KPK pastikan tuntaskan kasus dugaan suap DPRD Sumut
Elshinta
Kamis, 30 Juli 2020 - 14:37 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 KPK pastikan tuntaskan kasus dugaan suap DPRD Sumut
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pihaknya akan terus mengembangkan kasus suap berjamaah DPRD Sumatera Utara. 

Tak tertutup kemungkinan dari pengembangan tersebut, KPK akan menjerat pihak lain yang terlibat sepanjang ditemukan bukti permulaan yang cukup. 

"Jika kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup keterlibatan pihak lain maka tentu akan dilakukan pengembangan," kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada awak media, termasuk Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin, Rabu (29/7).

Untuk saat ini, kata Ali, KPK fokus menuntaskan penyidikan terhadap 14 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut yang telah menyandang status tersangka. Dari 14 orang tersangka, 13 orang sudah dijebloskan ke tahanan, sementara seorang lainnya belum ditahan lantaran hasil rapid test menunjukkan reaktif terhadap Covid-19. 

"KPK akan terus berupaya fokus lebih dahulu menyelesaikan pemberkasan terhadap perkara dengan 14 Tersangka tersebut hingga dapat segera dilimpahkan ke persidangan," pungkasnya.

Sebelumnya KPK diminta mengusut tuntas kasus dugaan suap terkait fungsi dan kewenangan DPRD Sumut. Permintaan tersebut disampaikan Komite Aksi Mahasiswa Anti Korupsi (KAMAK). 

Koordinator KAMAK, Yusra Wailung menyatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja KPK dalam mengusut kasus suap berjamaah ini dengan menjerat mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho serta lebih dari 60 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Namun, KAMAK meminta KPK menjerat anggota atau mantan anggota DPRD lainnya yang diduga turut terlibat kasus itu. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 12 tahun buron, Kejatisu tangkap SFH tersangka korupsi BRR
Jumat, 18 September 2020 - 21:57 WIB
Tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelijen Kejati Sumatera Utara berhasil meringkus SFH Mantan Kuasa Dire...
Bandar narkoba terpidana mati kabur, bikin lubang tembus ke gorong-gorong
Jumat, 18 September 2020 - 14:47 WIB
Seorang narapidana yang divonis hukuman mati kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tanger...
Viral penindakan masker saat berkendara, ini kata pihak kepolisian
Jumat, 18 September 2020 - 07:34 WIB
Belakangan, banyak warga yang memprotes terkait penindakan penggunaan masker saat berkendara. Pihak ...
Menkopolhukam: Penusuk Ali Jaber gila atau tidak tetap ke pengadilan
Kamis, 17 September 2020 - 14:11 WIB
Menteri Polhukam Mahfud MD menegaskan tersangka penusuk ulama Ali Jaber akan tetap dibawa ke pengadi...
Polri akan tindak tegas oknum penyalahgunaan seragam baru satpam
Kamis, 17 September 2020 - 13:19 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menyatakan, Kepolisian...
Polisi buru pemotor wanita pamerkan celana dalam
Kamis, 17 September 2020 - 08:17 WIB
Viral di media sosial, wanita pengendara motor matic yang memamerkan celana dalamnya di jalanan. Set...
Viral, polisi ungkap motif pelaku penggunting Bendera Merah Putih di Sumedang
Kamis, 17 September 2020 - 08:04 WIB
Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago menjelaskan motif pelaku pengguntingan Bende...
Ada sanksi tegas, masyarakat dingatkan agar disiplin selama PSBB
Kamis, 17 September 2020 - 07:21 WIB
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana meminta masyarakat Jakarta agar disiplin menjalankan prot...
Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber terancam hukuman mati
Kamis, 17 September 2020 - 06:53 WIB
Polisi telah menetapkan Alpin Andria alias Alfin Andrian sebagai tersangka atas kasus penusukan Syek...
Hasil pemeriksaan, pelaku penusukan mengakui sudah berencana menusuk Syekh Ali Jaber
Kamis, 17 September 2020 - 06:39 WIB
Selama masa penyidikan dengan dibantu oleh Tim Dokter Psikiater Mabes Polri, polisi menemukan bebera...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV