Ekonom sebut perbankan lebih kuat dan matang hadapi pandemi Covid-19
Elshinta
Rabu, 15 Juli 2020 - 16:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Ekonom sebut perbankan lebih kuat dan matang hadapi pandemi Covid-19
Pengamat ekonomi Trisakti School Of Management Antonius Lisliyant. Foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Dibandingkan krisis ekonomi yang terjadi pada 1998, 2008, perbankan Indonesia saat ini lebih kuat dan matang. Terlebih karena krisis akibat Pandemi Covid-19 saat ini berlangsung secara global dan terkait antara satu negara dengan negara lainnya. Karena itu, ukuran yang dipakai tak hanya kacamata kondisi ekonomi dalam negeri saja, tetapi harus lebih jauh mengukur keadaan ekonomi secara regional maupun global.

Apalagi menurut catatan April 2020, kondisi CAR (Capital Adequacy Ratio atau rasio kecukupan modal) Perbankan saat ini ada di angka 22.08 persen, sementara ditahun 1998 berada dibawah 4 persen.

Pernyataan itu disampaikan pengamat ekonomi Trisakti School Of Management Antonius Lisliyanto di Jakarta, Selasa (14/7).

“Kalau masalah Covid-19, tidak ada satu negara pun siap. Artinya, semua industri pun juga tidak siap menghadapi problem ini. Sekarang, bagaimana kecepatan bereaksi menghadapi masalah itu yang menjadi hal penting,” katanya.

Antonius memaparkan, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sektor-sektor lain sudah berada di jalan yang benar. 

“Saya yakin dengan apa yang dilakukan oleh Menteri Keuangan saat ini dan juga OJK. Mereka semua tahu pokok permasalahannya. Sekarang tinggal bagaimana meyakinkan agar daya beli masyarakat bisa kembali lagi seperti semula, sehingga ekonomi berjalan normal lagi,” urainya.

Menurut dosen ekonomi di salah satu perguruan tinggi yang juga Aktivis 98 ini,  kematangan dunia perbankan kita dapat dilihat bagaimana sektor ini sudah langsung bereaksi begitu hantaman pertama krisis akibat pandemi terjadi sekitar Maret lalu.

Antonius memuji langkah Presiden Jokowi merilis Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan. 

Sebagaimana diketahui, Perpu itu dikeluarkan Presiden Jokowi dengan pertimbangan karena implikasi pandemi Covid-19 telah berdampak antara lain terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional, penurunan penerimaan negara, dan peningkatan belanja negara dan pembiayaan, sehingga diperlukan berbagai upaya Pemerintah untuk melakukan penyelamatan kesehatan dan perekonomian nasional, dengan fokus pada belanja untuk kesehatan, jaring pengaman sosial (social safety net), serta pemulihan perekonomian termasuk untuk dunia usaha dan masyarakat yang terdampak.

“Langkah Presiden Jokowi mengeluarkan Perpu ini untuk menolong UMKM sebagai sektor yang paling terdampak pandemi sangat tepat. Ekonomi kita bergerak dimulai dari hal-hal kecil,” katanya,

Karena itu, sekarang yang harus dilakukan sebenarnya adalah bagaimana mengkomunikasikan apa yang telah dilakukan kepada masyarakat. 

“Komunikasi menjadi hal yang penting, karena langkah apapun tidak bisa diketahui masyarakat secara gamblang kalau tidak dikomunikasikan dengan baik,” tegasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PT KAI Daop 8 Surabaya kembali jalankan 6 kereta api ke Jateng dan DKI
Selasa, 04 Agustus 2020 - 20:26 WIB
Guna mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang KA yang terus meningkat, PT KAI Daop 8 Surabaya kembal...
Airlangga pastikan skenario pemulihan ekonomi berlanjut hingga 2021
Selasa, 04 Agustus 2020 - 18:58 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan skenario pemulihan ekonomi yan...
Rupiah spot ditutup menguat tipis 0,03% ke Rp14.625 per dolar AS hari ini 
Selasa, 04 Agustus 2020 - 18:11 WIB
Rupiah spot ditutup menguat tipis ke Rp 14.625 per dolar AS pada Selasa (4/8).
IHSG menguat 1,37% ke 5.075 di akhir perdagangan hari ini
Selasa, 04 Agustus 2020 - 17:55 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat setelah tumbang di awal pekan. Selasa (4/8), IHS...
Demi tarik investor, pemerintah bakal gratiskan sewa lahan KIT Batang
Selasa, 04 Agustus 2020 - 13:55 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah bisa menggrati...
Kata Menperin soal kemungkinan PMI Manufaktur RI kembali ke angka 51,9
Selasa, 04 Agustus 2020 - 13:13 WIB
Purchasing Manager`s Index (PMI) Manufaktur Indonesia Juli 2020 berada pada angka 46,9 atau naik dib...
IHSG menguat, pasar tunggu data pertumbuhan ekonomi kuartal II
Selasa, 04 Agustus 2020 - 11:04 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/8) pagi menguat jelang ...
Rupiah menguat dipicu perbaikan data ekonomi
Selasa, 04 Agustus 2020 - 10:40 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (4/8) pagi menguat di...
 Datangi Rizal Ramli, Satgasnas Cakra Buana PDI-P minta nasihat penyelesaian masalah ekonomi
Senin, 03 Agustus 2020 - 19:35 WIB
Anggota Satgas Nasional Cakra Buana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan beberapa pengu...
Rupiah hari ini ditutup melemah 0,21% ke Rp14.630 per dolar AS
Senin, 03 Agustus 2020 - 18:11 WIB
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg pada Senin (3/8), rupiah ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV