Emas tergelincir tertekan kenaikan ekuitas meski kasus virus meningkat
Elshinta
Sabtu, 11 Juli 2020 - 08:50 WIB |
Emas tergelincir tertekan kenaikan ekuitas meski kasus virus meningkat
Ilustrasi - Emas batangan. Foto: Antara.

Elshinta.com - Emas berjangka turun lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena penguatan ekuitas AS memangkas aliran dana ke emas, yang masih di jalur untuk kenaikan mingguan kelima berturut-turut setelah melambung ke tertinggi dalam hampir sembilan tahun minggu ini dipicu oleh lonjakan infeksi COVID-19.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun 1,9 dolar AS atau 0,11 persen, menjadi ditutup pada 1.801,90 dolar AS per ounce.

Emas berjangka juga jatuh16,8 dolar AS atau 0,92 persen, menjadi 1.803,80 dolar AS pada Kamis (9/7/2020).
Emas berjangka menguat 10,7 dolar AS atau 0,59 persen menjadi 1.820,60 dolar AS, tertinggi dalam hampir sembilan tahun pada Rabu (8/7/2020), setelah terangkat 16,4 dolar AS atau 0,91 persen menjadi 1.809,90 dolar AS pada Selasa (7/7/2020) dan naik 3,5 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.793,50 dolar AS pada Senin (6/7/2020).

"Emas telah naik sedikit dalam sepekan terakhir seiring dengan aliran eksponensial di ETF (Exchange Traded Fund)," kata George Gero, direktur pelaksana RBC Wealth Management.

"Sekarang akhir pekan ini bersamaan dengan pasar ekuitas yang kuat, investor mengambil keuntungan dan mengalihkan keuntungan untuk mengambil posisi dalam aset-aset berisiko."

Sebagian besar indeks pasar saham global positif pada Jumat (10/7/2020), dengan pengecualian Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong, negatif terhadap emas. Saham AS juga menguat didorong perkembangan positif dari obat antivirus Gilead untuk mengobati COVID-19 di tengah kenaikan rekor kasus barus virus corona AS.

Lebih dari 60.500 infeksi baru COVID-19 dilaporkan di seluruh Amerika Serikat pada Kamis (9/7/2020), menurut penghitungan Reuters, peningkatan satu hari terbesar di negara mana pun sejak pandemi muncul di Tiongkok tahun lalu.

Meskipun ada kemunduran pada Jumat (10/7/2020), logam yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding ini telah meningkat lebih dari 18 persen sepanjang tahun ini.

"Imbal hasil (obligasi) sepuluh tahun masih menurun lebih besar dari ekspektasi inflasi yang menurun, dan itu menjadi pendorong di belakang emas," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 9,1 sen atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 19,053 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun satu dolar atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 845,9 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WHO: Pemulihan global bisa lebih cepat jika vaksin corona merata
Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:07 WIB
Pemulihan ekonomi di seluruh dunia bisa terjadi lebih cepat jika vaksin COVID-19 tersedia untuk semu...
Harga minyak jatuh di bawah pencapaian tertinggi 5 bulan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 07:40 WIB
Harga minyak turun di bawah pencapaian tertinggi lima bulan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi...
Bill Gates pastikan negara miskin dapat akses vaksin Covid-19
Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Vaksin Covid-19 yang tengah ditunggu-tunggu dunia membuat Bill Gates akan memastikan bahwa vaksin te...
Bank Dunia siap kerahkan dana pemulihan pascaledakan Beirut
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:17 WIB
Kelompok Bank Dunia, Rabu (5/8), mengatakan siap mengkaji kerusakan dan kebutuhan Lebanon untuk memu...
Jumlah kematian COVID-19 di Meksiko mendekati 50.000
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:33 WIB
Jumlah kematian akibat COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru, di Meksiko terlih...
Korban jiwa ledakan Beirut bertambah jadi 135 orang
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:57 WIB
Korban jiwa akibat ledakan pada Selasa (4/8) di gudang raksasa di Beirut, Lebanon, bertambah menjadi...
Facebook dan Twitter tarik unggahan Trump
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:34 WIB
Facebook dan Twitter menarik unggahan dari akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena melangg...
Uji coba awal, calon vaksin corona Zydus Cadila disebut terbukti aman
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:04 WIB
Perusahaan farmasi India, Zydus Cadila, pada Rabu (5/8) mengatakan, calon vaksin virus corona buatan...
Harga emas melonjak lagi 28,3 dolar, meroket ke rekor tertinggi baru
Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:06 WIB
Harga emas meroket ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah men...
Kenya: Jenis virus corona baru sebabkan ratusan unta mati
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:46 WIB
Penyakit misterius yang menyebabkan ratusan unta mati di timur laut Kenya selama berbulan-bulan kini...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV