Banjir dan longsor di Nepal tewaskan 23 orang, puluhan orang hilang
Elshinta
Sabtu, 11 Juli 2020 - 18:14 WIB |
Banjir dan longsor di Nepal tewaskan 23 orang, puluhan orang hilang
Tentara Nepal menggendong seorang anak sambil berjalan di jalanan tergenang banjir di sebuah wilayah di Kathmandu, Nepal, Jumat (10/7). Sumber Foto: https://bit.ly/2Cnql83

Elshinta.com - Banjir bandang dan longsor akibat hujan deras menewaskan setidaknya 23 orang, menyebabkan puluhan warga hilang, dan memaksa ribuan orang dievakuasi dari rumahnya di wilayah barat Nepal, kata beberapa pegawai pemerintah, Sabtu.

Setidaknya sembilan orang tewas dan lebih dari 30 warga hilang khusus di Distrik Myagi yang berjarak 200 kilometer (125 mil) dari arah barat laut ibu kota Nepal, Kathmandu. Banjir dan longsor yang terjadi pada Jumat (10/7) menyebabkan sejumlah rumah hancur, kata kepala distrik, Gyan Nath Dhakal.

"Korban jiwa kemungkinan akan bertambah karena regu penyelamat baru saja tiba di daerah terpencil itu untuk mencari korban," kata Dhakal. Ia menambahkan 50 warga telah diangkut naik helikopter untuk dievakuasi ke tempat aman.

Sementara itu di Distrik Kaski, tujuh orang tewas akibat bencana, kata seorang pejabat di Kota Pokhara, salah satu destinasi wisata di Nepal. Tujuh korban lainnya ditemukan di Distrik Jajarkot di bagian barat Nepal. "Kami mencari delapan orang lain yang masih hilang," kata seorang polisi senior, Kishore Shrestha, yang dikutip Antara.

Polisi menyebut tinggi permukaan air Sungai Koshi naik ke level berbahaya. Sungai Koshi yang berada di daerah selatan dan berbatasan dengan India, kerap menyebabkan banjir di negara bagian Bihar, India, hampir tiap tahun.

Longsor dan banjir bandang cukup sering terjadi di Nepal selama musim angin muson berhembus pada Juni-September tiap tahun. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pertama kalinya dalam 29 tahun, ekonomi Filipina jatuh ke dalam resesi
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:56 WIB
Ekonomi Filipina anjlok lebih dalam dari yang diperkirakan pada kuartal kedua, jatuh ke dalam resesi...
Filipina laporkan 162 kematian COVID-19, angka tertinggi harian
Senin, 13 Juli 2020 - 13:27 WIB
Kementerian Kesehatan Filipina pada Senin (13/7) mengonfirmasi 162 kematian baru akibat penyakit vir...
Banjir dan longsor di Nepal tewaskan 23 orang, puluhan orang hilang
Sabtu, 11 Juli 2020 - 18:14 WIB
Banjir bandang dan longsor akibat hujan deras menewaskan setidaknya 23 orang, menyebabkan puluhan wa...
IMF revisi proyeksi ekonomi Asia, terkontraksi 1,6 persen tahun ini
Rabu, 01 Juli 2020 - 12:36 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (30/6) merevisi turun proyeksi ekonomi Asia di tengah m...
Jenazah 33 WNI tertahan di Kuala Lumpur segera diterbangkan
Jumat, 19 Juni 2020 - 14:59 WIB
Sebanyak 33 jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tertahan di Kuala Lumpur karena kendala penerb...
Tiongkok laporkan 11 kasus baru COVID-19, tujuh kasus OTG
Sabtu, 13 Juni 2020 - 12:12 WIB
Tiongkok melaporkan 11 kasus baru COVID-19 dan tujuh kasus orang tanpa gejala (OTG) pada 12 Juni, me...
Korut: AS tak punya kedudukan untuk komentari masalah antar-Korea
Kamis, 11 Juni 2020 - 11:26 WIB
Korea Utara pada Kamis (11/6) menyebutkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki posisi untuk mengomen...
Indonesia dan menteri ekonomi ASEAN sepakat hadapi pandemi COVID-19
Jumat, 05 Juni 2020 - 20:27 WIB
Indonesia dan menteri ekonomi negara ASEAN sepakat menghadapi pandemi COVID-19 melalui pertemuan The...
Korsel kembali berlakukan karantina, Dubes RI keluarkan imbauan
Sabtu, 30 Mei 2020 - 13:39 WIB
Setelah otoritas Korea Selatan mengumumkan pemberlakuan kembali langkah-langkah karantina di area Se...
Bar dan restauran di Jepang kembali dibuka pascapelonggaran pembatasan
Rabu, 20 Mei 2020 - 14:11 WIB
Ketika restoran dan bar Jepang perlahan-lahan mulai dibuka kembali pascapelonggaran pembatasan akiba...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV