Belajar nyaman dalam pembatasan
Elshinta
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:55 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Belajar nyaman dalam pembatasan
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Pagi yang tidak biasa ketika masa aktif sekolah tiba-tiba murid diminta tetap di rumah. Pengumuman mendadak dari guru agar murid belajar di rumah hanya melalui aplikasi media sosial berjaringan milik wali murid. Hafizah Cholisa (9) atau akrab dipanggil Hasna, murid Kelas III salah satu SD swasta di Kecamatan Baki, Sukoharjo yang telah bersiap menjalani rutinitas mandi, sarapan dan berangkat sekolah kelihatan bingung. Sebelum akhirnya tersenyum senang karena beranggapan libur datang lebih cepat. Ini hanya awal dan respon spontan anak anak yang kadang merasa bosan dengan rutinitas bersekolah. "Libur sampai kapan ?" tanyanya.

Awal munculnya virus Corona (Covid-19) di Wilayah Eks-Karesidenan Surakarta pada pertengahan Maret lalu. Keadaan terus berkembang dengan laporan kasus kasus terkonfirmasi positif. Sejalan dengan upaya pemerintah mengendalikan paparan agar tidak meluas. Kemudian penerapan protokol kesehatan standar Covid-19 secara menyeluruh menyasar semua lini kegiatan. Setiap orang harus menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari keramaian dan imbauan berkegiatan di dalam rumah.

Pembatasan kegiatan formal dan non formal diambil pemerintah. Tidak satupun rutinitas berjalan normal. Perubahan terjadi dengan cepat dan merata hingga lingkup paling kecil yakni individu. Rata-rata pemerintah daerah dengan laporan paparan kasus positif mengambil keputusan penetapan status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19. Termasuk bidang pendidikan juga terdampak kebijakan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Darno mengatakan, penetapan KLB di Sukoharjo pada 23 Maret 2020 membawa konsekuensi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah. Seluruh sekolah diminta menghentikan sekolah tatap muka guna menghindari kerumunan. Pihak sekolah sembari mencari formulasi yang tepat untuk tetap melaksanakan pendidikan dalam pembatasan kegiatan. Peran guru diambil alih sepenuhnya oleh orang tua. Pengawasan, pembelajaran dan memahamkan anak mengadapi pandemi virus Corona. "Kami tegaskan murid tidak diliburkan tapi belajar dari rumah," kata Darno kepada Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.

Perlahan dengan pasti pembelajaran dalam jaringan (daring) diterapkan dan terus disempurnakan. Proses ini menuntut interaksi guru (sekolah) dengan wali murid, sehingga mau tidak mau orang tua terlibat langsung dalam proses pembelajaran daring. Menurut Darno, tidak hanya menggunakan media WhatsApp (WA), pembelajaran tatap muka virtual dilakukan dengan menggunakan berbagai aplikasi seperti zoom, google meet up dan aplikasi serupa dimanfaatkan. Tentu saja metode pembelajaran seperti demikian membutuhkan pendampingan intensif dan fasilitasi sarana prasaran. Tentunya ketergantungan pada gawai/gadged dan kuota internet juga berbanding lurus dengan kebutuhan sekolah daring.

Berjalannya waktu, Sri Indrayani (38), ibunda Hasna mulai menerima keluhan sang anak. Hasna yang awalnya girang karena tidak harus berangkat sekolah, mulai merasakan bosan memasuki bulan kedua belajar dari rumah. Setiap kesempatan bertanya kapan bisa kembali masuk sekolah. Merasa kehilangan momentum terima rapor kenaikan kelas. Serta memulai tahun ajaran baru menjadi murid Kelas IV tidak lagi seantusias berebut tempat duduk di ruang kelas baru seperti tahun tahun sebelumnya.

Hasna dan semua anak sekolah di Sukoharjo tentunya harus menunggu kondisi pandemi membaik. Selama itu juga, orang tua berperan ekstra dalam pengasuhan. Menjadi guru, teman diskusi anak dan tak jarang bertengkar karena tidak sependapat dengan materi pembelajaran. "Orang tua seperti ikut sekolah lagi karena harus jadi perantara guru ke anak," ujar Sri Indrayani.

Kondisi ini, lanjut dia, menjadi sangat tidak nyaman. Harus menghadapi situasi yang tidak menentu dan menjaga minat belajar maupun berkegiatan anak tetap baik. Sementara kebosanan anak anak juga nyaris tidak terkendali. Namun, memastikan keluarga dan diri sendiri tetap aman dalam kondisi tidak nyaman menjadi kewajiban saat ini. Rasa khawatir dan waspada harus dikelola dengan baik. Menjalani rutinitas dengan tatanan kenormalan baru berdamai dengan Covid-19.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bantuan kuota internet tahap satu Kemendikbud disalurkan
Kamis, 24 September 2020 - 21:38 WIB
Bantuan kuota internet Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membantu pembelajar...
Perpustakaan keliling Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa sambangi Kampung Sota 2
Rabu, 23 September 2020 - 15:47 WIB
Sebagai wujud komitmen dalam membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa, perpustakaan kelili...
Cek informasi bantuan kuota data internet disini
Rabu, 23 September 2020 - 15:06 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan daftar laman dan aplikasi pembe...
Prodi Pendidikan Sejarah UNJ: Tidak benar, sejarah hanya perang dan jawa-sentris
Rabu, 23 September 2020 - 14:14 WIB
Dalam webinar Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M), Prodi S1 Pendidikan Sejarah FIS UNJ bersama MGMP S...
Mendikbud: Paud kunci pembangunan SDM sepanjang hayat
Rabu, 23 September 2020 - 12:37 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan pendidikan anak usi...
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa turut membantu mengajar anak sekolah di gereja
Senin, 21 September 2020 - 16:35 WIB
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan, bahwa dalam ke...
Nadiem tegaskan penyederhanaan kurikulum belum dilakukan hingga 2022
Minggu, 20 September 2020 - 20:29 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan penyederhanaan kurikul...
Universitas Ma Chung lakukan wisuda online di masa pandemi COVID-19
Minggu, 20 September 2020 - 18:39 WIB
Sekitar 208 orang mahasiswa Universitas Ma Chung ikuti wisuda secara daring, Minggu (20/9).
IKASA UNJ: Pelajaran sejarah disampaikan atas nama NKRI, jangan diotak-atik 
Minggu, 20 September 2020 - 14:10 WIB
Polemik terus bergulir terkait rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan...
Polsek Secanggang gratiskan wifi untuk anak sekolah belajar daring
Minggu, 20 September 2020 - 08:26 WIB
Bantu anak sekolah belajar dalam jaringan (daring), Polsek Secanggang, Polres Langkat, Sumatera Utar...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV