Bank Dunia dan IMF pilih bertemu virtual pada Oktober karena COVID-19
Elshinta
Selasa, 07 Juli 2020 - 15:36 WIB |
Bank Dunia dan IMF pilih bertemu virtual pada Oktober karena COVID-19
Presiden Bank Dunia David Malpass berpidato saat konferensi dengan tema `Bretton Woods: 75 tahun kemudian` di Paris, Prancis, Selasa (16/7/2019). Foto: Antara.

Elshinta.com - Pertemuan tahunan Musim Gugur Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) yang digelar tiap Oktober pada tahun ini akan berlangsung via dunia maya demi menekan risiko penyebaran COVID-19.

Pengumuman itu disampaikan Presiden Bank Dunia David Malpass lewat surat yang ia kirim ke sejumlah gubernur bank sentral.

Malpass juga mendorong negara-negara agar mempertimbangkan keragaman gender saat mengajukan direktur eksekutif baru sebagai perwakilan mereka di Bank Dunia. Sejauh ini, hanya ada lima direktur perempuan dari total 25 direktur eksekutif Bank Dunia, kata Malpass.

Keputusan untuk bertemu lewat dunia maya daripada tatap muka langsung di Washington telah diprediksi banyak pihak, karena kasus positif COVID-19 di Amerika Serikat masih tinggi. Tidak hanya itu, pemerintah setempat juga memberlakukan banyak pembatasan perjalanan.

Pertemuan Musim Semi Bank Dunia dan IMF pada April juga digelar virtual. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dan beberapa pejabat lainnya mengatakan ke depannya nanti mereka berencana lebih banyak bertemu virtual.

Dalam surat yang diunggah di laman bisnis LinkedIn, Malpass menegaskan komitmen Bank Dunia untuk membantu mengatasi dampak pandemi terhadap perekonomian dunia. 

Ia juga menyampaikan Bank Dunia juga membantu negara-negara berkembang untuk memulihkan perekonomian setelah terdampak pandemi.

"Krisis COVID-19 dan lumpuhnya perekonomian dapat membalikkan seluruh kemajuan yang dicapai pada beberapa tahun terakhir ini serta menyebabkan ratusan juta orang kembali miskin," tulis Malpass.

Ia mengatakan Bank Dunia telah menyetujui proyek kesehatan darurat di lebih dari 100 negara serta menyediakan bantuan pendanaan untuk sektor swasta di negara-negara berkembang.

Ia  menulis bahwa anggaran yang dialokasikan Bank Dunia pada tahun fiskal 2020 kemungkinan mencapai 74 miliar dolar AS (sekitar Rp1.068.86 triliun) dengan total pembiayaan selama 15 bulan yang akan berakhir pada 30 Juni 2021. Ia memperkirakan alokasi anggaran dapat naik sampai 160 miliar dolar AS (sekitar Rp2.311 triliun).

Alokasi anggaran pada tahun ini naik drastis apabila dibandingkan dengan tahun anggaran 2019.

Malpass kembali mendorong adanya langkah tambahan mengurangi utang negara-negara miskin, di luar tawaran negara G20 yang berniat menunda penagihan utang sampai akhir tahun, demikian Antara. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WHO: Pemulihan global bisa lebih cepat jika vaksin corona merata
Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:07 WIB
Pemulihan ekonomi di seluruh dunia bisa terjadi lebih cepat jika vaksin COVID-19 tersedia untuk semu...
Harga minyak jatuh di bawah pencapaian tertinggi 5 bulan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 07:40 WIB
Harga minyak turun di bawah pencapaian tertinggi lima bulan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi...
Bill Gates pastikan negara miskin dapat akses vaksin Covid-19
Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Vaksin Covid-19 yang tengah ditunggu-tunggu dunia membuat Bill Gates akan memastikan bahwa vaksin te...
Bank Dunia siap kerahkan dana pemulihan pascaledakan Beirut
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:17 WIB
Kelompok Bank Dunia, Rabu (5/8), mengatakan siap mengkaji kerusakan dan kebutuhan Lebanon untuk memu...
Jumlah kematian COVID-19 di Meksiko mendekati 50.000
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:33 WIB
Jumlah kematian akibat COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru, di Meksiko terlih...
Korban jiwa ledakan Beirut bertambah jadi 135 orang
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:57 WIB
Korban jiwa akibat ledakan pada Selasa (4/8) di gudang raksasa di Beirut, Lebanon, bertambah menjadi...
Facebook dan Twitter tarik unggahan Trump
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:34 WIB
Facebook dan Twitter menarik unggahan dari akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena melangg...
Uji coba awal, calon vaksin corona Zydus Cadila disebut terbukti aman
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:04 WIB
Perusahaan farmasi India, Zydus Cadila, pada Rabu (5/8) mengatakan, calon vaksin virus corona buatan...
Harga emas melonjak lagi 28,3 dolar, meroket ke rekor tertinggi baru
Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:06 WIB
Harga emas meroket ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah men...
Kenya: Jenis virus corona baru sebabkan ratusan unta mati
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:46 WIB
Penyakit misterius yang menyebabkan ratusan unta mati di timur laut Kenya selama berbulan-bulan kini...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV