Waspadai aplikasi pra-instal dalam ponsel
Elshinta
Minggu, 12 Juli 2020 - 13:40 WIB |
Waspadai aplikasi pra-instal dalam ponsel
Ilustrasi malware dalam smartphone. Foto: Antara

Elshinta.com - Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkapkan berdasarkan hasil riset 14,8 persen pengguna perangkat seluler yang menjadi target malware atau adware pada 2019, menderita infeksi partisi sistem, sehingga menyebabkan file berbahaya tidak dapat dihapus, di mana aplikasi default pra-instal ada berperan di dalamnya.

Risiko adanya malware dalam aplikasi pra-instal, menurut Kaspersky, tergantung pada merek ponsel. Risiko aplikasi yang tidak dapat dihapus bervariasi dari satu hingga lima persen terdapat pada perangkat biaya rendah (low-end), dan dapat meningkat hingga 27 persen dalam kasus ekstrem.

"Analisis kami menunjukkan bahwa pengguna seluler tidak hanya secara signifikan diserang oleh adware dan ancaman lainnya, tetapi perangkat mereka juga mungkin berisiko bahkan sebelum sampai di tangan," ujar peneliti keamanan Kaspersky, Igor Golovin, dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (12/7).

Infeksi partisi sistem mengandung risiko tingkat tinggi bagi pengguna perangkat yang terinfeksi, karena solusi keamanan tidak dapat mengakses direktori sistem yang berarti tidak dapat menghapus fail berbahaya.

Menurut Kaspersky, jenis infeksi ini menjadi cara lebih umum untuk menginstal adware perangkat lunak yang dibuat untuk menampilkan iklan yang mengganggu.

"Beberapa pemasok perangkat seluler berfokus pada memaksimalkan keuntungan melalui alat iklan dalam perangkat, bahkan jika alat tersebut menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemilik perangkat," kata Igor Golovin.

Infeksi dapat terjadi melalui dua jalur, yaitu ancaman memperoleh akses root pada perangkat dan menginstal adware di partisi sistem, atau melalui kode untuk menampilkan iklan masuk ke firmware perangkat bahkan sebelum berakhir di tangan konsumen.

Di antara ancaman yang ditemukan dalam direktori sistem, Kaspersky menemukan berbagai program berbahaya - mulai dari Trojan yang dapat menginstal dan menjalankan aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna hingga yang paling sederhana dan tidak begitu mengancam seperti tampilan iklan, namun tetap mengganggu.

Dalam beberapa kasus, modul adware bahkan sudah diinstal sebelum pengguna menerima perangkat mereka, sehingga dapat mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Misalnya, banyak ponsel cerdas memiliki fungsi yang menyediakan akses jarak jauh ke perangkat, namun jika disalahgunakan, fitur seperti itu dapat menyebabkan kompromi data pada perangkat pengguna.

"Saya menyarankan pengguna untuk melihat dengan cermat model ponsel cerdas yang ingin mereka beli dan memperhitungkan risiko ini. Akhirnya, mungkin pengguna akan dihadapkan pada pilihan antara membeli perangkat yang lebih murah atau yang lebih ramah pengguna," ujar Igor Golovin.

Untuk menghindari risiko yang ditimbulkan oleh adware pada perangkat seluler, Kaspersky menyarankan untuk memeriksa ulasan pengguna sebelum membeli perangkat.

Jika perangkat terinfeksi, periksa pembaruan firmware atau cobalah untuk memasang firmware alternatif, dengan berbagai pertimbangan sebelumnya, serta menggunakan solusi kemanan yang dapat membantu mendeteksi berbagai ancaman, termasuk adware. Demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Microsoft benarkan ingin beli TikTok
Senin, 03 Agustus 2020 - 09:54 WIB
Microsoft Corp menyatakan mereka akan melanjutkan pembicaraan soal mengakuisisi aplikasi TikTok dari...
Microsoft Corp dikabarkan akan beli TikTok
Minggu, 02 Agustus 2020 - 13:29 WIB
Microsoft Corp dikabarkan sedang berdiskusi untuk membeli aplikasi milik ByteDance, TikTok.
Ribuan pegawai Twitter punya kontrol ke sistem internal
Sabtu, 25 Juli 2020 - 12:58 WIB
Dua mantan pegawai Twitter mengatakan lebih dari seribu pegawai dan kontraktor di perusahaan itu pun...
AS larang pegawai pemerintah pakai TikTok
Kamis, 23 Juli 2020 - 12:11 WIB
Pegawai pemerintah AS akan dilarang menggunakan aplikasi berbagi video pendek TikTok di perangkat pe...
TikTok bakal rekrut 10.000 karyawan di AS
Rabu, 22 Juli 2020 - 13:24 WIB
Aplikasi berbagi video singkat, TikTok, berencana untuk menambah sekitar 10.000 karyawan di Amerika ...
Awas, malware BlackRock incar ratusan aplikasi populer Android
Senin, 20 Juli 2020 - 11:44 WIB
Perusahaan keamanan siber Threat Fabric mendetekasi malware BlackRock dalam sebagian besar aplikasi ...
Ratusan akun Twitter jadi sasaran serangan siber
Sabtu, 18 Juli 2020 - 11:16 WIB
Twitter mengungkapkan bahwa peretas menargetkan sekitar 130 akun dalam serangan siber yang berlangsu...
Pengguna Twitter diminta waspadai peretasan akun tokoh dunia
Kamis, 16 Juli 2020 - 18:35 WIB
Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha meminta warga internet (warganet), khususn...
Twitter diretas, hacker diduga akses sistem internal
Kamis, 16 Juli 2020 - 13:21 WIB
Twitter melalui akun resmi Twitter Support menduga peretas masuk ke sistem internal mereka sehingga ...
Akun Twitter sejumlah tokoh dunia diretas
Kamis, 16 Juli 2020 - 11:32 WIB
Akun Twitter sejumlah tokoh dunia, termasuk co-founder Microsoft Bill Gates, kandidat presiden AS Jo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV