Apa saja kelainan seksual yang perlu diwaspadai?
Elshinta
Selasa, 14 Juli 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Apa saja kelainan seksual yang perlu diwaspadai?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2WhWx3J

Elshinta.com - Kelainan seksual atau biasa disebut dengan nama lain paraphilia, adalah kondisi di mana gairah dan kepuasan seksual seseorang bergantung pada fantasi atau benda tertentu.

Orang yang mengalami kelainan seksual ini biasanya hanya memiliki kelainan yang spesifik pada satu hal tertentu dan cenderung jarang berubah selera seksualnya. Kelainan ini lebih banyak diderita oleh laki-laki dibanding perempuan.

Penyebabnya macam-macam, mulai dari genetik, pergaulan dan lingkungan, pengalaman masa kecil, kekerasan yang pernah dialami, ataupun pemicu psikologi lainnya. Berikut adalah beberapa bentuk kelainan seksual yang perlu diketahui yang dihimpun dari berbagai sumber:

Fetisisme
Adalah suatu kondisi yang terjadi ketika seseorang mengalami kepuasan seksual ketika diperhadapkan dengan objek tertentu. Pelakunya akan terangsang ketika menyentuh, merasakan, memasukkan, atau mencium berbagai benda mati, seperti celana dalam, baju, sepatu, dan lain-lain.

Sesuatu yang berbau fetisisme tidak selamanya berkaitan dengan objek erotis. Selain benda, fetisisme juga mengalami rangsangan pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti ketiak, kaki, jari tangan, atau bahkan rambut. Pada tingkatannya, rangsangan dan kepuasan seksual bisa dilakukan dengan, atau tanpa pasangan.

Fetitisme menjadi berbahaya bila menjadi adiktif. Pada pria dengan fetisisme, berhubungan seksual dengan pasangan tanpa kehadiran benda yang membuat terangsang bisa sampai mengakibatkan disfungsi ereksi.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/38RPPqe

Exhibitionism
Kelainan seksual exhibitionism atau eksibisionisme adalah suatu kondisi di mana seseorang mendapatkan rangsangan secara seksual dan mencapai kepuasan ketika memamerkan area genitalnya ataupun melakukan masturbasi di depan satu hingga banyak orang.

Pelaku eksibisionis akan meraih kepuasan seksual ketika korbannya terlihat kaget, syok, atau bahkan terkesan dengan perbuatan tersebut. Sehingga ia mendapat kepuasan saat melakukannya.

Pedofilia
Pedofilia bukanlah sebuah preferensi seksual, melainkan sebuah kelainan mental. Pedofil, orang yang mengidap pedofilia, memiliki ketertarikan seksual terhadap anak-anak prapubertas. Seorang pedofil merasa terangsang secara seksual dan memiliki keinginan berhubungan intim dengan anak kecil.

Banyak kasus di mana pedofil tidak hanya sekadar berfantasi, tetapi hingga melakukan tindakan asusila terhadap anak. Menurut studi kasus, yang sering terjadi adalah para pedofil melakukan tindakan asusilanya kepada kerabat terdekat, bahkan anak kandungnya sendiri.

Sadomasokisme
Sadomasokisme sendiri adalah perilaku kelainan seksual di mana seseorang merasakan kenikmatan dan kepuasan seksual ketika menyakiti atau disakiti.

Sadomasokisme memiliki tingkatan, ada yang hanya sampai pada tahapan memukul atau menggigit hingga meninggalkan bekas lebam. Namun pada tahapan yang sudah parah bisa menyebabkan luka-luka parah yang disebabkan alat-alat atau benda tajam.

Kelainan seksual ini bisa menyebabkan kematian karena dalam kondisi tertentu ketika masokis (yang disakiti) dan sadis (yang menyakiti) akan mendapatkan klimaks ketika menempatkan nyawa di ujung tanduk, misalnya dengan melakukan pencekikan.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2DIBlOd

Frotteurism
Frotteurism adalah ketertarikan seseorang untuk menggesek-gesekkan bagian genitalnya kepada bagian tubuh orang lain tanpa persetujuan korban. Ini biasanya dilakukan di tempat umum.

Mayoritas pengidap frotteurism adalah pria. Pada situasi ini biasanya korban tidak bisa melakukan apa-apa karena merasa malu dan tidak tahu harus berbuat apa, sedangkan pelaku bisa mendapatkan klimaks hingga ejakulasi.

Rangsangan seksual yang diperoleh pengidap kelainan seksual ini muncul karena “keseruan” yang dirasakan saat melakukannya di tempat umum, dengan orang yang tidak dikenal bahkan tanpa perlu melihat wajahnya. Pria dikatakan menderita frotteurisme bila sudah merasakan kelainan ini dalam periode 6 bulan beruntun. 

Transvetitisme
Transvetitisme alias fetisisme tranvestik adalah perilaku yang ditunjukkan seseorang dengan berpakaian seperti lawan gendernya. Misalnya, seorang laki-laki berpakaian seperti wanita atau sebaliknya, dan bisa dilakukan oleh seorang heteroseksual maupun homoseksual.

Pemilik kelainan seksual ini bisa hanya menggunakan sebagian identitas lawan jenis (misalnya pria menggunakan lingerie) atau bisa juga berpakaian seluruhnya seperti lawan jenis. Berperilaku seperti itu akan membuat mereka mencapai kepuasan seksual, meski tidak melakukan hubungan seksual.

Voyeurisme
Merupakan salah satu kondisi di mana seseorang mendapatkan kepuasan seks dengan cara mengintip, menguntit, memandang, dan melihat diam-diam orang lain. Orang lain tersebut bisa dikatakan sedang melakukan aktivitas seperti telanjang, ganti baju, mandi, atau saat berhubungan seksual dengan orang lain.

Para pengintip ini bertujuan hanya ingin masturbasi dan mencapai kepuasan seksual dengan melihat aktivitas orang asing lewat lubang intip tersebut.
 
Masokisme
Kelainan seksual ini dicirikan dengan kepuasan seksual seseorang yang hanya bisa dicapai ketika ia dipermalukan atau dilakukan secara kasar oleh pasangan.

Masokisme bisa berbentuk hanya sebatas verbal hingga perlakuan yang menyakiti fisik, seperti memukul hingga membakar diri.
Salah satu aliran masokisme yang bisa berbahaya adalah asfiksiasi autoerotis, yakni ketika masokis mencekik dirinya sendiri (atau meminta bantuan pasangan seksualnya).

Tujuannya adalah kesulitan bernapas hingga akhirnya mencapai klimaks, namun hal ini tak jarang berlangsung di luar batas hingga menyebabkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ZrgtU0

Sadisme seksual
Sadisme bisa dikatakan sebagai penyimpangan seksual yang mungkin berujung pada hukuman pidana. Pasalnya, orang dengan kelainan ini hanya mencapai kepuasan seksual setelah melakukan adegan sadis pada pasangannya, misalnya teror, pemerkosaan, hingga pembunuhan.

Necrophilia
Necrophilia atau nekrofilia merupakan salah satu kelainan seksual yang cukup esktrem, yakni memiliki hasrat bercinta dengan jenazah. Hal ini bisa termasuk dalam suatu kejahatan yang cukup serius.

Para ahli memutuskan bahwa ini termasuk suatu tindakan pemerkosaan. Karena mayat tidak bisa memberikan persetujuan untuk tindakan yang orang lain akan lakukan padanya.

Zoofilia
Zoofilia merupakan salah satu perilaku seksual menyimpang yang melibatkan hewan sebagai objek atau sarana pemuas seks seseorang. Perilaku ini juga dilakukan tanpa adanya emosi atau ikatan rasa sayang terhadap hewan yang disetubuhinya itu.

Belum diketahui penyebab mengapa seseorang bisa berpikiran untuk melampiaskan hasrat seksnya pada hewan. Dugaan sementara kasus penyimpangan seks ini bisa disebabkan oleh masalah trauma fisik dan mental seseorang, pengaruh lingkungan, atau bahkan masalah perkembangan pada orang tersebut.

Telephone scatologia
Penyimpangan perilaku seksual ini adalah melakukan panggilan telepon terhadap seseorang yang tidak menduganya. Panggilan yang dilakukan berisi hal-hal seksual ataupun cabul.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenkes tegaskan pola makan sehat tidak mahal
Kamis, 01 Oktober 2020 - 07:46 WIB
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa pola makan sehat itu tidak mahal dan akan memberi dampak baik...
Jenis pujian dari wanita seperti apa yang diam-diam disukai pria?
Rabu, 30 September 2020 - 23:15 WIB
Meskipun dikenal sebagai makhuk yang jarang bisa ekspresif, diam-diam ternyata pria juga menyukai se...
Pakar sarankan segera ke dokter saat nyeri dada
Rabu, 30 September 2020 - 05:47 WIB
Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI) dr Isman Firda...
 Apa alasan pria berbohong pada pasangannya?
Selasa, 29 September 2020 - 23:15 WIB
Tak banyak wanita yang memahami kenapa pria sering berbohong. Untuk beberapa alasan, pria memilih be...
Zona Merah COVID-19 bertambah jadi 62 kabupaten/kota
Selasa, 29 September 2020 - 21:38 WIB
Jumlah wilayah yang memiliki risiko tinggi penularan COVID-19 atau zona merah pada pekan ini meningk...
Kabaharkam Polri minta kapal poliklinik terapung bantu pelayanan kesehatan warga
Selasa, 29 September 2020 - 20:25 WIB
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, meninjau Kapal Pol...
Kemenag <i>tracing</i> dan <i>swab</i> 48 orang terkait Menag, semua negatif
Selasa, 29 September 2020 - 17:27 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi dinyatakan positif Covid-19 pada 17 September 2020. Sehubungan itu, Kemen...
Bagaimana agar rumah tangga selalu bahagia?
Senin, 28 September 2020 - 23:15 WIB
Pernikahan yang bahagia harus dijalankan sepenuh hati oleh kedua belah pihak. Harus sama-sama berusa...
Doni Monardo ungkap perkiraan biaya uji usap
Senin, 28 September 2020 - 20:54 WIB
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Don...
Atasi polemik masker scuba, Kemenperin akhirnya bikin SNI masker kain 
Senin, 28 September 2020 - 18:57 WIB
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akhirnya menetapkan SNI atau Standar Nasional Indonesia...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV