Ekonom sebut perbankan siap hadapi krisis akibat pandemi Covid-19
Elshinta
Senin, 13 Juli 2020 - 17:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Ekonom sebut perbankan siap hadapi krisis akibat pandemi Covid-19
Pengamat ekonomi Andrew Parengkuan. Foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Perekonomian global mengalami pukulan besar karena Pandemi Covid-19. Hampir semua sektor merasakan keterpurukan itu. Lalu, bagaimana dengan dunia perbankan? Seberapa jauh sektor perbankan kita terdampak krisis ini?

Pengamat ekonomi Andrew Parengkuan mengatakan masalah perbankan kali ini tidak bisa disamakan dengan krisis moneter di tahun 1998. 

“Saat ini kita lebih siap menghadapi krisis, terutama dalam hal pengawasan. Terbukti dengan adanya lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan banyak lagi. Dengan demikian perbankan tetap berjalan sesuai dengan ‘rules’-nya,” kata pria yang sudah puluhan tahun bergelut sebagai praktisi perbankan ini.

Andrew menambahkan, kondisi yang relatif baik ini terbukti dengan CAR (Capital Adequacy Ratio atau rasio kecukupan modal) Perbankan saat ini ada di angka 22.08 persen, menurut catatan April 2020. 

“Kondisi ini sangat berbeda dengan keadaan pada krisis tahun 1998 lalu di mana banyak nank yang CAR-nya di bawah 4 persen,” jelasnya dalam keterangan yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (13/7). 

Ia menggarisbawahi langkah cepat pemerintahan Presiden Jokowi yang dengan sigap telah membuat rambu-rambu jasa keuangan. 

“Keluarnya payung hukum berupa Perpu No. 1 Tahun 2020 yang memungkinkan perusahaan perbankan segera melakukan restrukturisasi kredit kepada para nasabahnya, untuk menghindarkan terjadinya gagal bayar,” papar Andrew.

Sebagaimana diketahui, di masa Pandemi Covid-19 ini, Presiden Jokowi telah merilis Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Perpu itu dikeluarkan Presiden Jokowi dengan pertimbangan karena implikasi pandemi Covid-19 telah berdampak antara lain terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional, penurunan penerimaan negara, dan peningkatan belanja negara dan pembiayaan, sehingga diperlukan berbagai upaya Pemerintah untuk melakukan penyelamatan kesehatan dan perekonomian nasional, dengan fokus pada belanja untuk kesehatan, jaring pengaman sosial (social safety net), serta pemulihan perekonomian termasuk untuk dunia usaha dan masyarakat yang terdampak.

Berkat Perpu itu, tercatat sebesar Rp 740 triliun kredit nasabah perbankan telah berhasil direstrukturisasi selama masa Pandemi. 

“Hal ini menghindarkan tingginya NPL (Non Performing Loan) alias kredit macet. Harus diakui, kebijakan Presiden Jokowi membuat nasabah sangat terbantu dengan program restrukturisasi kredit,” jelas pria yang juga dikenal sebagai Aktivis 1998 itu.

Andrew optimistis bahwa langkah-langkah tepat yang telah diambil pemerintah tentu dapat melindungi perbankan nasional. 

“Saya rasa pemerintah telah tepat mengambil langkah dengan mengeluarkan aturan-aturan sehingga kita tidak perlu takut dunia perbankan Indonesia akan mengalami krisis seperti 1998,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ekonomi Kota Malang belum menggeliat 
Jumat, 27 November 2020 - 16:54 WIB
Laju Inflasi di Kota Malang kurang menggairahkan jelang Natal dan Tahun Baru 2021.
Pemasaran kreatif UMKM di masa pandemi
Jumat, 27 November 2020 - 15:11 WIB
Pelaku UMKM dihadapkan dengan situasi sulit semasa pandemi. Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar ...
Dua kantor pelayanan pajak bekali UKM inovasi berbisnis
Jumat, 27 November 2020 - 12:12 WIB
Sehubungan dengan perkembangan pandemi COVID-19 yang telah melanda dunia sejak awal 2020 memberikan ...
 PLN resmi kelola listrik lima distrik di Kabupaten Asmat Papua
Jumat, 27 November 2020 - 11:25 WIB
Bersama Pemerintah Kabupaten Asmat, Papua, PLN melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) p...
Jaga kelancaran proyek strategis Nasional, Pertamina bangun kolaborasi dengan Kejagung
Jumat, 27 November 2020 - 09:55 WIB
Untuk menjaga kelancaran proyek strategis nasional yang sedang dan akan dijalankan Pertamina, Pertam...
Jumat pagi, IHSG dibuka menguat 0,21% ke 5.771,98
Jumat, 27 November 2020 - 09:47 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini. Jumat (27/11) pukul 9.0...
Rupiah Jumat pagi melemah 5 poin
Jumat, 27 November 2020 - 09:27 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (27/11) pagi bergerak ...
Rupiah ditutup menguat seiring positifnya mata uang regional
Kamis, 26 November 2020 - 19:10 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ditutup menguat s...
Yogyakarta segera salurkan BST tahap tiga untuk 1.452 KK
Kamis, 26 November 2020 - 18:35 WIB
Pemerintah Kota Yogyakarta segera menyalurkan bantuan sosial tunai tahap tiga kepada 1.452 kepala ke...
PT Timah tenggelamkan 2.000 rumah ikan di laut Bangka
Kamis, 26 November 2020 - 18:25 WIB
PT Timah Tbk menenggelamkan 2.000 unit rumah ikan atau rumpon di laut Pulau Bangka, Provinsi Kepulau...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV