Pakar: Pembukaan sekolah riskan jika hanya berdasar zonasi COVID-19
Elshinta
Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:23 WIB |
Pakar: Pembukaan sekolah riskan jika hanya berdasar zonasi COVID-19
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/3izuTI8

Elshinta.com - Wacana dibukanya kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka dinilai riskan jika hanya berdasarkan zonasi penyebaran COVID-19 di suatu wilayah, kata Pakar Pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof H Ahmad Suriansyah, MPd, PhD.

"Zonasi sifatnya fluktuasi alias tidak permanen di masa pandemi sekarang. Kalau di zona hijau atau zona kuning dibuka sekolah hari ini. Terus kemudian beberapa pekan ke depan penambahan kasus positif COVID-19 terjadi, lalu bagaimana kegiatan sekolah apa kembali dikembalikan sistem daring," kata Suriansyah di Banjarmasin, Kamis (13/8) kemarin.

Lantaran tak ada jaminan atau kepastian kondisi penularan COVID-19 yang terus berubah naik atau turunnya, Suriansyah menyarankan agar pembukaan sekolah benar-benar dipikirkan secara matang.

"Pemerintah jangan gegabah mengambil keputusan. Faktor safety harus jadi pertimbangan utama. Keselamatan peserta didik lebih penting dari proses pendidikannya itu sendiri," jelas Direktur Pascasarjana ULM itu.

Misalkan keputusan tatap muka menjadi pilihan, Suriansyah melihat hanya tingkat Sekolah Menengah yang paling memungkinkan bisa diterapkan. Sedangkan tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) sederajat hanya metode guru kunjung, sehingga proses belajar di sekolah tetap ditiadakan.

"Kalau anak kecil tingkat PAUD dan SD belum bisa menerapkan protokol kesehatan. Berbeda dengan siswa SMP dan SMA sederajat sudah mengerti. Namun itupun juga masih sangat riskan dan terkesan dipaksakan," papar profesor Bidang Manajemen Pendidikan lulusan Universiti Utara Malaysia itu.

Sebelum kebijakan membuka sekolah diputuskan, Suriansyah menyarankan agar para wali murid dikumpulkan terlebih dahulu oleh pihak sekolah sehingga seluruh saran dan pendapat dapat ditampung menjadi bahan pertimbangan.

"Jadi pembukaan sekolah ini harus berdasarkan kesepakatan bersama warga sekolah. Bukan hanya dari sisi pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan, namun juga guru dan orang tua yang tentunya memahami betul kondisi di lingkungan setempat," tandasnya, dikutip Antara.

Kemudian Prof Sur sebutan Suriansyah, juga menyarankan ada sistem giliran untuk membagi kehadiran siswa di masing-masing kelas agar menghindari penuhnya ruang kelas atau lingkungan sekolah selama proses pembelajaran berlangsung.

"Kalau metode ini diterapkan, tentu membutuhkan manajemen sekolah yang baik. Karena dibutuhkan sumber daya guru dan lainnya untuk mendukung suksesnya proses pembelajaran yang berbeda dari kebiasaan," timpal pria yang sukses mengantarkan Program Magister Manajemen Pendidikan serta Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) ULM terakreditasi A. (Ank/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bermasalah, penyederhanaan kurikulum dinilai belum jadi solusi
Jumat, 25 September 2020 - 20:37 WIB
Penyederhanaan Kurikulum dinilai sebagai hal yang tergesa-gesa dan tidak urgen sama sekali, seharusn...
Nadiem sederhanakan persyaratan bantuan kuota internet
Jumat, 25 September 2020 - 14:44 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya menyederhanak...
Bantuan kuota internet tahap satu Kemendikbud disalurkan
Kamis, 24 September 2020 - 21:38 WIB
Bantuan kuota internet Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membantu pembelajar...
Perpustakaan keliling Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa sambangi Kampung Sota 2
Rabu, 23 September 2020 - 15:47 WIB
Sebagai wujud komitmen dalam membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa, perpustakaan kelili...
Cek informasi bantuan kuota data internet disini
Rabu, 23 September 2020 - 15:06 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan daftar laman dan aplikasi pembe...
Prodi Pendidikan Sejarah UNJ: Tidak benar, sejarah hanya perang dan jawa-sentris
Rabu, 23 September 2020 - 14:14 WIB
Dalam webinar Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M), Prodi S1 Pendidikan Sejarah FIS UNJ bersama MGMP S...
Mendikbud: Paud kunci pembangunan SDM sepanjang hayat
Rabu, 23 September 2020 - 12:37 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan pendidikan anak usi...
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa turut membantu mengajar anak sekolah di gereja
Senin, 21 September 2020 - 16:35 WIB
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan, bahwa dalam ke...
Nadiem tegaskan penyederhanaan kurikulum belum dilakukan hingga 2022
Minggu, 20 September 2020 - 20:29 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan penyederhanaan kurikul...
Universitas Ma Chung lakukan wisuda online di masa pandemi COVID-19
Minggu, 20 September 2020 - 18:39 WIB
Sekitar 208 orang mahasiswa Universitas Ma Chung ikuti wisuda secara daring, Minggu (20/9).
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV