Mengapa pasangan lanjut usia tetap harus berhubungan intim? Apakah tidak berbahaya?
Elshinta
Selasa, 07 Juli 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Mengapa pasangan lanjut usia tetap harus berhubungan intim? Apakah tidak berbahaya?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Z2P62m

Elshinta.com - Hubungan intim tidak hanya untuk usia produktif saja karena faktanya orang-orang yang berusia di atas 60 tahun atau lansia tetap perlu berhubungan intim. Karena biasanya pasangan muda hanya mengincar kuantitas atau frekuensi, bukan kualitas.

Bahkan, seks menjadi salah satu aktivitas yang tetap dilakukan oleh para lansia untuk menjaga agar hubungan tidak membosankan dan tetap harmonis.

Meskipun ritme hubungan intim untuk lansia dan usia muda tidaklah sama. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa alasan mengapa seks masih menjadi hal penting untuk lansia:

Usia bukan masalah
Semakin bertambahnya usia seseorang, hubungan intim yang dilakukan bisa menjadi semakin bergairah. Ini menunjukkan bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk pasangan melakukan hubungan intim.

Bahkan, studi pun menunjukkan bahwa hubungan intim yang dilakukan oleh lansia justru lebih berkualitas dibandingkan dengan pasangan yang masih berusia produktif.

Tidak takut terjadi kehamilan
Kehamilan di usia lebih dari 40 tahun memang memiliki risiko tinggi, baik untuk ibu maupun janin. Namun bagi wanita yang sudah menopause atau lansia bisa tetap berhubungan intim tanpa perlu takut kemungkinan hamil.

Sebuah studi memaparkan bahwa beberapa orang merasa nyaman dengan tubuh mereka sendiri dan lebih percaya diri dalam meminta apa yang mereka butuhkan secara seksual saat menginjak usia lanjut.

Menurunkan risiko penyakit berbahaya
Ternyata, melakukan hubungan intim bagi lansia memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa tetap melakukan hubungan seksual akan mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung koroner bagi lansia.

Selain itu, tingkatan stres dan depresi pasangan para lansia yang masih melakukan hubungan seksual pun lebih rendah dibandingkan dengan pasangan yang tidak melakukannya.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2VViSUy

Tidur lebih nyenyak
Ketika mencapai klimaks, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin yang berfungsi untuk menimbulkan rasa relaks dan kantuk. Kondisi ini membuat pasangan akan mendapatkan tidur lebih nyenyak selepas berhubungan intim. Tidur yang nyenyak akan menjadikan tekanan darah dan berat badan lebih stabil, serta mengurangi rasa cemas dan deperesi.

Meningkatkan rasa percaya diri
Faktanya, lansia yang tidak lagi melakukan hubungan intim bersama pasangan mengaku tidak lagi percaya diri. Padahal, justru dengan melakukan hubungan seksual, kepercayaan diri akan lebih meningkat. Hubungan intim yang lebih berkualitas juga membutuhkan rasa percaya diri.

Semakin dekat dengan pasangan
Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang melakukan hubungan seks juga cenderung berbagi hubungan yang lebih dekat. Kedekatan seseorang dengan pasangannya berhubungan dengan kesehatan mental yang lebih baik.

Kesehatan mental dan fisik
Seks adalah bentuk aktivitas fisik yang kerap dilakukan dengan intensitas sedang yang membakar hampir empat kalori per menit. Semua olahraga memiliki manfaat kesehatan, demikian pula dengan seks. Jadi, sangat mungkin mendapat manfaat kesehatan mental dan fisik dari aktivitas seksual yang teratur.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/31SKZYA

Lansia masih tetap harus melakukan hubungan intim meski usia tak lagi muda tapi frekuensi berhubungan intim yang dianjurkan maksimal dua kali dalam satu minggu. Tidak lebih, karena terlalu sering melakukan hubungan seks justru akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Untuk tetap menjaga stamina dan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan asupan vitamin. Konsumsi suplemen dan obat kuat dalam jumlah yang berlebihan, memicu munculnya dampak negatif pada tubuh jadi  jumlahnya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bagaimana mengenali tanda saat pria sedang cemburu?
Jumat, 07 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Berbeda dengan wanita yang sering secara gamblang menunjukkan perasaannya, pria justru jarang menunj...
Jelang H-4, jumlah relawan vaksin Covid-19 masih kurang
Jumat, 07 Agustus 2020 - 21:36 WIB
Jelang empat hari pengujian vaksin virus corona, angka jumlah relawan baru mencapai 800 orang lebih.
Dokter tegaskan jaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi, ini penjelasannya
Jumat, 07 Agustus 2020 - 12:48 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Purwokerto, d...
Pengaruh usia pada kesuburan pria dan dampaknya
Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Bagi perempuan, usia memang sangat memengaruhi kesuburan. Ternyata, hal ini tidak dialami perempuan ...
Angka kematian pasien Covid-19 Kota Malang lebih tinggi dari Nasional
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:58 WIB
Angka kematian pasien Covid-19 di Kota Malang lebih tinggi dari angka kematian nasional.
Dua karyawan positif Covid-19, AEON Mall Tangerang tutup sementara
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:25 WIB
Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten menutup operasional sementara AEON Mall, Pagedangan, Tangeran...
Miliki alat PCR, RS Bhayangkara TK.III Banjarmasin siap tangani Covid-19 di Kalsel
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:11 WIB
Agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol. Mohamad Agung Budijo...
Guru Besar UGM: Penemuan obat COVID-19 tidak mudah
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:37 WIB
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zullies Ikawati menyampaikan bahwa ...
Apa sumber utama stres dalam sebuah pernikahan?
Rabu, 05 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Berbagi hidup dengan orang lain memang tak selalu mudah sehingga dibutuhkan kesabaran dan sikap sali...
Kasus positif COVID-19 Jakarta bertambah 357
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta pada Rabu mencapai 23.266 kasus atau mengalami peningkatan 357...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV