Kemenkeu: Insentif pajak diperpanjang, prosedur lebih sederhana
Elshinta
Sabtu, 18 Juli 2020 - 14:37 WIB |
Kemenkeu: Insentif pajak diperpanjang, prosedur lebih sederhana
Sejumlah warga mengikuti kegiatan kampanye Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Spectaxcular 2020 di Medan, Sumatera Utara. Foto: Antara.

Elshinta.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperpanjang pemberian stimulus berupa insentif pajak dalam rangka penanganan dampak COVID-19 hingga Desember 2020.

“Stimulus pajak kini tersedia untuk lebih banyak sektor usaha dan dapat dimanfaatkan hingga Desember 2020 dengan prosedur yang lebih sederhana,” demikian kutipan keterangan resmi DJP di Jakarta, Sabtu (18/7).

Rincian perluasan dan perubahan prosedur pemberian fasilitas terdiri dari insentif PPh Pasal 21 DTP diberikan kepada karyawan di perusahaan yang bergerak di salah satu dari 1.189 bidang industri tertentu, perusahaan mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan perusahaan di kawasan berikat.

Ini berarti karyawan dengan NPWP dan penghasilan bruto bersifat tetap serta disetahunkan tidak lebih dari Rp200 juta pada sektor-sektor tersebut akan mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk pajak yang tidak dipotong.

Sementara jika WP memiliki cabang maka pemberitahuan pemanfaatan insentif PPh Pasal 21 cukup disampaikan WP pusat dan berlaku untuk semua cabang.

Untuk fasilitas insentif bagi UMKM yakni pajak penghasilan final tarif 0,5 persen ditanggung pemerintah maka WP tidak perlu melakukan setoran pajak.

Tak hanya itu, pemotong atau pemungut pajak juga tidak melakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada saat melakukan pembayaran kepada pelaku UMKM.

“Pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan fasilitas ini tidak perlu mengajukan Surat Keterangan PP 23 tetapi cukup menyampaikan laporan realisasi setiap bulan,” tulisnya.

Untuk insentif pembebasan PPh Pasal 22 Impor diberikan kepada WP yang bergerak di salah satu dari 721 bidang industri tertentu, perusahaan KITE, dan perusahaan pada kawasan berikat.

“Penerima fasilitas wajib menyampaikan laporan setiap bulan dari yang sebelumnya setiap tiga bulan. Fasilitas ini sebelumnya hanya tersedia bagi 431 bidang industri dan perusahaan KITE,” tulisnya.

Untuk insentif pengurangan angsuran PPh pasal 25 sebesar 30 persen diberikan kepada WP yang bergerak di salah satu dari 1.013 bidang industri tertentu, perusahaan KITE, dan perusahaan di kawasan berikat.

“Penerima fasilitas wajib menyampaikan laporan setiap bulan dari yang sebelumnya setiap tiga bulan. Fasilitas ini sebelumnya hanya tersedia bagi 846 bidang industri dan perusahaan KITE,” tulisnya.

Untuk insentif restitusi PPN dipercepat hingga jumlah lebih bayar paling banyak Rp5 miliar diberikan kepada WP yang bergerak di salah satu dari 716 bidang industri tertentu, perusahaan KITE, perusahaan di kawasan berikat, dan ditetapkan sebagai PKP berisiko rendah.

Insentif itu diberikan tanpa persyaratan melakukan kegiatan tertentu seperti ekspor barang atau jasa kena pajak, penyerahan kepada pemungut PPN, dan penyerahan yang tidak dipungut PPN.

Seluruh fasilitas di atas diperoleh dengan menyampaikan pemberitahuan atau mendapatkan surat keterangan melalui www.pajak.go.id.

“Mulai berlaku sejak pemberitahuan disampaikan atau surat keterangan diterbitkan hingga masa pajak Desember 2020,” tulisnya, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ini kanal pengaduan terkait penerapan PSBB di perkantoran di DKI
Jumat, 18 September 2020 - 20:45 WIB
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta membuka kanal pelaporan atau pengaduan yang...
Perkembangan COVID-19 di Jakarta per 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020 - 20:26 WIB
Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat agar dapat seg...
1.066 Pasien isolasi mandiri huni Tower 5 Wisma Atlet
Jumat, 18 September 2020 - 15:12 WIB
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan ada 1...
Operasi Yustisi di Mampang Prapatan jaring 100 pelanggar PSBB Jakarta
Jumat, 18 September 2020 - 09:39 WIB
Operasi Yustisi pendisiplinan protokol kesehatan oleh tiga pilar Kecamatan Mampang Prapatan, menjari...
Wagub ungkap ada kemungkinan Sekda DKI terpapar COVID-19 pada 7 September
Jumat, 18 September 2020 - 08:56 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengungkapkan, ada kemungkinan almarhum Sekretaris Dae...
Cuaca Jakarta diperkirakan cerah berawan sepanjang hari ini
Jumat, 18 September 2020 - 08:17 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Ibu Kota DKI Jak...
Berikut penyesuaian waktu operasional Transjakarta selama PSBB
Kamis, 17 September 2020 - 19:11 WIB
PT Transjakarta menyesuaikan waktu operasional selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai ...
Kabareskrim: Kebakaran Gedung Kejagung karena nyala api terbuka
Kamis, 17 September 2020 - 16:25 WIB
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa kebakaran Gedun...
Pasien positif COVID-19 di RSD Wisma Atlet bertambah 1.066 orang
Kamis, 17 September 2020 - 14:39 WIB
Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga Kamis (17/9) pukul 08.00 WIB meraw...
Satpol PP Jaksel tindak 31.787 pelanggar PSBB
Kamis, 17 September 2020 - 13:44 WIB
Dalam kurun waktu 13 hari, Satpol PP Kota Jakarta Selatan telah menindak sebanyak 31.787 pelanggar a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV