Emas `rebound` setelah anjlok saat kekhawatiran perlambatan berlanjut
Elshinta
Kamis, 13 Agustus 2020 - 08:08 WIB |
Emas `rebound` setelah anjlok saat kekhawatiran perlambatan berlanjut
Ilustrasi - Emas batangan dan uang dolar AS. (ANT/REUTERS/Heinz Peter Bader/am) - https://bit.ly/3iCqQuU

Elshinta.com - Harga emas merangkak naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah kemarin mencatat penurunan terburuk dalam tujuh tahun terakhir, terkait data ekonomi yang suram memunculkan kekhawatiran atas perlambatan pandemi COVID-19.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, bangkit 2,7 dolar AS atau 0,14 persen menjadi ditutup pada 1.949,00 dolar AS per ounce. Emas berjangka anjlok 93,4 dolar AS atau 4,58 persen menjadi 1.946,3 dolar AS sehari sebelumnya, Selasa (11/8/2020).

Emas berjangka juga terangkat 11,7 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 2.039,70 dolar AS pada Senin (10/8/2020), setelah jatuh 41,4 dolar AS atau 2,00 persen menjadi 2.028,00 dolar AS pada Jumat (7/8/2020), berbalik daro kenaikan 20,1 dolar AS atau 0,98 persen menjadi 2.069,40 dolar AS pada Kamis (6/8/2020).

"Penurunan emas (Selasa) adalah koreksi yang sehat, ini memungkinkan lebih banyak orang untuk masuk, sehingga harga akan naik lagi dan pada akhir tahun kita akan melihat tertinggi baru sepanjang masa dengan emas mungkin 2.500 dolar AS per ounce," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

"Kami memiliki semua faktor fundamental yang mendukung emas," katanya. "Federal Reserve AS akan tetap dovish untuk jangka waktu yang lama, mereka telah mengatakan bahwa mereka akan membiarkan inflasi naik di atas target mereka."

Langkah stimulus besar cenderung mendukung emas, yang sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Rabu (12/8/2020) menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (IHK) naik 0,6 persen pada Juli, yang mendukung emas.

Kekhawatiran atas kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi sehingga ekonomi Inggris menyusut dengan rekor 20,4 persen pada kuartal kedua mendukung daya tarik emas bersama dengan melemahnya dolar, yang turun 0,3 persen.

"Ekonomi global masih menghadapi sejumlah masalah yang memiliki kapasitas untuk mendukung emas," kata James Steel, kepala analis logam mulia di HSBC dalam sebuah catatan.

“Ini termasuk risiko geopolitik dan stimulasi moneter dan fiskal yang sedang berlangsung. Faktor-faktor ini akan menahan penurunan lebih lanjut. "

Semua mata tertuju pada paket bantuan virus corona AS setelah pembicaraan antara Gedung Putih dan Demokrat di Kongres gagal pekan lalu.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 7,0 sen atau 0,27 persen, menjadi ditutup pada 25,979 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 12,2 dolar AS atau 1,26 persen menjadi menetap pada 959,2 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Der) 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saat ini masker lebih efektif cegah COVID-19 dibanding vaksin
Minggu, 20 September 2020 - 15:29 WIB
Vaksin yang selama ini dinantikan banyak orang untuk menyelamatkan diri dari COVID-19 ternyata diseb...
Menlu Iran: Dunia harus menentang sanksi AS
Minggu, 20 September 2020 - 11:24 WIB
Komunitas dunia harus menentang penggunaan sanksi-sanksi Amerika Serikat untuk memberlakukan keingin...
Mantan PM Kanada Turner tutup usia
Minggu, 20 September 2020 - 10:51 WIB
Mantan Perdana Menteri Kanada John Turner, yang menjabat hanya 11 pekan dan memimpin Partai Liberaln...
Trump dukung kesepakatan memungkinkan TikTok terus beroperasi di AS
Minggu, 20 September 2020 - 10:10 WIB
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia mendukung kesepakatan yang memungkinkan TikTok terus beroper...
Tiongkok akan balas AS atas larangan TikTok dan WeChat
Minggu, 20 September 2020 - 08:50 WIB
Pemerintah Tiongkok menyiapkan tindakan balasan terhadap pemerintah Amerika Serikat yang melarang ap...
Harga minyak melonjak, terkerek ancaman OPEC soal pangkas produksi
Jumat, 18 September 2020 - 09:52 WIB
Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik positif ketika OPEC da...
Harga emas anjlok terseret aksi ambil untung
Jumat, 18 September 2020 - 07:48 WIB
Harga emas berjangka jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyusul aksi ambil untung...
Kasus positif COVID-19 di Inggris naik 167% sejak akhir Agustus
Kamis, 17 September 2020 - 21:11 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 167% pada angka positif COVID-19 di Inggris sejak akhir Agustus, demikian ...
WHO: Amerika Latin terlalu dini cabut pembatasan COVID-19
Kamis, 17 September 2020 - 15:15 WIB
Amerika Latin telah mulai melanjutkan kehidupan sosial dan publik yang normal padahal pandemi COVID-...
Inggris kembalikan tiga patung curian dari kuil India pada 1978
Kamis, 17 September 2020 - 14:28 WIB
Warga Inggris mengembalikan tiga patung tembaga yang dicuri dari sebuah kuil Hindu di Tamil Nadu, In...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV