Kenali apa saja tipe kecerdasan anak dan bagaimana cara mengembangkan kemampuannya
Elshinta
Selasa, 07 Juli 2020 - 11:21 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Kenali apa saja tipe kecerdasan anak dan bagaimana cara mengembangkan kemampuannya
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/38F2Vaj

Elshinta.com - Penting untuk mengetahui bahwa kecerdasan anak ada banyak jenisnya. Mengenali jenis kecerdasan merupakan hal penting yang harus dipelajari oleh setiap orang tua agar pengasuhan dan pendidikan yang diberikan menjadi efektif dan tepat sasaran.

Jika orangtua salah memahami kecerdasan anak, bakat aslinya akan terpendam karena tidak pernah dikembangkan dan anak pun tidak bisa tumbuh dengan optimal sesuai dengan minatnya. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini jenis-jenis kecerdasan anak:

Kecerdasan logika atau matematis
Anak dengan kecerdasan logika atau matematis, senang dengan hitungan, deretan angka, serta hal-hal yang berbau sains maupun logika. Kecerdasan jenis ini biasanya sangat cepat dalam menghitung dan menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan angka.

Ia juga tipe anak yang terorganisasi tapi lebih senang bekerja sendiri. Kemampuan nalar dan mengembangkan pola sebab akibat pun menjadi keunggulannya. Sedangkan kekurangannya adalah mudah frustrasi menghadapi orang-orang yang tidak mengerti sudut pandangnya. 

Cara mengembangkan kemampuannya: orang tua bisa menyediakan permainan yang diselipi dengan angka dan hitungan atau mengajaknya bermain monopoli. Perkembangan teknologi yang semakin canggih juga memungkinkan orang tua untuk mencari permainan online yang berkaitan dengan hitungan sehingga anak bisa belajar dan terhibur dalam satu waktu.

Kecerdasan linguistik
Jenis kecerdasan anak yang pertama ialah kecerdasan linguistik. Jenis kecerdasan ini berkaitan erat dengan kemampuan anak dalam berbahasa, baik dalam bentuk tulisan maupun saat berbicara.

Kecerdasan linguistik pada anak dapat dilihat ketika anak suka membaca, cepat bisa mengeja kata dengan baik, suka menulis, suka berbicara, dan mendengarkan cerita. Kosa kata, ejaan, dan kumpulan kata-kata yang ia miliki sangat kaya dan dapat menjelaskan suatu hal dengan baik.

Cara mengembangkan kemampuannya: mendekatkannya pada buku bacaan agar semakin rajin membaca. Selain itu, mengajarkan berbagai bahasa serta mengajaknya untuk berdiskusi hal-hal yang ia suka juga bisa menjadi cara jitu untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan berbicara anak dengan kecerdasan linguistik.

 

 

Kecerdasan interpersonal  
Anak-anak dengan kecerdasan interpersonal adalah sosok yang kuat dan bisa berhubungan baik dengan orang yang lebih tua, setara, maupun yang lebih muda.

Anak dengan jenis kecerdasan interpersonal sangat menyukai pertemanan dan hal-hal yang sifatnya sosial serta memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain. Mereka adalah sosok pendengar yang baik, suka berdamai, bahkan sering bertindak sebagai penyemarak suasana.

Ia memiliki teman dekat dan bisa menjadi "pemimpin" kelompok, dan terbiasa bermain dalam tim dan bekerja dalam kelompok. Anak dengan kecerdasan interpersonal punya kemampuan mengerti dan peka terhadap perasaan, motivasi, watak, serta temperamen orang lain.

Cara mengembangkan kemampuannya: mendekatkan mereka pada lingkungan sekitar, membuat sang anak mengenali anak lain disekitarnya.

Selain itu, mengajaknya untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang sekiranya dapat mengembangkan kemampuan dalam mengolah rasa empati dan bersosialisasi.

Kecerdasan Intrapersonal
Jenis kecerdasan yang satu ini unik dan berbeda dengan jenis kecerdasan lainnya karena kemampuannya dalam mengontrol emosi. Meskipun terlihat suka menyendiri, namun biasanya anak dengan kecerdasan ini mampu mengendalikan emosi dengan baik.

Biasanya anak dengan tipe kecerdasan intrapersonal memiliki kepercayaan diri yang tinggi sehingga bermain sendiri tidak menjadi masalah untuknya.

Mereka juga memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan perasaannya dengan sangat baik sehingga mudah membuat orang lain mengerti dan membuat orang kagum dengan kemampuan tersebut.

Cara mengembangkan kemampuannya: mengajaknya berbicara tentang apa yang disukai dan juga mengajarinya trik-trik manajemen diri yang baik.

Anak dengan kecerdasan tipe ini harus bisa diarahkan kapada hal yang positif karena jika tidak begitu, mereka akan mudah merasa murung dan kehilangan kepercayaan diri.

Kecerdasan musikal
Anak-anak dengan kecerdasan musikal yang kuat adalah tipe yang cepat menyukai lagu. Bahkan, ia bisa menguasai alat musik dengan mudah, begitu pula menemukan nada yang tepat ketika bernyanyi.

Anak tipe ini mempunyai kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara, peka terhadap ritme, melodi, dan intonasi serta kemampuan memainkan alat musik.

Cara mengembangkan kemampuannya: Salah satu cara mengembangkan bakatnya bisa dengan diberikan satu alat musil yang ia sukai lalu memasukkan dalam sekolah musik.

Jika memungkinkan, ajak anak untuk bermain musik bersama, bernyanyi, mendengarkan musik, bahkan mengajaknya menonton konser musik anak-anak agar ada motivasi ataupun dorongan kuat bagi anak untuk memaksimalkan kecerdasannya.

Kecerdasan spasial
Kecerdasan spasial adalah kemampuan seorang anak dalam menggambar, melukis, mewarnai, berimajinasi, dan suka bereksperimen. Tentunya anak dengan tipe ini memiliki kekuatan imajinasi yang bagus sehingga dapat membayangkan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh orang kebanyakan.

Cara mengembangkan kemampuannya: membelikan buku gambar, buku mewarnai, kuas, cat air, bahkan kamera. Atau mengajak mengunjungi museum seni.

Perlahan, orangtua juga bisa mengenalkan gawai agar akrab dengan teknologi karena biasanya anak kecerdasan tipe ini cepat dalam menjalankan teknologi.

Kecerdasan kinetik
Anak tipe ini ditandai dengan ketertarikan anak terhadap aktivitas olah raga dan berhubungan dengan gerak badan. Mereka menyukai kegiatan praktis seperti olahraga, menjahit, atau memasak.

Mereka juga bisa berkoordinasi dengan baik, serta memiliki kemampuan untuk menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan.

Cara mengembangkan kemampuannya: amati jenis olahraga apa yang disukai anak dan dukung untuk menekuninya. Ajak berolahraga bersama keluarga, membuat prakarya, atau memonton pertunjukkan balet atau teater. Jika perlu, anak bisa dimasukkan ke sekolah khusus dengan bidang olahraga yang disukai agar pengembangannya bisa berjalan maksimal.

Kecerdasan naturalis
Anak tipe ini ditandai dengan ketertarikan anak terhadap alam dan lingkungan. senang bermain di alam dan memiliki kemampuan yang baik untuk menikmati kondisi lingkungan.

Karena senang menikmati alam, mengenal tanaman, arah mata angin, dan binatang, ia pun memiliki insting yang kuat terhadap kondisi alam.

Cara mengembangkan kemampuannya: menyediakan lahan di pekarangan rumah untuk menjadi area bermainnya dengan berkebun dan bercocok tanam.

Bisa juga memberikan hewan peliharaan yang bisa menemaninya bermain sehingga kepekaannya terhadap makhluk hidup lain semakin kuat. 

Kecerdasan intrapribadi
Anak dengan kecerdasan intrapribadi memiliki kemampuan sebagai pemikir. Ia memilih menjaga diri sendiri sehingga terlihat pemalu dan menarik diri.

Anak tipe ini memang tidak terlihat aktif di kelas, karena memilih langsung bertanya pada guru bila ada hal yang kurang dimengerti. Kelebihan anak tipe ini memiliki gagasan yang jelas tentang masa depan dan ia memiliki kemampuan untuk menetapkan target pribadi.

Cara mengembangkan kemampuannya: mengajak berbicara mengenai perasaannya dan menanyakan pendapat mereka tentang berbagai hal. Bisa juga dengan mengajak mereka melakukan aktivitas yang bersifat reflektif seperti yoga. 

 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Pentingnya `me time` bagi orang tua dengan anak autisme
Jumat, 09 April 2021 - 09:47 WIB
Psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa ...
Pastikan kecukupan asupan vitamin D dan kalium pada anak
Minggu, 04 April 2021 - 14:23 WIB
Ahli nutrisi Emilia Achmadi mengatakan sebagian besar anak-anak berhenti mengonsumsi susu di usia du...
 BKKBN mulai mendata 11,4 juta keluarga di Jateng
Jumat, 02 April 2021 - 19:58 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai melakukan pr...
Tips ibu tangguh fisik dan keuangan di masa pandemi
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:11 WIB
Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus mem...
Literasi Gizi Untuk Orang Tua Lintas Generasi
Selasa, 23 Maret 2021 - 15:34 WIB
Sudahkah Anda memperhatikan isi piring anak-anak kita? Literasi gizi masyarakat Indonesia saat ini m...
Kekuatan mental orang tua diuji saat rawat anak down syndrome
Minggu, 21 Maret 2021 - 13:16 WIB
Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS) membagikan tips dalam merawat anak- anak yang memili...
Stimulasi kunci anak `down syndrome` berkembang dengan baik
Sabtu, 20 Maret 2021 - 19:38 WIB
Ahli sitogenetika Dr. dr. Lydia Pratanu, MS menyatakan bahwa stimulasi menjadi kunci untuk pertumb...
NIPT cara baru cek kelainan kromosom pada usia awal kehamilan
Sabtu, 20 Maret 2021 - 17:14 WIB
Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) yang sekarang sudah berkembang bisa menjadi cara baru untuk menge...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV