Airlangga pastikan skenario pemulihan ekonomi berlanjut hingga 2021
Elshinta
Selasa, 04 Agustus 2020 - 18:58 WIB |
Airlangga pastikan skenario pemulihan ekonomi berlanjut hingga 2021
Sumber Foto: https://bit.ly/3fr2Clo

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan skenario pemulihan ekonomi yang disiapkan pemerintah akan berlanjut hingga 2021.

Airlangga dalam pidato kunci pada acara Rakernas BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa, mengatakan skenario itu disiapkan karena pandemi diperkirakan belum pulih dalam waktu dekat. "Di tahun 2021, kebijakan pemerintah juga masih dalam skenario pemulihan ekonomi," katanya.

Ia menjelaskan upaya penanganan kesehatan dampak COVID-19 akan dilakukan bersamaan dengan program pemulihan ekonomi, mengingat keduanya berjalan saling beriringan. "Pada saat masalah kesehatan ini tertangani maka ekonomi akan kembali. Maka masyarakat diharapkan mampu melakukan penyesuaian perilaku terhadap COVID-19," katanya.

Mantan Menteri Perindustrian ini juga menuturkan bahwa pemerintah akan terus melaksanakan kebijakan kesehatan dengan prioritas tinggi di tahun 2020 dan 2021. "Kami harap di tahun 2022 dan 2023 vaksin telah ditemukan, sehingga mereka akan berada pada posisi normal," katanya.

Selain itu, tambah Airlangga, pemberian bantuan sosial terus dilakukan hingga 2021 dan secara bertahap akan mulai dikurangi pada tahun 2022. Upaya lainnya adalah meningkatkan usaha dan industri padat karya hingga 2022 serta menjalankan program restrukturisasi kredit UMKM dan menempatkan dana maupun penjaminan kepada sektor riil. "Kami juga akan terus lakukan relaksasi regulasi. Salah satunya adalah dengan transformasi regulasi melalui RUU Cipta Kerja," ujar Airlangga.

Pemerintah juga telah menempatkan dana di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk penguatan modal kerja kepada UMKM maupun korporasi. Hingga saat ini, dana yang sudah disalurkan perbankan senilai Rp43,17 triliun kepada penerima sebanyak 519.797 debitur. "Penempatan dana di BPD sendiri totalnya ada Rp11,5 triliun. Diharapkan ini dapat memutar perekonomian di level masyarakat," katanya, dihimpun Antara.

Secara keseluruhan, ia mengatakan program yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19 bertujuan untuk menjaga kehidupan dan menjaga mata pencaharian masyarakat. Menjaga kehidupan dilakukan dengan menekan virus, memperluas testing, karantina dan kapasitas perawatan, mencari obat, meningkatkan kapasitas sektor kesehatan, serta menyiapkan produksi dan distribusi vaksin. Sementara itu, menjaga mata pencaharian melalui bantuan sosial kepada masyarakat dan stimulus kepada bisnis yang terdampak serta menyiapkan kebijakan lainnya untuk pemulihan ekonomi nasional. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah berpotensi terus menguat hari ini
Jumat, 25 September 2020 - 10:36 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (25/9), berpotensi menguat...
IHSG diperkirakan bergerak variatif, dibayangi perpanjangan PSBB
Jumat, 25 September 2020 - 10:05 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan diperkirakan bergerak...
Ekonom: Dampak PSBB Jakarta bayangi pertumbuhan ekonomi semester II
Kamis, 24 September 2020 - 20:26 WIB
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ta...
Indonesia dinilai perlu segera terapkan BBM ramah lingkungan
Kamis, 24 September 2020 - 19:46 WIB
Pengamat otomotif Mukiat Sutikno mengingatkan bahwa Indonesia perlu segera menerapkan bahan bakar mi...
Cari pakan alternatif, KKP dorong produksi magot dan pakan buatan secara mandiri
Kamis, 24 September 2020 - 19:11 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tega...
Tak berdaya, rupiah ditutup melemah 0,50% ke Rp14.890 per dolar AS hari ini  
Kamis, 24 September 2020 - 17:48 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot akhirnya tak mampu keluar dari tekanan hingga akhir perdagangan har...
Ekonom: Dampak PSBB Jakarta bayangi pertumbuhan ekonomi semester II
Kamis, 24 September 2020 - 11:52 WIB
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ta...
Rupiah terkoreksi seiring perlambatan pemulihan ekonomi AS
Kamis, 24 September 2020 - 10:59 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (24/9) pagi, terkoreksi se...
IHSG diprediksi melemah terbawa koreksi bursa saham AS
Kamis, 24 September 2020 - 10:21 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, diprediksi melemah terbawa...
BI perwakilan Sumut gelar sosialisasi `Nort Sumatera Invest`
Rabu, 23 September 2020 - 21:47 WIB
Wakil Bupati Langkat Syah Afandin menghadiri sosialisasi North Sumatera Invest dan Quik Response Cod...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV