Polisi temukan 1,05 juta pil obat keras dari rumah produksi di Bandung
Elshinta
Jumat, 24 Juli 2020 - 14:57 WIB |
Polisi temukan 1,05 juta pil obat keras dari rumah produksi di Bandung
Sejumlah Anggota Reserse Narkoba Polda Jawa Barat menyita barang bukti pil obat keras Triheksifenidil di rumah produksinya, Komplek Kopo Permai, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (24/6/2020). Foto: Antara.

Elshinta.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat menemukan sebanyak 1,050 juta pil yang diduga obat keras berjenis `triheksifenidil` (trihexyphenidyl) setelah menangkap pelaku dan menggerebek rumah produksinya di Komplek Kopo Permai, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol Rudi Ahmad Sudrajat mengatakan dari kasus itu pihaknya menangkap empat orang tersangka, yakni Sarman, Kholik, Rahmat, dan Tanto.

"Berdasarkan info dari Sarman, kami datangi TKP di sini, ditemukan ada satu unit mesin cetak tablet yang ukurannya besar, sehari bisa menghasilkan hingga 200 ribu pil tablet berbahaya," kata Rudi di rumah produksi obat keras itu di Bandung, Jumat (24/7).

Mereka membuat obat itu di sebuah kamar yang ada di rumah kontrakan tersebut. Kamar itu dilengkapi dengan peredam di seluruh sisi temboknya untuk menghilangkan kecurigaan masyarakat sekitar.

Selain pil, polisi juga menyita sebanyak 44 karung berisi serbuk yang diduga sebagai bahan baku mengandung kimia dan 7,9 kilogram bahan utama "triheksifenidil".

Menurut Rudi, pil tersebut diduga akan diedarkan ke Jakarta dan Surabaya dengan menggunakan jasa ekspedisi yang berada di Jalan Terusan Buah Batu, Kota Bandung.

Dia menjelaskan kasus itu bermula dari penyelidikan Badan Narkotika Nasional bersama Polda Jawa Barat hingga menangkap Sarman di lokasi jasa ekspedisi tersebut.

Penangkapan Sarman itu dikembangkan hingga menemukan tersangka lainnya dan dua tempat produksi obat keras itu. Selain di Kabupaten Bandung, satu tempat lainnya, yakni berada di Jalan Melong, Kota Cimahi.

Tempat produksi di Kota Cimahi itu, diduga digunakan tersangka Tanto untuk mencampurkan bahan-bahan baku dan juga tempat pencetakan pil. Dari tempat itu, polisi juga menyita sejumlah mesin pencetakan.

"Tersangka lain itu yang membuat racikan itu bernama Tanto, tamatan SD, dia pengakuannya mendapat keahlian dari seseorang yang sudah meninggal, namanya Udin," katanya.

Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan tentang produksi dan peredaran obat-obatan ilegal, serta Pasal 55 Ayat 1 dan Pasal 56 Ayat 1 KUHPidana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lanud Silas Papare gagalkan pengiriman narkoba dari Bandung ke Wamena Papua
Minggu, 27 September 2020 - 10:15 WIB
Satuan Polisi Militer (Satpom) bersama Intelejen Lanud Silas Papare yang bertugas sebagai Pengamanan...
Setubuhi santri, Guru pesantren di Nagan Raya ditangkap polisi
Minggu, 27 September 2020 - 08:50 WIB
Polres Nagan Raya, Aceh, menangkap MZ (50) seorang guru di sebuah pesantren di Kecamatan Tadu Raya, ...
Polres Batu ringkus pelaku penipuan penggandaan uang 
Rabu, 23 September 2020 - 18:56 WIB
Polres Batu Malang Jawa Timur berhasil mengungkap kasus penipuan dengan modus penggandaan yang dan b...
Polisi bekuk dua pemuda hendak buka `home industry` sabu-sabu
Rabu, 23 September 2020 - 09:10 WIB
Tim Operasional Subdirektorat 3 Unit 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah ...
Polisi tangkap pelajar komplotan pencuri sepeda `berkelas` di Kendari
Senin, 21 September 2020 - 15:56 WIB
Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kendari, Sulawesi Tengah, menangkap enam pelaja...
Polisi tangkap pencari suaka beli sabu di Palmerah
Minggu, 20 September 2020 - 14:39 WIB
Seorang pencari suaka asal Iran berinisial RH (40) ditangkap Unit Narkoba Polsek Palmerah lantaran k...
DPO korupsi alkes RSUD Kabanjahe ditangkap tim Tabur Kejatisu 
Minggu, 20 September 2020 - 11:15 WIB
Tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelijen Kejati Sumut bersama Seksi Intel Kejari Karo berhasil menangka...
Seorang nelayan di Jaring Halus tewas dianiaya tetangganya saat hendak melaut
Sabtu, 19 September 2020 - 17:16 WIB
Seorang warga Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, bernama Ka...
Polisi bawa enam ABK terkait penemuan jenazah dalam mesin pendingin
Jumat, 18 September 2020 - 15:52 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, membawa enam orang Anak Buah Kapal (ABK) un...
3,5 kg ganja dan 3,5 ons sabu diamankan dari kurir narkoba 
Kamis, 17 September 2020 - 18:56 WIB
Satreskoba Polresta Malang Kota berhasil mengungkap dan menangkap kurir narkoba. Pelaku diketahui be...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV