Gelombang pertama vaksin COVID-19 Rusia akan diberikan ke petugas medis dalam dua pekan
Elshinta
Kamis, 13 Agustus 2020 - 07:54 WIB |
Gelombang pertama vaksin COVID-19 Rusia akan diberikan ke petugas medis dalam dua pekan
Seorang ilmuwan bekerja di dalam laboratorium Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology selama produksi dan pengujian laboratorium vaksin untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19), di Moskow, Rusia (6/8/2020). (ANT/REUTERS/HO-The Russian Direct Investment Fund (RDIF)/aa) - https://bit.ly/3kz1Arf

Elshinta.com - Rusia menyatakan gelombang pertama vaksin COVID-19 akan siap untuk beberapa petugas medis dalam dua pekan ke depan, dan menolak kekhawatiran keamanan `tidak mendasar` yang disuarakan sejumlah ahli atas persetujuan cepat Moskow terhadap obat tersebut.

Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan, vaksin yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow akan diberikan kepada orang-orang, termasuk dokter, secara sukarela, dan akan segera siap.

"Paket pertama vaksin medis penangkal infeksi virus corona akan diterima dalam dua pekan ke depan, utamanya untuk dokter," kata dia, Rabu (12/8).

Presiden Vladimir Putin pada Selasa (11/8) mengatakan, Rusia telah menjadi negara pertama yang memberikan persetujuan peraturan untuk vaksin COVID-19, setelah kurang dari dua bulan pengujian pada manusia.

Vaksin tersebut belum menyelesaikan uji coba terakhirnya. Hanya sekitar 10 persen uji klinis yang berhasil dan beberapa ilmuwan khawatir Moskow mungkin menempatkan prestise nasional di atas keselamatan.

"Tampaknya kolega asing kami merasakan keunggulan kompetitif spesifik dari obat Rusia dan mencoba untuk mengungkapkan pendapat yang menurut kami sama sekali tidak berdasar," kata Murashko.

Direktur Institut Gamaleya Alexander Gintsburg menyampaikan bahwa uji klinis akan diterbitkan setelah dinilai oleh para ahli Rusia sendiri.

Dia mengatakan Rusia berencana untuk dapat memproduksi 5 juta dosis sebulan pada Desember-Januari.

Kazakhstan berencana mengirim pejabat pemerintah ke Moskow akhir bulan ini untuk membahas kemungkinan pengiriman vaksin, kata kantor kepresidenannya, demikian dilansir Antara dari Reuters. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Arab Saudi berencana terbitkan kembali visa turis awal 2021
Minggu, 27 September 2020 - 15:16 WIB
Arab Saudi berencana untuk menerbitkan kembali visa turis pada awal 2021 setelah penangguhan berbula...
Google akan blokir iklan pemilu AS setelah pemungutan suara ditutup
Minggu, 27 September 2020 - 10:29 WIB
Google memutuskan akan memblokir iklan terkait pemilu di platformnya setelah pemungutan suara ditutu...
Kasus virus corona turun, Peru akan buka kembali ekonomi pada Oktober
Sabtu, 26 September 2020 - 17:43 WIB
Peru akan membuka kembali aktivitas ekonomi secara bertahap pada Oktober, memungkinkan penerbangan i...
Australia sebut dunia perlu mengetahui asal-usul COVID-19
Sabtu, 26 September 2020 - 15:15 WIB
Negara-negara dunia harus melakukan semua yang mereka bisa untuk memahami asal-usul COVID-19, Perdan...
Inggris janjikan lebih dari 400 juta dolar AS untuk WHO
Sabtu, 26 September 2020 - 13:56 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjanjikan pendanaan 340 juta pound (433,23 juta dolar AS/ Rp...
WHO: Kematian COVID-19 global bisa capai 2 juta sebelum vaksin merata
Sabtu, 26 September 2020 - 13:29 WIB
Jumlah kematian COVID-19 global bisa mencapai 2 juta sebelum vaksin ampuh digunakan secara merata at...
Jerman konfirmasi dua lagi kasus demam babi
Sabtu, 26 September 2020 - 11:58 WIB
Dua kasus demam babi Afrika (ASF) lainnya dikonfirmasi pada babi hutan di Negara Bagian Brandenburg,...
WHO: Penanganan kasus COVID-19 Eropa menuju arah yang salah
Sabtu, 26 September 2020 - 11:10 WIB
Tingkat infeksi COVID-19 dan hunian tempat tidur rumah sakit meningkat di Eropa, di mana otoritas pe...
Peneliti Jepang kembangkan tes peringatan dini kasus parah COVID-19
Sabtu, 26 September 2020 - 10:51 WIB
Para peneliti Jepang mengembangkan tes darah yang menurut mereka  bisa saja dijadikan sebagai siste...
Penyebaran cepat corona diduga karena virus bermutasi
Sabtu, 26 September 2020 - 10:15 WIB
Para ilmuwan di Houston, AS menemukan bahwa virus corona (SAR-CoV2) telah bermutasi terus menerus se...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV