Mendag sebut IA-CEPA berpotensi kurangi defisit perdagangan RI
Elshinta
Sabtu, 11 Juli 2020 - 07:40 WIB |
Mendag sebut IA-CEPA berpotensi kurangi defisit perdagangan RI
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: Antara

Elshinta.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebutkan bahwa perjanjian ekonomi komprehensif Indonesia-Australia atau IA-CEPA berpotensi mengurangi defisit perdagangan RI atas Australia yang mencapai 3,2 miliar dolar AS pada 2019.

“Indonesia masih defisit dengan Australia sebesar 3,2 miliar dolar AS pada 2019. Ini merupakan defisit yang cukup besar sehingga dengan adanya IA-CEPA ini kita akan mengurangi defisit tersebut,” kata Mendag saat konferensi pers yang disiarkan secara virtual di Jakarta, Jumat (10/7).

Kendati belum menyebut angka penurunan defisit yang akan terjadi, Agus mengatakan bahwa hal itu akan terjadi secara signifikan pada 2021.

“Untuk target defisit memang saya melihat akan ada pengurangan yang signifikan di 2021. Jadi tidak di tahun ini karena baru mulai. Diharapkan berkurang, tapi secara signifikan berkurangnya di tahun 2021,” ujar Agus, dihimpun Antara.

Agus memaparkan di bidang perdagangan barang, melalui IA-CEPA kini Australia mengeliminisi sekitar 6.474 pos tarif menjadi 0 persen saat pemberlakuan perjanjian pada 5 Juli lalu.

Sementara itu, Indonesia mengeliminasi 94,6 persen dari semua pos tarif perdagangan dengan Australia.

Menurut Agus, pihak terkait tidak perlu khawatir tentang bagaimana Pemerintah Indonesia melindungi beberapa produk yang selama ini dinilai sensitif bagi Indonesia.

“Mungkin banyak yang bertanya bagaimana Pemerintah Indonesia melindungi beberapa produk yang selama ini sensitif bagi Indonesia. Perjanjian ini memiliki mekanisme TRQ atau Tarrif Rate Quota. Di mana dalam jumlah tertentu akan diberi preferensi tarif,” ujar Mendag.

Namun, lanjut dia, jika jumlahnya sudah cukup atau melebihi kuota, tarif yang dikenakan adalah tarif non preferensi.

“Selain itu bagi produk yang sangat sensitif seperti beras dan minuman beralkohol tidak dikomitmenkan,” tukas Agus.

Mendag menambahkan, komoditas impor dari Australia ke Indonesia mayoritas merupakan bahan baku dan penolong industri seperti gandum, batu bara, bijih besi, alumunium, gula mentah, serta susu dan krim.

Produk tersebut digunakan oleh industri di Tanah Air untuk proses produksi baik untuk keperluan domestik maupun untuk kebutuhan ekspor.

“Meskipun segi populasi Australia yang kecil yaitu 25 juta jiwa, jika dibandingkan dengan populasi Indonesia mencapai 270 juta jiwa, Australia mempunyai daya beli yang tinggi untuk produk-produk Indonesia,” ungkap Agus.

Selain itu, Australia memiliki GDP per kapita yang tinggi, dan daya beli yang tinggi sebesar 57.000 dolar AS atau 15 kali GDP per kapita Indonesia yang saat ini masih di level 3.800 dolar AS per kapita. Australia juga memiliki jaringan kerja sama perdagangan dan kerja sama ekonomi yang luas. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
RAPBN 2021 dinilai cukup kontra-siklus, mampu dorong pemulihan ekonomi
Jumat, 14 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto menilai Rancangan APBN (RAPBN) 2021 cukup ekspansif dan konsolida...
Pengamat nilai defisit anggaran 5,5 persen kurang besar
Jumat, 14 Agustus 2020 - 19:55 WIB
Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai defisit defisi...
Dukung ekonomi berkelanjutan, Kemenperin dorong inovasi riset 
Jumat, 14 Agustus 2020 - 19:38 WIB
Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan ekosistem inovasi di sektor industri sebagai ...
Bakti Kominfo berdayakan kayu putih Subang
Jumat, 14 Agustus 2020 - 18:28 WIB
Besarnya potensi minyak kayu putih di Subang, Jawa Barat, ditunjukkan dengan luasnya hutan produksi ...
Rupiah ditutup melemah seiring masih mandeknya kesepakatan stimulus AS
Jumat, 14 Agustus 2020 - 18:11 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore, ditutup melemah seir...
IHSG akhir pekan ditutup menguat pascapidato Presiden
Jumat, 14 Agustus 2020 - 17:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan, Jumat, ditutup mengu...
Presiden harapkan insentif perpajakan dorong peningkatan investasi
Jumat, 14 Agustus 2020 - 16:58 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan pemberian insentif perpajakan yang tepat dan terukur mamp...
Pemulihan ekonomi wisata Rano Pane jadi prioritas
Jumat, 14 Agustus 2020 - 14:35 WIB
Para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dari komisi B menyepakati anggaran dampak p...
Selepas tengah hari, rupiah masih tak bertenaga melemah ke Rp14.841 per dolar AS
Jumat, 14 Agustus 2020 - 14:25 WIB
Selepas tengah hari, nilai tukar rupiah di pasar masih betah berada di zona merah. Jumat (14/8) puku...
Akhir sesi I perdagangan, IHSG turun tipis 0,02% ke 5.238,35 
Jumat, 14 Agustus 2020 - 14:11 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak datar pada perdagangan sesi I, Jumat (14/8). Mengutip RT...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)