Ekspor batu bara dan cangkang sawit terhambat pendangkalan pelabuhan
Elshinta
Sabtu, 18 Juli 2020 - 16:52 WIB |
Ekspor batu bara dan cangkang sawit terhambat pendangkalan pelabuhan
Seorang petugas PT Pelindo II (Persero)/IPC cabang Bengkulu mengawasi kapal keruk De Laperouse berbendera Luxembourg melakukan pengerukan di alur/pintu masuk Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Foto: Antara.

Elshinta.com - Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Bengkulu Ardhani Naryasti menyebut ekspor sejumlah komoditas unggulan daerah itu terhambat lantaran alur di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu kerap mengalami pendangkalan.

Ardhani mengatakan ada dua produk unggulan Bengkulu yang saat ini permintaannya cukup tinggi dil uar negeri yaitu batu bara dan cangkang kelapa sawit. Namun ekspor terkendala karena kapal besar tak bisa bersandar di Pelabuhan Pulau Baai.

"Permintaan untuk cangkang sawit itu luar biasa banyak sekali, tetapi sayangnya ekspor ini tidak bisa terealisasi karena adanya pendangkalan di Pelabuhan Pulau Baai sehingga kapal tidak bisa merapat," kata dia di Bengkulu, Sabtu (18/7).

Ia menjelaskan para pengusaha cangkang kelapa sawit di Bengkulu akhirnya memilih melakukan ekspor melalui pelabuhan lain seperti melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung dan Pelabuhan Teluk Bayur Padang.

Jika ekspor tetap dipaksakan melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, kata dia, maka biaya transportasi bertambah, karena membutuhkan kapal tongkang untuk mengangkat cangkang dari dermaga ke tengah laut untuk kemudian dipindahkan ke kapal yang lebih besar.

"Kapal yang tidak bisa menepi itu akhirnya melakukan ekspor dengan kapal tongkang dulu, kemudian baru diangkut ke tengah untuk dipindahkan ke kapal. Inilah yang kemudian menghambat ekspor," paparnya.

Terkait hal tersebut, GM PT Pelindo II Cabang Bengkulu Silo Santoso mengatakan pihaknya sedang merencanakan pengerukan alur pelabuhan pada Agustus mendatang.

Silo mengatakan  dari panjang alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu yang sekitar tiga kilometer, pada spot tertentu mengalami pendangkalan dengan kedalaman lima meter LWS.

Ia mengakui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu merupakan salah satu pelabuhan yang paling cepat mengalami pendangkalan dibandingkan pelabuhan lainnya di Indonesia.

Sebelumnya pada Desember 2019 lalu pihaknya sudah melakukan pengerukan alur di kedalaman 10 meter LWS, dengan mengeluarkan hampir 600 ribu meter kubik pasir, namun saat ini sudah kembali mengalami pendangkalan.

"Karena pelabuhan ini berada persis di laut barat Sumatera, berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, berhadapan langsung dengan laut lepas sehingga mempercepat pendangkalan.

Menurutnya, saat ini pihaknya hanya bisa melakukan pengerukan alur pelabuhan sebanyak satu kali dalam satu tahun karena biaya untuk setiap kali pengerukan sangat besar bisa mencapai Rp50 hingga Rp60 miliar.

Silo mengaku pihaknya saat ini sedang mempelajari perilaku perairan pantai di Bengkulu untuk nantinya dijadikan acuan pengambilan kebijakan terkait pendangkalan alur.

"Kita sedang lakukan studi untuk mengamati perilaku gelombang dan ini sudah berlangsung enam bulan, nanti hasilnya akan dijadikan acuan treatment apa yang akan dilakukan," ujarnya, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ekonom: Dampak PSBB Jakarta bayangi pertumbuhan ekonomi semester II
Kamis, 24 September 2020 - 20:26 WIB
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ta...
Indonesia dinilai perlu segera terapkan BBM ramah lingkungan
Kamis, 24 September 2020 - 19:46 WIB
Pengamat otomotif Mukiat Sutikno mengingatkan bahwa Indonesia perlu segera menerapkan bahan bakar mi...
Cari pakan alternatif, KKP dorong produksi magot dan pakan buatan secara mandiri
Kamis, 24 September 2020 - 19:11 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tega...
Tak berdaya, rupiah ditutup melemah 0,50% ke Rp14.890 per dolar AS hari ini  
Kamis, 24 September 2020 - 17:48 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot akhirnya tak mampu keluar dari tekanan hingga akhir perdagangan har...
Ekonom: Dampak PSBB Jakarta bayangi pertumbuhan ekonomi semester II
Kamis, 24 September 2020 - 11:52 WIB
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ta...
Rupiah terkoreksi seiring perlambatan pemulihan ekonomi AS
Kamis, 24 September 2020 - 10:59 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (24/9) pagi, terkoreksi se...
IHSG diprediksi melemah terbawa koreksi bursa saham AS
Kamis, 24 September 2020 - 10:21 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, diprediksi melemah terbawa...
BI perwakilan Sumut gelar sosialisasi `Nort Sumatera Invest`
Rabu, 23 September 2020 - 21:47 WIB
Wakil Bupati Langkat Syah Afandin menghadiri sosialisasi North Sumatera Invest dan Quik Response Cod...
Akademisi nilai industri manufaktur berpeluang bangkit saat pandemi
Rabu, 23 September 2020 - 21:36 WIB
Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Mukhaer Pakkana mengatakan sektor industri manufak...
Pemerintah yakin ekonomi kuartal III membaik meski dibayangi resesi
Rabu, 23 September 2020 - 19:26 WIB
Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yakin pertumbuhan ekonomi kuartal II...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV