Kamis, Jakarta catat penambahan kasus positif COVID-19 tertinggi
Elshinta
Jumat, 07 Agustus 2020 - 08:36 WIB |
Kamis, Jakarta catat penambahan kasus positif COVID-19 tertinggi
Dok - Sumber foto: https://bit.ly/2CBHOu6

Elshinta.com - Wilayah DKI Jakarta mencatatkan lonjakan penambahan kasus positif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tertinggi pada Kamis (6/8), sejak awal pandemi pada Maret 2020 lalu.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta yang dikutip di Jakarta, pada Kamis terdapat penambahan kasus COVID-19 sebanyak 597 kasus dari rekor sebelumnya 584 kasus pada Rabu (29/7/2020).

Dengan demikian, total kasus positif COVID di Jakarta per Kamis menjadi 23.863 dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 23.266 kasus.

Penambahan ini juga merupakan tertinggi dalam sepekan terakhir, dengan rincian pada Rabu (5/8/2020) ada 357 kasus, Selasa (4/8/2020) sebanyak 466 kasus, Senin (3/8/2020) 489 kasus, Minggu (2/8/2020) 379 kasus, Sabtu (1/8/2020) 374 kasus, Jumat (31/7/2020) 432 kasus, dan Kamis (30/7/2020) 299 kasus.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati memaparkan, penambahan sebanyak 597 kasus COVID-19 itu adalah dari hasil tes polymerase chain reaction (PCR) pada 6.063 spesimen.

"Sebanyak 5.387 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 597 positif dan 4.790 negatif. Dari 597 kasus positif tersebut, 111 adalah akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 41.087. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 40.783," katanya, dikutip Antara

 

Tes PCR

Ani menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu.

Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari.

"Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah empat kali lipat standar WHO," ucapnya.

Ani juga menyebut kondisi wabah di sebuah daerah hanya bisa diketahui melalui tes. Strategi tes, lacak, dan isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah, katanya.

"Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Sehingga, semakin banyak pula yang tidak diisolasi, dan semakin meningkatkan potensi penularan COVID-19. Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya," ujar Ani.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyatakan sampai 4 Agustus 2020 sudah ada 582.585 sampel (sebelumnya 576.522 sampel) yang telah diperiksa dengan tes PCR untuk mengetahui jejak COVID-19 di DKI Jakarta.

Ani menambahkan, jumlah kasus aktif yang terpapar penyakit COVID-19 itu di Jakarta saat ini sebanyak 7.949 orang (sebelumnya 7.611 orang) yang masih dirawat/isolasi.

Sedangkan, dari jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 23.863 kasus (sebelumnya 23.266 kasus), ada 15.006 orang dinyatakan telah sembuh (hari sebelumnya 14.760 orang), sedangkan 908 orang (sebelumnya 895) meninggal dunia.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta setelah penambahan hari ini, sebesar 7,4 persen (tetap), sedangkan Indonesia sebesar 15,5 persen (sebelumnya 15,2 persen). WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Namun, persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi. Bila jumlah tesnya sedikit (tidak memenuhi standar WHO), maka indikator persentase kasus positif patut diragukan.

Selama vaksin belum tersedia, maka penularan wabah harus dicegah bersama-sama dengan disiplin menegakkan pembatasan sosial dan protokol kesehatan.

Ani menyebutkan hal yang perlu diingat oleh masyarakat untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip dalam berkegiatan sehari-hari yakni tetap tinggal di rumah bila tak ada keperluan mendesak serta menjalankan 3M yakni memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman 1-2 meter, dan mencuci tangan sesering mungkin.

Kemudian, seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50 persen dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Serta ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ini kanal pengaduan terkait penerapan PSBB di perkantoran di DKI
Jumat, 18 September 2020 - 20:45 WIB
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta membuka kanal pelaporan atau pengaduan yang...
Perkembangan COVID-19 di Jakarta per 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020 - 20:26 WIB
Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat agar dapat seg...
1.066 Pasien isolasi mandiri huni Tower 5 Wisma Atlet
Jumat, 18 September 2020 - 15:12 WIB
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan ada 1...
Operasi Yustisi di Mampang Prapatan jaring 100 pelanggar PSBB Jakarta
Jumat, 18 September 2020 - 09:39 WIB
Operasi Yustisi pendisiplinan protokol kesehatan oleh tiga pilar Kecamatan Mampang Prapatan, menjari...
Wagub ungkap ada kemungkinan Sekda DKI terpapar COVID-19 pada 7 September
Jumat, 18 September 2020 - 08:56 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengungkapkan, ada kemungkinan almarhum Sekretaris Dae...
Cuaca Jakarta diperkirakan cerah berawan sepanjang hari ini
Jumat, 18 September 2020 - 08:17 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Ibu Kota DKI Jak...
Berikut penyesuaian waktu operasional Transjakarta selama PSBB
Kamis, 17 September 2020 - 19:11 WIB
PT Transjakarta menyesuaikan waktu operasional selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai ...
Kabareskrim: Kebakaran Gedung Kejagung karena nyala api terbuka
Kamis, 17 September 2020 - 16:25 WIB
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa kebakaran Gedun...
Pasien positif COVID-19 di RSD Wisma Atlet bertambah 1.066 orang
Kamis, 17 September 2020 - 14:39 WIB
Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga Kamis (17/9) pukul 08.00 WIB meraw...
Satpol PP Jaksel tindak 31.787 pelanggar PSBB
Kamis, 17 September 2020 - 13:44 WIB
Dalam kurun waktu 13 hari, Satpol PP Kota Jakarta Selatan telah menindak sebanyak 31.787 pelanggar a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV