk pasien Covid-19
Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:37 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, menyerahkan bantuan sebanyak 23 unit ventilator dan non invasi...
Wabup Subang sarankan bentuk Satgas Covid-19 sampai tingkat RT
Rabu, 28 Oktober 2020 - 10:56 WIB
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur (Kang Akur) berharap dibentuk Satgas Penanganan Covid-19 di tingka...
IDI: Peningkatan penyakit tidak menular mengancam Indonesia
Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:39 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng Mohammad Faqih mengemukakan, Indon...
Hari Dokter Nasional, momentum warga bantu paramedis tangani COVID-19 
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin menyatakan peringata...
Osteoporosis bukan hanya disebabkan kekurangan kalsium
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:54 WIB
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk dr Karina Besinga SpO...
Cegah Covid-19, manajemen dirikan tenda darurat di halaman parkir RSUD dr Soedarso
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:47 WIB
Mengantisipasi membludaknya pasien di ruang IGD dan mencegah penularan Covid-19 di lingkungan rumah ...
Bupati Lebak tutup lokasi wisata saat liburan panjang
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:38 WIB
Bupati Lebak, Provinsi Banten Iti Octavia Jayabaya menyatakan menutup seluruh lokasi tujuan wisata...
Luncurkan Program \
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:37 WIB
Luncurkan Program \"Manuto Yo Mas\", RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus diminta tak hanya pamer di medsos.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV