Kaukus pemuka agama dan masyarakat: Kota Depok butuh pemimpin berpengalaman birokrasi
Elshinta
Sabtu, 25 Juli 2020 - 16:29 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Kaukus pemuka agama dan masyarakat: Kota Depok butuh pemimpin berpengalaman birokrasi
Foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Menjelang Pilkada Kota Depok 9 Desember 2020 nanti, diskursus dan aspirasi politik semakin mengemuka. Pelbagai elemen masyarakat menilai tingkat kepuasan kepada kepemimpinan Kota Depok dan kinerja aparat pemerintahan selama ini. 

Dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy, Sabtu (25/7),  sejumlah tokoh informal masyarakat dan tokoh agama berkumpul untuk memberikan catatan kritis kepada pemimpin kewalikotaan saat ini dengan tema 'Depok Butuh Perubahan : New Normal, New Hope, New Leader'.

Disebutkan Nasihun Syahroni, dari kalangan muslim, selam lima belas tahun terakhir, pembangunan Kota Depok tidak konsep atau terarah dengan baik, terutama pembangunan karakter manusia. 

"Buruknya karakter warga dan banyak perilaku sosial menyimpang yang terjadi karena lemahnya pembinaan keimanan. Faktor utama lemahnya kepemimpinan. Kurangnya pembinaan keimanan warga ini diantaranya, karena lemahnya akses pemuka agama untuk membina karakter ummatnya karena dukungan dan komunikasi dari pemimpin kota yang lemah," ujar Nasihun yang merupakan seorang kiyai di kalangan NU Kota Depok.

Nasihun mencontohkan, kenakalan remaja yang marak terjadi merupakan cermin gagalnya pembangunan visi Kota Depok yaitu aman, nyaman, dan religius. Sedangkan kasus kematian akibat minuman alkohol, kriminalitas umum, dan kriminalitas seksual sangat tinggi. 

"Hal ini adalah wujud nyata gagalnya pemimpin sekarang dan membutuhkan pemimpin yang baru bukan yang sekarang. Dalam pilkada 9 Desember nanti perlunya pergantian pemimpin Kota Depok yang punya pengalaman di bidang birokrasi dan pemerintahan sehingga tidak memimpin dengan selera politik yang serampangan," ujarnya. 

Sementara itu, Pendeta Bebalazi Zega, menyoroti perlu ada pemimpin baru yang takut akan tuhan dan taat aturan. Nilai Zega, saat ini hubungan komunikasi antar pemuka agama dengan Pemkot Depok kurang. 

"Kalaupun ada itu tertentu saja. Tidak semua, tidak merata. Tidak mengayomi semua umat dan pemuka agama yg ada di Kota Depok. Bukan hanya satu atau dua. Sehingga semua kepentingan umat beragama didampingi dan dukung," ungkap Zega.

Kata Zega, penyimpangan perilaku sosial, kenakalan remaja, dapat dihindari bila pemkot bekerjasama dengan pemuka masing-masing agama dalam membina ummat. Selain, lebih mengoptimalkan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) yang sekarang dirasa terhenti, pemkot juga perlu memberdayakan kerjasama dengan tokoh kemasyarakatan. 

Hal lain yang soroti kaukus ini adalah gagalnya Kota Depok sebagai 'Kota Layak Anak dan pendidikan. Kemajuan pendidikan mandek, hal ini dapat dilihat dari rendahnya jumlah gedung sekolah negeri. 

"Pun, Jika ada gedung baru, itu pun pertumbuhan sekolah  swasta yang merupakan dari kelompoknya saja. Pembangunan gedung sekolah negeri susah, kita tahu dah karena tekanan dari mana," ujar Nasihun Syahroni. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Musikus Anang Hermansyah pertanyakan aturan KPU soal konser musik saat kampanye Pilkada
Rabu, 16 September 2020 - 19:25 WIB
Musikus senior Anang Hermansyah mempertanyakan aturan KPU yang membolehkan konser musik saat kampany...
KPU tetapkan DPS Pilkada 2020 Sukoharjo sebanyak 662.436 pemilih
Jumat, 11 September 2020 - 15:42 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menetapkan jumlah daftar pemilih sement...
Kunjungi mahasiswa asal Kaltara di Samarinda, Zainal banyak dapat amanat dari millineal Kaltara
Jumat, 11 September 2020 - 10:25 WIB
Calon Gubernur Kalimantan Utara periode 2020-2024 Zainal Arifin Paliwang atau yang lebih dikenal den...
Begini implementasi protokol kesehatan ketat pada daerah penyelenggara Pilkada
Jumat, 11 September 2020 - 07:27 WIB
Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, Satgas Penanganan COVID-19 meminta pem...
Pilkada, Erick Thohir tegaskan pentingnya upaya bersama kendalikan COVID-19
Jumat, 11 September 2020 - 07:12 WIB
Jelang penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020, Komite Penanganan COVID-19 dan ...
Apel deklarasi komitmen penerapan protokol kesehatan Pilkada 2020 di KPU Kalsel
Kamis, 10 September 2020 - 19:35 WIB
Menghadiri kegiatan apel deklarasi komitmen penerapan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian...
Hampir 100 dokter ahli periksa calon kepala daerah di Sumut
Kamis, 10 September 2020 - 19:26 WIB
Puluhan bakal calon kepala daerah di Sumatera Utara (Sumut) menjalani pemeriksaan jasmani dan tes na...
KNPI Sumut: Bobby santun, layak memimpin Medan
Kamis, 10 September 2020 - 17:29 WIB
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut menilai Bobby Nasution yang berpasangan dengan Aulia R...
Mahfud: Penyelenggaraan Pilkada harus disertai protokol kesehatan
Kamis, 10 September 2020 - 07:58 WIB
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa p...
Empat arahan Presiden soal penyelenggaraan Pilkada, untuk jaga kualitas demokrasi
Rabu, 09 September 2020 - 08:48 WIB
Presiden Joko Widodo meminta agar kualitas demokrasi dijaga dan ditingkatkan selain taat dalam menja...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV