Jalani cangkok paru, pasien COVID-19 di Korsel mulai pulih
Elshinta
Selasa, 07 Juli 2020 - 16:45 WIB |
Jalani cangkok paru, pasien COVID-19 di Korsel mulai pulih
Ilustrasi - Pekerja medis bertugas di rumah sakit. Foto: Antara.

Elshinta.com - Seorang pasien COVID-19 di Korea Selatan, yang hidupnya bergantung pada alat bantu selama 112 hari, mulai pulih setelah menjalani operasi transplantasi paru ganda, kata dokter.

Operasi di Korsel itu jadi transplantasi paru ganda kesembilan yang dilakukan di dunia sejak COVID-19 mewabah pada akhir tahun lalu.

Pasien tersebut merupakan perempuan berusia 50 tahun. Ia didiagnosis kena COVID-19 dan dirawat di rumah sakit sejak Februari 2020. Selama 16 minggu, hidup pasien itu bergantung pada  alat bantu pernapasan ECMO (extracorporeal membrane oxygenation).

Alat itu membantu mengalirkan oksigen ke sel darah merah pasien.

Perempuan itu jadi pasien COVID-19 terlama yang menggunakan alat bantu, kata beberapa dokternya.

Beberapa pengobatan seperti obat anti-malaria hydroxychloroquine, obat HIV Kaletra dan steroid tidak dapat menyembuhkan fibrosis paru pasien, sehingga membuat dokter khawatir kondisi paru dia akan memburuk, kata Dr Park Sung-hoon, profesor paru dan perawatan kritis di rumah sakit Hallym University Sacred Heart Hospital.

Kondisi itu membuat dokter tidak punya banyak pilihan selain transplantasi paru.

"Kemungkinan keberhasilan transplantasi paru untuk pasien dengan ECMO sekitar 50 persen, dan untungnya, pasien kami telah disiapkan dengan baik sebelum operasi, saat kami menemukan donor," kata Dr Kim Hyoung-soo, direktur program ECMO di rumah sakit itu. Dokter Kim juga yang memimpin operasi transplantasi paru ganda tersebut.

Sejauh ini, pasien masih menolak diwawancarai atau diketahui identitasnya.

Beberapa dokter yang melakukan operasi selama delapan jam itu menyebut paru-paru pasien rusak dan keras seperti batu.

Pasien mengalami sindrom pernapasan akut (ARDS) saat datang ke rumah sakit, kata Park. Ia tidak dapat hidup tanpa bantuan ECMO.

ECMO umumnya digunakan oleh pasien yang membutuhkan lebih banyak bantuan dari yang mampu diberikan ventilator/alat bantu napas. Pasien dengan ECMO dianggap 90 persen sekarat.

Sebagian pasien dengan ECMO umumnya membaik pada dua sampai tiga pekan, tetapi mereka yang kondisinya memburuk akan menjalani operasi transplantasi paru, kata Kim.

Enam operasi transplantasi paru ganda telah dilakukan di Tiongkok, satu di Amerika Serikat, dan satu di Australia, kata pihak rumah sakit.

Transplantasi paru cukup jarang dilakukan di Korea Selatan. Setidaknya pada 2018, hanya ada 92 operasi transplantasi paru yang dilakukan. Angka itu cukup rendah apabila dibandingkan dengan 2.108 transplantasi ginjal dan 176 transplantasi hati, demikian data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan.

Kepala perawat untuk program ECMO, Lee Sun-hee, mengatakan pasien itu punya keinginan hidup yang lebih kuat daripada biasanya. Lee telah merawat pasien itu sejak Februari.

"Ia berbicara ke kami: saya bersyukur bisa melihat matahari terbit, melihat cahaya bulan. Saya bersyukur saya bisa kembali bernapas," kata Lee.

Lee mengatakan pasien itu tahu kegiatan yang akan ia lakukan pertama kali setelah keluar dari rumah sakit.

"Dia akan mandi," kata Lee.

Dokter mengatakan pasien akan diperbolehkan pulang saat otot dadanya cukup kuat menahan tubuhnya saat bernapas, demikian Antara. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengaruh usia pada kesuburan pria dan dampaknya
Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Bagi perempuan, usia memang sangat memengaruhi kesuburan. Ternyata, hal ini tidak dialami perempuan ...
Angka kematian pasien Covid-19 Kota Malang lebih tinggi dari Nasional
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:58 WIB
Angka kematian pasien Covid-19 di Kota Malang lebih tinggi dari angka kematian nasional.
Dua karyawan positif Covid-19, AEON Mall Tangerang tutup sementara
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:25 WIB
Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten menutup operasional sementara AEON Mall, Pagedangan, Tangeran...
Miliki alat PCR, RS Bhayangkara TK.III Banjarmasin siap tangani Covid-19 di Kalsel
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:11 WIB
Agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol. Mohamad Agung Budijo...
Guru Besar UGM: Penemuan obat COVID-19 tidak mudah
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:37 WIB
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zullies Ikawati menyampaikan bahwa ...
Apa sumber utama stres dalam sebuah pernikahan?
Rabu, 05 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Berbagi hidup dengan orang lain memang tak selalu mudah sehingga dibutuhkan kesabaran dan sikap sali...
Kasus positif COVID-19 Jakarta bertambah 357
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta pada Rabu mencapai 23.266 kasus atau mengalami peningkatan 357...
Plt Walikota Medan positif Covid-19
Rabu, 05 Agustus 2020 - 20:56 WIB
 Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Akhyar Nasution dinyatakan positif terinfe...
Minuman kesehatan masa depan ini hadir di Indonesia
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:24 WIB
Kesehatan sangat mahal dan bahkan tidak ternilai harganya. Sibuk bekerja dan beraktivitas menyebabka...
Apa penyebab gairah seksual pada wanita menurun?
Selasa, 04 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Gairah seksual setiap orang berbeda-beda, baik gairah wanita maupun pria. Wanita kerap disebut lebih...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV