Protokol kesehatan diharapkan cepat berubah dari kebiasaan jadi kebudayaan
Elshinta
Rabu, 05 Agustus 2020 - 08:13 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Protokol kesehatan diharapkan cepat berubah dari kebiasaan jadi kebudayaan
Meutia Hatta selaku Tim Pakar Sosial Budaya Satuan Tugas COVID-19 pada Dialog Pagi Via Ruang Digital, Selasa (4/8). Via Youtube BNPB

Elshinta.com - Pandemi COVID-19 menuntut masyarakat untuk menciptakan kebiasaan baru di tengah kehidupan. Kebiasaan baru ini tercipta agar terhindar dari COVID-19 dan tetap dapat beraktivitas sehari-hari dengan normal.

“Kebiasaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, yang kemudian menjadi dibiasakan,” kata Meutia Hatta selaku Tim Pakar Sosial Budaya Satuan Tugas COVID-19 pada dialog pagi via ruang digital, Selasa (4/8).

Meutia kemudian menjelaskan bagaimana kebiasaan dapat berubah menjadi suatu kebudayaan. “Kebiasaan itu berawal dari kegiatan yang memiliki manfaat bagi orang-orang yang melakukannya, kemudian kegiatan ini dilakukan secara berkala menjadi kebiasaan. Namun untuk menjadi kebudayaan, dia memerlukan waktu yang tidak singkat," tuturnya, seperti diinformasikan melalui laman resmi BNPB

Contoh dari kebiasaan yang sudah menjadi budaya adalah cuci kaki sebelum masuk ke rumah. Awalnya kebiasaan ini dipraktekan di rumah panggung, di Lampung, Sulawesi atau Palembang. Di atas rumah diberikan sebuah gentong berisi air untuk kita mencuci kaki sebelum masuk rumah. Manfaat dari kebiasaan ini adalah kita masuk ke rumah dengan keadaan kaki yang sudah bersih. Lama-kelamaan kebiasaan ini akhirnya menjadi budaya.

Meutia juga memberikan contoh lain dari kebiasaan yang lama-lama menjadi kebudayaan. “Makanan sayur tadinya bukan budaya dari orang Minang. Namun karena tau manfaatnya, akhirnya sayur bagian dari kebudayaan orang Minang,” tambah Meutia.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan kertekaitan antara kebiasaan dengan budaya pada masa pandemi saat ini.

“Di pandemi ini kita ada kewajiban untuk menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, harus cuci tangan. Ini suatu kebiasaan yang ada manfaatnya, karena tanpa itu ada bahaya Corona. Ini yang diusahakan menjadi kebudayaan,” ucap Meutia.

Terkait protokol kesehatan yang ingin dijadikan sebagai kebudayaan baru, Meutia berpendapat bahwa ini memerlukan waktu.

“Kita ingin secepatnya bisa diterima, begitu ya. Tapi memang butuh waktu. Kita harus mampu menyampaikan kepada masyarakat bahwa ini adalah hal yang penting, ditunjukkan dengan data,” jelas Meutia.

Ia juga menambahkan bahwa orang Indonesia itu memiliki sifat yang tidak mudah takut akan pantanganan, terutama dalam hal risiko kesehatan. Jadi ini merupakan suatu pekerjaan rumah yang harus kita lakukan untuk memberikan edukasi yang tepat bagi masyarakat.

Meutia juga menyampaikan bahwa dirinya sedang melaksanakan sebuah penelitian yang mempelajari tentang sikap masyarakat Indonesia mengenai kepatuhan.

Selanjutnya mengenai bagaimana agar kebiasaan ini dapat lebih cepat menjadi kebudayaan, Meutia berpendapat bahwa hukuman bukanlah jalan pintas agar suatu kebiasaan dapat menjadi kebudayaan.

“Hukuman itu kadang-kadang tidak mempan ya, tapi selain hukuman, yang penting itu mereka (masyarakat) memahami,” jelas Meutia.

Ia berpendapat bahwa masyarakat harus mampu memahami bahwa mereka tidak saja mampu menularkan, tetapi juga berisiko untuk tertular.

Lebih lanjut, Meutia kembali berpesan kepada masyarakat untuk tetap menghindari kerumuman. Ia juga berharap agar kebiasaan ini cepat berubah menjadi kebudayaan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Masyarakat diajak donorkan darahnya di masa pandemi COVID-19
Rabu, 16 September 2020 - 09:47 WIB
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla mengajak seluruh masyarakat di Indonesia untuk ...
Arab Saudi belum resmi umumkan izin pembukaan umrah
Selasa, 15 September 2020 - 17:37 WIB
Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menegaskan bahwa Arab Saudi hingga saat ini belum mengumumkan ...
Indonesia kecam pembakaran Al Quran di Swedia, Denmark
Jumat, 04 September 2020 - 15:45 WIB
Indonesia mengecam keras pembakaran dan perusakan Al Quran di Swedia dan Denmark, serta publikasi ke...
 Kemenag susun pedoman penerapan protokol kesehatan penyelenggaraan umrah
Jumat, 04 September 2020 - 14:11 WIB
Kementerian Agama tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19 guna menyusu...
Tarian Godril Lumajang sambut gerakan `BISA` Kemenkraf
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 17:13 WIB
Tarian tradisional Godril Lumajangan sanggar Arum Pasirian Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sebagai p...
Komunitas Pecinta Hewan desak Pemprov DKI awasi peredaran daging anjing
Jumat, 28 Agustus 2020 - 12:43 WIB
Komunitas Pecinta Hewan, Animal Defenders Indonesia mendesak Pemprov DKI Jakarta agar benar-benar se...
Wagubsu resmikan Pesantren Tahfiz Kampong Qur`an di Langkat
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:45 WIB
Wakil Gubernur Sumarera Utara Musa Rajekshah, meresmikan Pondok Pesantren Tahfiz Kampong Quran di De...
Pemkab Langkat dukung haflah Al Quran di Besilam 
Rabu, 26 Agustus 2020 - 20:47 WIB
Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sumatera Utara beraudiensi ke Pemerintah Kabupa...
Rizal Ramli harap PBNU tinggalkan politik praktis
Selasa, 25 Agustus 2020 - 17:36 WIB
Menko Ekuin era Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Rizal Ramli berharap agar Pengurus...
Masih pandemi, perayaan Tahun Baru Hijriyah terapkan protokol kesehatan
Rabu, 19 Agustus 2020 - 19:12 WIB
Umat Islam menyongsong tahun baru Hijriyah 1442H pada Kamis, 20 Agustus 2020. Momentum ini seringkal...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV