Pengaruh usia pada kesuburan pria dan dampaknya
Elshinta
Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Pengaruh usia pada kesuburan pria dan dampaknya
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2XzF1Zt

Elshinta.com - Bagi perempuan, usia memang sangat memengaruhi kesuburan. Ternyata, hal ini tidak dialami wanita saja. Pria juga memiliki waktu biologisnya. Seiring bertambahnya usia, kesuburan juga ikut menurun.

Usia seorang pria memang penting. Meski tidak begitu signifikan seperti pada perempuan, usia ayah yang lebih tua tetap menjadi hal yang harus diperhatikan. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut pengaruh usia pada kesuburan pria:

Kualitas air mani
Para peneliti menemukan bahwa kuantitas air mani akan memuncak antara usia 30 dan 35 tahun. Secara keseluruhan kuantitas sperma diketahui berada di titik terendah setelah pria menginjak usia 55 tahun.

Bentuk sperma
Semakin tua usia pria, maka bentuk atau morfologi sperma akan turut berubah, sehingga membuatnya tidak lagi ideal untuk membuahi sel telur.

Motilitas sperma
Penelitian juga menemukan bahwa motilitas sperma yang paling baik berada sebelum pria menginjak usia 25 tahun dan terendah setelah mereka menginjak usia 55 tahun.

Bahkan, ketika membandingkan jumlah sperma yang berenang dengan baik pada pria yang berusia antara 30 hingga 35 tahun, dengan pria di atas usia 55 tahun, motilitas sperma diketahui menurun hingga 54 persen.

Kualitas genetik sperma
Selain air mani memiliki kualitas yang rendah, usia juga memengaruhi kualitas genetik sperma laki-laki. Para peneliti menemukan bahwa kecacatan genetik dalam sperma meningkat seiring bertambahnya usia pria.

Cacat genetik pada sperma ini dapat menyebabkan beberapa hal, di antaranya kesuburan menurun, meningkatkan risiko keguguran, peningkatan risiko kematian bayi saat lahir, peningkatan risiko beberapa kasus cacat lahir.

Para ilmuwan melaporkan bahwa pria yang lebih tua tidak hanya berisiko mengalami infertilitas. Mereka juga lebih berisiko mewariskan masalah genetik kepada anak-anak mereka.

Penurunan produksi hormon
Setelah memasuki usia 40 tahun, produksi hormon testosteron akan semakin menurun. Hal ini akan berpengaruh pada penurunan libido, dan membuat pria menjadi lebih sulit melakukan hubungan seksual secara rutin.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2XumGgf

Risiko keguguran
Usia ayah ternyata juga dapat memengaruhi kemungkinan bayi bertahan di dalam kandungan. Risiko keguguran meningkat hingga dua kali lipat pada ayah yang berusia lebih dari 45 tahun jika dibandingkan dengan ayah yang berusia 25 tahun.

Risiko memiliki anak dengan Down Syndrome 
Kombinasi faktor usia tua pada perempuan dan pria juga bisa semakin meningkatkan risiko cacat lahir pada bayi. Contohnya risiko Down Syndrome. Para peneliti menemukan bahwa ketika seorang perempuan berusia 35 tahun atau lebih tua, usia pria yang lebih tua juga membawa pengaruh lebih besar.

Hal ini juga berlaku jika perempuan berusia 40 tahun atau lebih tua. Dalam kelompok ini, 50 persen anak-anak dengan Down Syndrome mewarisi cacat genetik dari ayah mereka.

Gangguan lain
Calon ayah yang usianya lebih tua juga cenderung memiliki anak dengan berbagai gangguan. Bayi yang ayahnya berusia di atas 40 tahun, memiliki kemungkinan lima kali lebih besar memiliki spektrum autisme.

Jika dibandingkan dengan bayi dengan ayah berusia di bawah 30 tahun. Selain autisme, risiko yang lain adalah gangguan bipolar, skizofrenia, achondroplasia, dan leukemia pada masa kanak-kanak. 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Mengapa pria bisa meninggalkan wanita meskipun masih cinta? Ini alasannya
Jumat, 18 September 2020 - 23:15 WIB
Tidak hanya wanita, pria juga termasuk makhluk yang susah ditebak. Meskipun banyak yang bilang bahwa...
Pemerintah tambah ruang isolasi tampung 14 ribu pasien COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 21:11 WIB
Pemerintah menambah fasilitas kesehatan termasuk ruang isolasi untuk pasien COVID-19 dengan memanfaa...
15.000 anak Indonesia terpapar Covid-19
Jumat, 18 September 2020 - 19:48 WIB
Sebanyak 15.000 anak usia hingga 14 tahun di Indonesia terpapar Covid-19. Dari jumlah itu 165 mening...
Ahli gizi: Waspadai potensi obesitas saat pandemi COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 16:11 WIB
Dosen Politeknik Kesehatan Denpasar, Jurusan Gizi Ni Made Yuni Gumala mengajak masyarakat dari semua...
Alasan dokter tak rekomendasikan pakai masker scuba
Jumat, 18 September 2020 - 12:50 WIB
Pakar kesehatan belakangan ini tidak merekomendasikan masyarakat mengenakan masker scuba karena tida...
Bagaimana cara meredakan stres dalam pernikahan?
Kamis, 17 September 2020 - 23:15 WIB
 Stres akibat pernikahan pengaruhnya sama buruknya untuk kesehatan seperti merokok. Stres dalam men...
WHO: Satu dari tujuh infeksi COVID-19 terjadi pada petugas kesehatan
Kamis, 17 September 2020 - 21:25 WIB
Satu dari tujuh kasus COVID-19 yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terjadi pada petu...
 Bagaimana sebaiknya posisi penis di celana dalam?
Rabu, 16 September 2020 - 23:15 WIB
Walau terkesan sederhana, kebanyakan pria dilema menentukan posisi penis saat memakai celana dalam. ...
Masyarakat terpapar COVID-19 di Langkat melonjak
Rabu, 16 September 2020 - 20:36 WIB
Sejak dua bulan terakhir terjadi lonjakan jumlah warga Kabupaten Langkat, Sumut, yang terpapar COVID...
Ketum Partai Emas dukung pemberlakuan kembali PSBB di Jakarta
Rabu, 16 September 2020 - 13:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV