Joe Biden terima laporan intelijen soal Rusia pengaruhi pilpres
Elshinta
Sabtu, 18 Juli 2020 - 19:15 WIB |
Joe Biden terima laporan intelijen soal Rusia pengaruhi pilpres
Calon presiden dari Partai Demokrat dan mantan Wakil Presiden Joe Biden berbicara soal pembukaan kembali ekonomi AS, di tengah pandemi virus corona (COVID-19), di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Kamis (11/6/2020). Foto: Antara.

Elshinta.com - Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, pada Jumat (17/7) mengatakan ia telah menerima laporan dari badan intelijen, yang menyebut Rusia terus berupaya ikut campur dan memengaruhi pemilihan presiden di AS pada November 2020.

China juga melakukan kegiatan "yang bertujuan membuat kita kehilangan kepercayaan" pada hasil pilpres 2020, kata Biden di depan para pendukungnya saat kampanye virtual dan penggalangan dana.

"Kami tahu dari sebelumnya, dan saya menjamin kalian semua bahwa saya sekarang tahu, karena saya telah mendapatkan informasi (dari badan intelijen, red). Rusia masih berupaya mendelegitimasi proses pemilihan umum kita. Ini fakta," kata Biden.

Biden memperingatkan bahwa jika Rusia terus ikut campur akan ada "harga yang harus dibayar" jika nantinya ia menang dari petahana, Presiden Donald Trump, saat pilpres.

Sejauh ini, belum jelas bagaimana Biden mendapatkan pengarahan intelijen, tetapi pengarahan seperti itu biasa diterima oleh kandidat presiden. Tim kampanye Biden belum memberi jawaban terkait pertanyaan itu.

Biden pada sesi jumpa pers 30 Juni mengatakan ia belum menerima laporan rahasia dari intelijen.

Ia, katanya, kemungkinan akan meminta informasi intelijen, setelah berbagai laporan terbit soal Trump diduga tidak berbuat apa-apa terhadap laporan intelijen, yang  menyebut Rusia menawarkan imbalan bagi Taliban untuk membunuh tentara AS di Afghanistan. 

Biden, mantan wakil presiden Barack Obama, mengkritik Trump setelah ada laporan yang menyebut ia tidak membaca hasil pengarahan intelijen.

Sejumlah badan intelijen AS menemukan informasi bahwa Rusia membantu Trump pada pilpres 2016. Temuan itu dibantah Rusia dan Trump menyebut informasi itu sebagai "kabar bohong". Demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saat ini masker lebih efektif cegah COVID-19 dibanding vaksin
Minggu, 20 September 2020 - 15:29 WIB
Vaksin yang selama ini dinantikan banyak orang untuk menyelamatkan diri dari COVID-19 ternyata diseb...
Menlu Iran: Dunia harus menentang sanksi AS
Minggu, 20 September 2020 - 11:24 WIB
Komunitas dunia harus menentang penggunaan sanksi-sanksi Amerika Serikat untuk memberlakukan keingin...
Mantan PM Kanada Turner tutup usia
Minggu, 20 September 2020 - 10:51 WIB
Mantan Perdana Menteri Kanada John Turner, yang menjabat hanya 11 pekan dan memimpin Partai Liberaln...
Trump dukung kesepakatan memungkinkan TikTok terus beroperasi di AS
Minggu, 20 September 2020 - 10:10 WIB
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia mendukung kesepakatan yang memungkinkan TikTok terus beroper...
Tiongkok akan balas AS atas larangan TikTok dan WeChat
Minggu, 20 September 2020 - 08:50 WIB
Pemerintah Tiongkok menyiapkan tindakan balasan terhadap pemerintah Amerika Serikat yang melarang ap...
Harga minyak melonjak, terkerek ancaman OPEC soal pangkas produksi
Jumat, 18 September 2020 - 09:52 WIB
Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik positif ketika OPEC da...
Harga emas anjlok terseret aksi ambil untung
Jumat, 18 September 2020 - 07:48 WIB
Harga emas berjangka jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyusul aksi ambil untung...
Kasus positif COVID-19 di Inggris naik 167% sejak akhir Agustus
Kamis, 17 September 2020 - 21:11 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 167% pada angka positif COVID-19 di Inggris sejak akhir Agustus, demikian ...
WHO: Amerika Latin terlalu dini cabut pembatasan COVID-19
Kamis, 17 September 2020 - 15:15 WIB
Amerika Latin telah mulai melanjutkan kehidupan sosial dan publik yang normal padahal pandemi COVID-...
Inggris kembalikan tiga patung curian dari kuil India pada 1978
Kamis, 17 September 2020 - 14:28 WIB
Warga Inggris mengembalikan tiga patung tembaga yang dicuri dari sebuah kuil Hindu di Tamil Nadu, In...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV