Minuman kesehatan masa depan ini hadir di Indonesia
Elshinta
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:24 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Minuman kesehatan masa depan ini hadir di Indonesia
Sumber foto: istimewa

Elshinta.com -  Dewasa ini, kesehatan sangat mahal dan bahkan tidak ternilai harganya. Sibuk bekerja dan beraktivitas menyebabkan kita lupa dan menyampingkan kesehatan tubuh. Semua kesibukan yang kita jalani saat ini tidak akan ada artinya ketika kesehatan kesehatan mulai menurun. Atas dasar dari itulah, sangat penting untuk menerapkan prinsip “lebih baik mencegah daripada mengobati.”

Seiring bertambahnya usia, bukan tidak mungkin penyakit-penyakit degeneratif (penuaan) akan mulai menyerang tubuh kita. Melansir WHO, penyakit jantung, stroke, kolesterol dan diabetes adalah beberapa contoh penyakit yang sangat mematikan dan menjadi pembunuh nomor satu di dunia.

Penyakit penuaan ini umumnya terlihat dari luar tubuh kita. Namun, perlu Anda ketahui bahwa, penyakit penuaan berawal dari organ dan sel tubuh yang rusak karena racun dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Mengapa makanan yang kita konsumsi sehari-hari, bahkan makanan sehat sekalipun memungkinkan menjadi racun untuk tubuh kita?

Makanan yang kita konsumsi sehari-hari akan diubah oleh tubuh menjadi energi. Energi ini nantinya akan digunakan oleh tubuh untuk beraktivitas bahkan untuk bernafas. 

Proses perubahan inilah yang dapat menghasilkan zat sisa beracun dan racun ini dapat menyebar ke seluruh organ tubuh jika gagal dinetralisir. Hal ini juga berdampak dari kebiasaan dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang masih suka makan sembarangan. 

Kebiasaan konsumsi fast food, makanan berlemak dan berminyak dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat sehingga aliran darah menjadi terganggu. Ini dikarenakan lemak atau racun dari makanan tersebut dapat menempel pada dinding-dinding pembuluh darah yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Tersumbatnya pembuluh darah seperti ini dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, hipertensi, dan juga stroke.

Namun ada kabar baik, SOPALPHA sudah launching produk pertama, Dennis Hadi selaku founder dari SOPALPHA menjelaskan bahwa SOPALPHA adalah minuman kesehatan masa depan dengan kandungan Salmon Ovary Peptide yang diambil langsung dari negara Jepang dan telah teruji klinis. 

"Kandungan Salmon Ovary Peptide dapat membantu membuat pembuluh darah lebih fleksibel dan juga dapat membantu memperkecil sel-sel lemak yang menyangkut pada dinding pembuluh darah, sehingga dapat memperlancar peredaran darah dan membantu pencegahan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah kita," jelas Dennis Hadi.

Di negara Jepang, Salmon Ovary Peptide sudah terkenal sejak 100 tahun lalu (zaman kekaisaran). Tidak sebagai bahan makanan sehari-hari, Salmon Ovary Peptide lebih digunakan untuk membantu proses penyembuhan dan pencegahan dari berbagai penyakit. 

Salmon Ovary Peptide sendiri diambil dari ekstrak membran telur ikan salmon. Selain penyakit jantung, Stroke dan Hipertensi, kandungan Salmon Ovary Peptide dari SOPALPHA ini juga berdasarkan studi maupun uji klinis dapat membantu mencegah penyakit diabetes melitus dengan meningkatkan kadar IGF-1 (Insulin Growth Hormone) dalam tubuh kita.

"Dimana hormon insulin bertugas untuk membawa gula dalam darah menuju ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Jika hormon insulin bekerja dengan baik, gula dari makanan tidak akan menumpuk dalam darah dan secara tidak langsung mengurangi resiko diabetes dan bahkan tingginya kadar IGF-1 pada tubuh juga bersifat anti kanker."

Keunggulan lainnya dari SOPALPHA adalah SOPALPHA juga mengandung ekstrak stem cella apel. Tidak tanggung-tanggung, ekstrak stem cell apel ini diambil dari pohon apel Malus Domestica di negara Swiss.

Tahukah kamu jika tubuh kita memiliki sel punca/stem cell yang memiliki kemampuan untuk me-regenerasi sel yang telah rusak (self healing) atau dengan kata lain dapat mengganti sel-sel dalam tubuh yang sudah tua? Namun ternyata sel punca/stem cell tersebut bisa menjadi lesu seiring umur kita bertambah.

Ekstrak stem cell apel ini sudah teruji klinis memiliki manfaat untuk membantu regenerasi serta rejuvenasi semua sel dalam tubuh manusia bahkan termasuk sel otak yang sudah tua.

Selain itu Ekstrak Stem Cell Apel ini juga berperan untuk sel kulit (sel fibroblast) yang dapat membantu mempercepat penyembuhan kulit dari luka bakar maupun luka gores. 

Berdasarkan Studi dan Uji Klinis, Ekstrak Stem Cell Apel juga dapat melindungi kerusakan sel kulit dari Sinar Ultraviolet yang terlalu lama sehingga juga dapat membantu pencegahan kulit kering dan keriput.

"Anda dapat mengunjungi instagram @bioboostofficial dan instagram @dennishadii untuk informasi lebih lanjut. Ingat, kesehatan itu tidak dianggap penting, sampai kesehatan tersebut terancam hilang dari tubuh kita," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Mengapa pria bisa meninggalkan wanita meskipun masih cinta? Ini alasannya
Jumat, 18 September 2020 - 23:15 WIB
Tidak hanya wanita, pria juga termasuk makhluk yang susah ditebak. Meskipun banyak yang bilang bahwa...
Pemerintah tambah ruang isolasi tampung 14 ribu pasien COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 21:11 WIB
Pemerintah menambah fasilitas kesehatan termasuk ruang isolasi untuk pasien COVID-19 dengan memanfaa...
15.000 anak Indonesia terpapar Covid-19
Jumat, 18 September 2020 - 19:48 WIB
Sebanyak 15.000 anak usia hingga 14 tahun di Indonesia terpapar Covid-19. Dari jumlah itu 165 mening...
Ahli gizi: Waspadai potensi obesitas saat pandemi COVID-19
Jumat, 18 September 2020 - 16:11 WIB
Dosen Politeknik Kesehatan Denpasar, Jurusan Gizi Ni Made Yuni Gumala mengajak masyarakat dari semua...
Alasan dokter tak rekomendasikan pakai masker scuba
Jumat, 18 September 2020 - 12:50 WIB
Pakar kesehatan belakangan ini tidak merekomendasikan masyarakat mengenakan masker scuba karena tida...
Bagaimana cara meredakan stres dalam pernikahan?
Kamis, 17 September 2020 - 23:15 WIB
 Stres akibat pernikahan pengaruhnya sama buruknya untuk kesehatan seperti merokok. Stres dalam men...
WHO: Satu dari tujuh infeksi COVID-19 terjadi pada petugas kesehatan
Kamis, 17 September 2020 - 21:25 WIB
Satu dari tujuh kasus COVID-19 yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terjadi pada petu...
 Bagaimana sebaiknya posisi penis di celana dalam?
Rabu, 16 September 2020 - 23:15 WIB
Walau terkesan sederhana, kebanyakan pria dilema menentukan posisi penis saat memakai celana dalam. ...
Masyarakat terpapar COVID-19 di Langkat melonjak
Rabu, 16 September 2020 - 20:36 WIB
Sejak dua bulan terakhir terjadi lonjakan jumlah warga Kabupaten Langkat, Sumut, yang terpapar COVID...
Ketum Partai Emas dukung pemberlakuan kembali PSBB di Jakarta
Rabu, 16 September 2020 - 13:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV