Rizal Ramli harap PBNU tinggalkan politik praktis
Elshinta
Selasa, 25 Agustus 2020 - 17:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Rizal Ramli harap PBNU tinggalkan politik praktis
Sumber foto: Redaksi/elshinta.com

Elshinta.com - Menko Ekuin era Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Rizal Ramli berharap agar Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) meninggalkan politik praktis. Rizal menginginkan NU kembali kepada khittahnya yakni perjuangan keumatan melalui sektor pendidikan maupun ekonomi.

"Dengan adanya Komite Khittah NU ini, Alm Gus Sholah ingin mencoba meluruskan kembali NU. Pengurus NU yang tidak ikut politik praktis tapi ada dalam garis perjuangan keumatan, membuat umat cerdas dan sejahtera," kata Rizal Ramli dalam diskusi Ngopi (Ngobrol Perkembangan Indonesia) Bareng RR melalui webinar, Senin (24/8).

Menurut Rizal, PBNU saat ini sudah terseret politik praktis, bahkan ada ketua umum partai yang menginginkan menjadi ketua umum PBNU.

"Kenapa ada komite khittah? Karena ada banyak pengurus yang sudah melenceng. NU besar sejak zaman kolonial Belanda, di zaman Orde Baru juga besar," imbuh Rizal Ramli

Menurut Rizal, bila NU diperbaiki otomatis bangsa ini juga akan bangkit.

Sementara itu, mantan Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi mengungkapkan, Komite Khittah NU ingin mengembalikan NU kepada garis perjuangannya sesuai pendiriannya di tahun 1926. Menurut Adhie, sekarang ini sejak 10 tahun belakangan, NU di kalangan struktural lebih asik berpolitik ketimbang membangun masyarakat.

"Kalau NU sehat bangsa Indonesia bisa bangkit," kata Adhie.

Dalam diskusi yang sama, Gus Aam, yang merupakan cucu pendiri NU Agus Solachul Aam Wahib mengatakan, tujuan Komite Khittah NU adalah ingin memperbaiki PBNU.

"Tujuan utamanya Komite Khittah adalah meluruskan dan memperbaiki PBNU, karena sudah melenceng dengan AD/ART dan menyimpang dari paham ahlus sunnah wal jamaah," pungkas Gus Aam.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pusat pembelajaran kelor terbesar se-Asia dibangun di Kota Palu
Jumat, 30 Oktober 2020 - 18:00 WIB
Pusat pembelajaran tanaman pohon kelor terbesar se-Asia (Asian Moringa Learning Center-Integrated Or...
Gubernur paparkan langkah Jabar antisipasi COVID-19 saat libur panjang
Jumat, 30 Oktober 2020 - 17:51 WIB
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil memaparkan sejumlah langkah pemprov setempat dalam mencegah penye...
Menteri Desa ajak Muslimat NU sinergi bangun desa
Jumat, 30 Oktober 2020 - 17:08 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meng...
Kunjungan wisatawan di Kepulauan Togean Sulteng naik 100 persen
Jumat, 30 Oktober 2020 - 13:34 WIB
Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) menyebutkan terjadi peningkatan presentasi kunjungan w...
Satgas Palangka Raya keluarkan 472 izin pernikahan selama pandemi
Jumat, 30 Oktober 2020 - 12:01 WIB
Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya telah mengeluarkan 472 izin pelaksanaan pernikahan sel...
Polres di DKI Jakarta bagikan bansos dan masker
Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:16 WIB
Sejumlah Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya melakukan Operasi Zebra Jaya 2020 dengan membagika...
Gus Yaqut: Penuh rahmah dan kasih sayang, Islam sangat menghargai perbedaan
Kamis, 29 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Peradaban umat manusia yang menghargai segala perbedaan, baik agama, suku, ras, kepercayaan, adat is...
Festival Seni Bali Jani II libatkan 1.000 seniman
Kamis, 29 Oktober 2020 - 17:26 WIB
Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II Tahun 2020 yang digelar mulai 31 Oktober hingga 7 November 2020 ak...
Pupuk Indonesia telah salurkan 6,9 juta ton pupuk bersubsidi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 10:15 WIB
PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan sebanyak 6.902.343 ton pupuk bersubsidi kepada petani...
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud gelar pameran pusaka Pangeran Diponegoro 
Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:21 WIB
Masih dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional 2020, Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Museum ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV