Lakukan pungli saat PPDB, Ombudsman bakal sanksi tegas
Elshinta
Selasa, 07 Juli 2020 - 16:25 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Lakukan pungli saat PPDB, Ombudsman bakal sanksi tegas
Foto: Titik Mulyana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Menjelang diumumkannya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di wilayah Pendidikan khususnya tingkat SD, SMP yang ada di Kabupaten Bandung, hal itu menjadi topik bahasan para pemangku jabatan di wilayah Kabupaten Bandung. 

Selain menjadi topik pembahasan para pemangku jabatan. Pihak Ombudsman RI termasuk di 34 Kantor perwakilan setiap tahun melakukan pemantauan penyelenggaraan PPDB dengan memfokuskan pada implementasi aturan berjalan dengan baik atau tidak dan meninjau kembali kebijakan yang diimplementasikan apakah tetap sasaran atau tidak.

Demikian disampaikan Kepala Ombudsman RI perwakilan Jabar H. Haneda Sri Lastoto, pada Senin (6/7), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Titik Mulyana.

Menurut H. Haneda, bahwa setiap tahun itu pasca selesainya penyelenggaraan PPDB laporan dari 34 Kantor Perwakilan diserahkan pada Pimpinan Ombudsman RI dan disusun menjadi laporan khusus kemudian diserahkan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diterima langsung Mendikbud. 

"Dengan substansi pemantauan, temuan dan saran korektif untuk penyelenggaraan PPDB di tahun berikutnya dengan harapan agar tidak terulang kembali temuan maladministrasi penyelenggaraan PPDB berjalan dan adanya suatu inovasi atau peningkatan kualitas pemyelenggaraan lebih baik," ujarnya. 

Lanjut Haneda, sebagai Lembaga Negara pengawas penyelenggaraan pelayanan publik, Ombudsman RI diberi tugas oleh Undang-undang 37/2008 agar melakukan investigasi atas prakarsa sendiri terhadap dugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Tugas lain salah satunya melakukan upaya pencegahan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik, imbuh Ia. 

"Event PPDB memang selalu menjadi perhatian secara nasional karena ini hajat besar untuk mengantar anak didik kita memasuki masa pembelajaran yang baru," paparnya. 

Menurutnya, dari pengalaman pengalaman PPDB yang sudah berjalan temuan temuan Ombudsman beragam mulai dari tidak prosedural, penyalahgunaan wewenang, tidak kompeten, pungutan liar, intervensi kelompok-kelompok tertentu.

"Oleh karenanya jika melihat kebutuhan untuk memastikan tercapainya asas penyelenggaraan pelayanan publik maka perbaikan standar pelayanan publik dalam pelaksanaan PPDB tiap tahun harus menjadi  lebih baik tidak boleh lebih buruk," ulasnya. 

Lebih jauh dikatakan H. Haneda Sri Lastoto, praktek-praktek titip menitip rekomendasi dan lain sebagainya tidak boleh lagi terjadi karena semua sudah di sistem online, sistem online ini adalah upaya untuk memastikan agar semua prosedur dan mekanisme dilakukan secara transparan, akuntabel dan seobyektif mungkin. 

Sehingga celah-celah untuk melakukan praktek kecurangan-kecurangan sudah dipagari dari awal dengan sistem yang benar-benar menjamin kepastian hukum dan perlindungan terhadap masyarakat sebagai user/pengguna layanan. 

Tegas Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Barat H. Haneda Sri Lastoto, jika tetap terjadi praktek maladministrasi berupa titip menitip, pungli maka sudah bukan waktunya lagi untuk melindungi dan membiarkan oknum-oknum yang menjadi pelaku dibiarkan. 

"Berikan sanksi tegas agar tidak terjadi praktek berulang karena menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat lain," pungkas Haneda Sri Lastoto.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkot Tangerang siapkan alternatif mekanisme belajar tatap muka
Jumat, 27 November 2020 - 14:37 WIB
Pemerintah Kota Tangerang masih mengkaji dengan menyiapkan berbagai alternatif untuk ditawarkan kepa...
Dompet Dhuafa dan BAZNAS apresiasi para pendidik di Hari Guru Nasional
Jumat, 27 November 2020 - 11:11 WIB
Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh setiap 25 November merupakan momentum menguatkan pera...
 Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa bagikan masker kepada siswa-siswi SD YPK Toray
Jumat, 27 November 2020 - 10:48 WIB
Sebagai wujud kepedulian terhadap generasi muda, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa di bawah Kom...
Semua sekolah di Sangihe sudah terapkan KBM secara tatap muka
Kamis, 26 November 2020 - 17:45 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara Djoli Mandak mengataka...
Guru di Sabang diminta tetap semangat meski mengajar saat pandemi
Kamis, 26 November 2020 - 14:35 WIB
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kota Sabang, Provinsi Aceh  Abdul Hamid meminta guru d...
Pengendalian COVID-19 UNICEF: Anak butuh belajar di sekolah
Rabu, 25 November 2020 - 19:30 WIB
Perwakilan Komite Pengendalian COVID-19 UNICEF Arie Rukmantara menegaskan bahwa anak-anak membutuhka...
P2G: Mendikbud masih punya banyak pekerjaan rumah terkait guru
Rabu, 25 November 2020 - 18:10 WIB
Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan masih banyak peker...
SMP simulasi belajar tatap muka di Banjarmasin bertambah
Rabu, 25 November 2020 - 16:55 WIB
Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang melaksanakan stimulasi belajar tatap muka di Kota Banjarmasin be...
Kemendikbud umumkan pemenang video pembelajaran pada masa pandemi
Rabu, 25 November 2020 - 15:20 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan ...
Unisri Surakarta tutup kampus hingga 3 Desember
Rabu, 25 November 2020 - 14:45 WIB
\\r\\nUnisri Surakarta tutup kampus hingga 3 Desember
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV