Ganjar Pranowo ngantor kenakan baju adat Suku Dayak Kenyah
Elshinta
Jumat, 24 Juli 2020 - 11:43 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Ganjar Pranowo ngantor kenakan baju adat Suku Dayak Kenyah
Sumber Foto: Humas Pemprov Jateng

Elshinta.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenakan pakaian adat Suku Kenyah masuk kantor di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (23/7). Dengan berpakaian itu pula Ganjar berdialog secara virtual dengan anak-anak Jawa Tengah pada acara memperingati Hari Anak Nasional.

Penggunaan baju adat Nusantara telah menjadi kewajiban bagi Aparatur Sipil Negara dan karyawan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Setiap hari Kamis minggu keempat, seluruh ASN dan karyawan Pemprov Jawa Tengah wajib berbusana adat Nusantara. 

Adapun di minggu lainnya, ASN wajib mengenakan baju adat Jawa. Kewajiban ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah nomor 065/0016031/2019 dan ditandatangani Ganjar.

Suku Kenyah merupakan etnis di Kalimantan Timur. Suku Kenyah acap disebut Dayak Kayan atau Dayak Kenyah.

Pakaian adat Suku Kenyah yang dikenakan Ganjar terdiri atas Bluko’ atau topi pelindung. Topi ini biasanya terbuat dari rotan yang kuat dan tahan benturan, kemudian dihiasi dengan taring macan dan harimau. Topi ini juga dilengkapi dengan manik-manik dan hiasan bulu burung Enggang serta bulu Pegun.

Selanjutnya adalah Besunung atau baju perang. Oleh Suku Kenyah, besunung biasanya dibuat dari kulit binatang seperti beruang, kancil, harimau, macan, maupun kambing, yang cenderung sulit ditembus mandau saat berperang. Besunung selain sebagai pakaian perang juga kerap digunakan dalam rapat maupun saat upacara adat.

Selain besunung, Ganjar juga mengenakan Avet atau cawat dan Tabit, yakni kain untuk melindungi tubuh bagian bawah sekaligus sebagai alas duduk. 

Di daerah asalnya, pakaian ini langsung dikenakan di tubuh namun Ganjar memilih menggunakan manset dan celana panjang hitam untuk alasan kenyamanan.

Demi melengkapi penampilannya, Ganjar membawa Baing atau Mandau, yakni senjata tradisional Suku Kenyah yang biasa dibawa untuk melindungi diri. Mandau asli tersebut dibeli Ganjar sepaket  dengan busananya.

Meski mengenakan baju adat, Ganjar tidak melupakan tanda pengenal dan pin “Tetep Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi” (Tetap Tidak Korupsi, Tidak Berbohong) sebagai identitas sebagai bagian dari Pemprov Jawa Tengah.

"Saya bangga mengenakan baju adat Suku Kenyah ini. Ini adalah  cara yang sederhana untuk merawat ke-Indonesiaan," tuturnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Ia menambahkan, pakaian adat itu ia pesan langsung dari Kalimantan Timur. "Untuk apa? Untuk ke-Indonesiaan kita. Kita harus menghargai, harus menghormati. Bajunya bagus dari kayu, manik-maniknya bagus. Saya punya koleksi baju adat dari seluruh Indonesia,” kata Ganjar.

Bukan kali ini saja Ganjar mengenakan baju adat Nusantara. Sebelumnya, Ganjar pernah mengenakan busana adat Bali, Lombok, Nusa Tenggara Timur, Bugis, Madura, dan baju adat lainnya saat bekerja.

Selain merawat ke-Indonesiaan, cara ini juga bisa mendorong perekonomian, terutama produsen baju adat di tiap daerah. “Industri kecil ini di sana akan hidup. Setidaknya dibeli gubernur Jawa Tengah. Jadi ke-Indonesiaan kita rawat, bisnisnya jalan,” imbuh Ganjar.

Ganjar sendiri mengaku mengoleksi baju adat dari seluruh pelosok Nusantara. Dengan penggunaan busana adat Nusantara, dia ingin mengenalkan kepada masyarakat tentang beragamnya kebudayaan bangsa Indonesia, juga menjadikan momentum untuk menyatukan seluruh anak bangsa. 

“Ini hal kecil yang mudah-mudahan dapat mempersatukan bangsa. Kami ingin menunjukkan, bahwa masyarakat Jawa Tengah juga bagian dari Indonesia,” kata Ganjar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Masyarakat diajak donorkan darahnya di masa pandemi COVID-19
Rabu, 16 September 2020 - 09:47 WIB
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla mengajak seluruh masyarakat di Indonesia untuk ...
Arab Saudi belum resmi umumkan izin pembukaan umrah
Selasa, 15 September 2020 - 17:37 WIB
Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menegaskan bahwa Arab Saudi hingga saat ini belum mengumumkan ...
Indonesia kecam pembakaran Al Quran di Swedia, Denmark
Jumat, 04 September 2020 - 15:45 WIB
Indonesia mengecam keras pembakaran dan perusakan Al Quran di Swedia dan Denmark, serta publikasi ke...
 Kemenag susun pedoman penerapan protokol kesehatan penyelenggaraan umrah
Jumat, 04 September 2020 - 14:11 WIB
Kementerian Agama tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19 guna menyusu...
Tarian Godril Lumajang sambut gerakan `BISA` Kemenkraf
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 17:13 WIB
Tarian tradisional Godril Lumajangan sanggar Arum Pasirian Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sebagai p...
Komunitas Pecinta Hewan desak Pemprov DKI awasi peredaran daging anjing
Jumat, 28 Agustus 2020 - 12:43 WIB
Komunitas Pecinta Hewan, Animal Defenders Indonesia mendesak Pemprov DKI Jakarta agar benar-benar se...
Wagubsu resmikan Pesantren Tahfiz Kampong Qur`an di Langkat
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:45 WIB
Wakil Gubernur Sumarera Utara Musa Rajekshah, meresmikan Pondok Pesantren Tahfiz Kampong Quran di De...
Pemkab Langkat dukung haflah Al Quran di Besilam 
Rabu, 26 Agustus 2020 - 20:47 WIB
Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sumatera Utara beraudiensi ke Pemerintah Kabupa...
Rizal Ramli harap PBNU tinggalkan politik praktis
Selasa, 25 Agustus 2020 - 17:36 WIB
Menko Ekuin era Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Rizal Ramli berharap agar Pengurus...
Masih pandemi, perayaan Tahun Baru Hijriyah terapkan protokol kesehatan
Rabu, 19 Agustus 2020 - 19:12 WIB
Umat Islam menyongsong tahun baru Hijriyah 1442H pada Kamis, 20 Agustus 2020. Momentum ini seringkal...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV