Wapres sebut moratorium DOB pertimbangkan kondisi keuangan negara
Elshinta
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:15 WIB |
Wapres sebut moratorium DOB pertimbangkan kondisi keuangan negara
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat melakukan telekonferensi dengan pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari rumah dinas wapres, di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Foto: Antara.

Elshinta.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma`ruf Amin mengatakan moratorium pembentukan daerah otonom baru (DOB) dilakukan atas pertimbangan kondisi keuangan negara, ditambah dengan realokasi anggaran untuk penanganan pandemi COVID-19 saat ini.

"Faktor kepentingan politik dan kebutuhan masyarakat harus bisa terhimpun dan dilakukan dengan tetap memperhitungkan kemampuan keuangan negara," kata Ma’ruf Amin dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Kamis (6/8), mengutip Antara.

Selain itu, lanjut Wapres, pertimbangan lain Pemerintah untuk tidak memekarkan daerah adalah masih ada DOB yang belum optimal dalam menjalankan pembangunan, sehingga evaluasi terus dilakukan pemerintah pusat terhadap daerah-daerah tersebut. "Termasuk juga pertimbangan teknis lainnya sebagai hasil evaluasi daripada bentukan DOB pada periode sebelumnya," katanya pula.

Karena itu, Wapres selaku Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) mengatakan pembentukan DOB ke depannya akan dilakukan lebih selektif dengan memperhatikan kepentingan strategis nasional.

"Sebagaimana saya katakan, kalau pemekaran DOB ini sebenarnya merupakan bagian dari solusi menyeluruh terhadap penyelesaian masalah yang ada," katanya lagi.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nono Sampono meminta Pemerintah membuka kesempatan pemekaran DOB terbatas, terutama untuk Kalimantan, Papua, dan Papua Barat.

"Permasalahan di Kalimantan, khususnya wilayah perbatasan, sama strategisnya dengan Papua. Jadi kami usulkan agar pemekaran terbatas juga memasukkan Kalimantan, selain Papua dan Papua Barat," kata Nono.

DPD juga menyampaikan kepada Wapres terkait rekomendasi pembentukan DOB, yakni 16 calon provinsi baru, 130 calon kabupaten baru, dan 27 calon kota baru. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
1.066 Pasien isolasi mandiri huni Tower 5 Wisma Atlet
Jumat, 18 September 2020 - 15:12 WIB
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan ada 1...
Operasi Yustisi di Mampang Prapatan jaring 100 pelanggar PSBB Jakarta
Jumat, 18 September 2020 - 09:39 WIB
Operasi Yustisi pendisiplinan protokol kesehatan oleh tiga pilar Kecamatan Mampang Prapatan, menjari...
Wagub ungkap ada kemungkinan Sekda DKI terpapar COVID-19 pada 7 September
Jumat, 18 September 2020 - 08:56 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengungkapkan, ada kemungkinan almarhum Sekretaris Dae...
Cuaca Jakarta diperkirakan cerah berawan sepanjang hari ini
Jumat, 18 September 2020 - 08:17 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Ibu Kota DKI Jak...
Berikut penyesuaian waktu operasional Transjakarta selama PSBB
Kamis, 17 September 2020 - 19:11 WIB
PT Transjakarta menyesuaikan waktu operasional selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai ...
Kabareskrim: Kebakaran Gedung Kejagung karena nyala api terbuka
Kamis, 17 September 2020 - 16:25 WIB
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa kebakaran Gedun...
Pasien positif COVID-19 di RSD Wisma Atlet bertambah 1.066 orang
Kamis, 17 September 2020 - 14:39 WIB
Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga Kamis (17/9) pukul 08.00 WIB meraw...