Demi tarik investor, pemerintah bakal gratiskan sewa lahan KIT Batang
Elshinta
Selasa, 04 Agustus 2020 - 13:55 WIB |
Demi tarik investor, pemerintah bakal gratiskan sewa lahan KIT Batang
Presiden Joko Widodo didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kelima kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (ketiga kanan), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (keempat kiri) berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). Foto: Antara.

Elshinta.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah bisa menggratiskan sewa lahan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang sebagai upaya meningkatkan daya saing dalam menggaet relokasi investasi global.

KIT Batang di Jawa Tengah dibangun dengan kerja sama Kementerian BUMN, di mana lahannya merupakan milik PTPN yang dimanfaatkan untuk dijadikan kawasan industri terpadu.

"Judul yang kita kembangkan di sana (Batang) yaitu silakan (investor) datang, yang penting investasi serius, harga tanah terjangkau. Kalau dikatakan minta lima tahun gratis dulu, monggo. Selebihnya kita sewa atau bagaimana. Kita bikin fleksibel, tidak ada masalah," katanya dalam webinar soal relokasi investasi di tengah COVID-19, Selasa (4/8).

Bahlil menuturkan Indonesia memang kalah dengan Vietnam dalam tiga hal yakni birokrasi, tanah, dan upah. Terkait masalah tanah, Indonesia kalah bersaing dengan negara itu karena harga lahan kawasan industri yang mencapai hingga Rp3 juta-Rp4 juta per meter persegi, jauh di bawah kisaran harga tanah di Vietnam.

Oleh karena itu tercetuslah konsep kolaborasi dengan Kementerian BUMN untuk memanfaatkan lahan milik BUMN guna menekan harga lahan.

"Seluruh perizinan nanti BKPM yang urus, mau izin provinsi, izin pusat, izin kabupaten, biar BKPM yang urus. Harga tanahnya pasti lebih murah dari Vietnam," kata Bahlil.

Dalam webinar yang sama Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sebagai insentif, pemerintah kemungkinan akan memberikan secara gratis penggunaan lahan industri dalam waktu 10 tahun.

"Pemerintah akan memberikan insentif, kemungkinan besar untuk penggunaan lahannya itu 10 tahun free of charge. Tidak perlu sewa selama 10 tahun. Ini kami percaya akan membuat calon investor tertarik masuk ke Indonesia," katanya.

Selain itu KIT Batang juga akan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung seperti jalan, air, hingga pengelolaan limbah yang ditargetkan akan selesai tahun ini.

"Nanti akan diikuti juga, di copy paste juga, program Batang Industrial State ini ke program kedua yang kita alokasikan di daerah Subang. Lahannya juga akan disiapkan Kementerian BUMN dan barangkali konsepnya akan sama dengan Batang Industrial State," katanya.

Menurut Menperin, penyediaan lahan industri, khususnya industri manufaktur penting dilakukan untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mengutip salah satu hasil kajian bahwa setiap negara yang bisa menyerap 1.000 hektare lahan untuk industri manufaktur akan dapat memberi tambahan 1 persen pertumbuhan ekonomi.

"Inilah yang membuat pentingnya penyediaan lahan industri di mata pemerintah," pungkas Menperin, demikian Antara. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dukung UMKM Papua, PLN salurkan bantuan modal usaha
Selasa, 29 September 2020 - 21:10 WIB
PLN Unit Induk Wilayah Papua & Papua Barat (UIW P2B) menyalurkan bantuan modal usaha melalui Program...
DPR RI sahkan UU APBN 2021
Selasa, 29 September 2020 - 20:38 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja...
Menko PMK: Pemerintah siapkan 450 ribu ton beras bansos
Selasa, 29 September 2020 - 19:57 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah...
Ekonom: peningkatan daya beli antisipasi resesi panjang
Selasa, 29 September 2020 - 19:45 WIB
Ekonom dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Lukman Hakim mengatakan peningkatan daya beli ...
Rupiah ditutup menguat tipis 0,03% ke Rp 14.895 per dolar AS hari ini 
Selasa, 29 September 2020 - 18:10 WIB
Rupiah spot ditutup pada level Rp 14.895 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selas...
Akhir perdagangan hari ini, IHSG berbalik turun 0,56% ke 4.879 
Selasa, 29 September 2020 - 17:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbang di akhir perdagangan hari ini meski terus bergerak di zon...
KKP: Manfaatkan bonus demografi, tingkatkan wirausahawan perikanan
Selasa, 29 September 2020 - 17:04 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengingatkan pihak terkait agar dapat memanfaatkan bonus de...
Wamenkeu tegaskan belanja pemerintah jadi tulang punggung ekonomi Indonesia
Selasa, 29 September 2020 - 16:35 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara menegaskan, belanja pemerintah dalam APBN dan APB...
BI dorong digitalisasi bank agar tidak ketinggalan
Selasa, 29 September 2020 - 15:56 WIB
Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan merealisasikan open banking atau digitalisasi layanan perban...
Wamenkeu: Ekonomi RI negatif sudah diperkirakan sejak Maret 2020
Selasa, 29 September 2020 - 14:24 WIB
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan negat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV