Diduga ada mafia, OJK blokir 2.591 fintech lending ilegal
Elshinta
Senin, 13 Juli 2020 - 18:49 WIB |
Diduga ada mafia, OJK blokir 2.591 fintech lending ilegal
Ilustrasi - Fintech. Foto: Antara.

Elshinta.com - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah memblokir 2.591 fintech lending ilegal atau pinjaman online sejak 2018 hingga tahun 2020 dan kemungkinan kegiatan fintech lending ilegal ini diduga mendapatkan dukungan dari kelompok mafia atau kejahatan terorganisir internasional lainnya.

"Di tahun 2020 fintech lending ilegal yang dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi OJK mencapai 694 fintech ilegal. Jadi secara total sejak 2018 hingga saat ini, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan 2.591 fintech ilegal," ujar Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L Tobing dalam diskusi dari di Jakarta, Senin (13/7).

Selain itu Tongam juga menambahkan bahwa fintech-fintech lending ilegal ini banyak sekali aktivitasnya yang dilakukan di media sosial, dan server-server fintech ilegal ini banyak terdapat di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Singapura, dan negara-negara lainnya.

"Kegiatan-kegiatan fintech lending ilegal ini kalau boleh kami katakan ada (dukungan) mafia internasional, seperti mafia Rusia, mafia India dan kelompok-kelompok kejahatan terorganisir lainnya yang mencari dan mengambil keuntungan besar dari masyarakat," katanya.

Yang menjadi perhatian OJK adalah sebenarnya fintech lending ilegal ini tidak murni menjalankan bisnis fintech lending yang sesungguhnya. Kalau kami melihat bisnis fintech lending legal adalah sebagai jembatan antara pemberi dana (lender) dengan peminjam dana (borrower).

Fintech lending ilegal bahkan tidak melakukan penghimpunan dana dari pemberi pinjaman dan tidak menyalurkan dana dari fintech lending ilegal itu sendiri. Mereka hanya bertindak sebagai penghubung.

"Kegiatan fintech-fintech lending ilegal ini lebih cenderung pada kegiatan perusahaan-perusahaan pembiayaan yang dilakukan secara elektronik, mengingat tidak ada pemberi pinjaman yang mengadu kepada OJK dan sebaliknya banyak korban dari penerima pinjaman yang mengadu ke OJK," kata Ketua Satgas Waspada Investasi OJK tersebut.

OJK sendiri sudah melakukan pengumuman kepada masyarakat, menghentikan kegiatan fintech lending ilegal melalui pemblokiran, Kami juga sudah menyampaikan laporan kepada kepolisian untuk melakukan proses hukum apabila terdapat tindak pidana.

Namun demikian dengan kemajuan teknologi informasi saat ini yang sangat memudahkan orang untuk membuat aplikasi dan sebagainya, membuat fintech lending ilegal dapat berganti nama atau bentuk.

Dengan demikian yang bisa OJK lakukan adalah kegiatan-kegiatan yang secara rutin melakukan patroli cyber bersama Kemenkominfo.

Dalam paparannya, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L Tobing mengungkapkan server-server fintech lending ilegal yang beroperasi di luar negeri antara lain 170 server di Amerika Serikat, 94 server di Singapura, 70 server di Tiongkok, 22 server di Malaysia, sembilan server di Hong kong dan tujuh server di Rusia.

Sedangkan sebanyak 530 server fintech lending ilegal lainnya berada di lokasi yang tidak diketahui, dan 272 server fintech lending ilegal berada di Indonesia. Demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Jelang HUT ke-75 RI, pedagang atribut bendera di Majalengka sepi pembeli
Kamis, 13 Agustus 2020 - 18:38 WIB
Belasan pedagang atribut bendera Merah Putih di sepanjang jalan protokol KH Abdul Halim, Majalengka,...
Polres HSU sosialisasikan cegah tangkal COVID-19 sampai ke perbatasan Kalteng
Kamis, 13 Agustus 2020 - 18:25 WIB
Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Polda Kalsel, sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) HSU No. 33 tahun...
Pelaku seni dan budaya di Kota Malang menerima bantuan
Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:58 WIB
Sebanyak 96 pelaku seni dan budaya di Kota Malang menerima bantuan di tengah pandemi COVID-19. Pembe...
Pariaman akan kibarkan Bendera Merah Putih di dalam laut
Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:36 WIB
Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat bersama komunitas di daerah itu akan mengibarkan Bendera Me...
BRG: Upaya pencegahan karhutla bukan tanggung jawab desa semata
Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:12 WIB
Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) Myrna Safitri me...
Polri utamakan upaya preventif dalam penegakkan disiplin pakai masker
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:24 WIB
Polisi Republik Indonesia (Polri) mengatakan akan tetap mendahulukan upaya preventif dalam penegakan...
Kapolda: Ada tiga komponen penting mereduksi radikalisme
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:50 WIB
Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Inspektur Jenderal Polisi Hamidin, mengatakan, ada tig...
Menteri ESDM tekankan akselerasi pemanfaatan energi terbarukan
Kamis, 13 Agustus 2020 - 13:12 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menekankan pentingnya akselerasi pemanfa...
8.171 pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19
Kamis, 13 Agustus 2020 - 12:57 WIB
Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RS) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga 13 Agustu...
Gubernur Kepulauan Riau dinyatakan sembuh dari COVID-19
Kamis, 13 Agustus 2020 - 11:31 WIB
Gubernur Kepulauan Riau Isdianto dinyatakan sembuh dari COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan yang ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)